Home Blog Page 145

Peran Penting Dirjen Perbendaharaan di Daerah Riau

Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) di Provinsi Riau tidak begitu populer. Meski demikian peran penting Dirjen Perbendaharaan di Daerah Riau tidak dapat dipandang sebelah mata.

Fungsi penting dari lembaga ini, nyaris luput dari pandangan pemberitaan. Penulis sendiri diberi kesempatan untuk membagikan informasi terkait dengan fungsi DJPB di Riau bersama dengan Kepala Kantor DJPB Riau, Ismed Saputra.

“Kita berperan untuk mendorong penggunaan anggaran untuk di setiap instansi, agar segera membelanjakan (anggaran, red),” ungkap Ismed di Pekanbaru, Kamis (29/4/2021).

Ismed kemudian menjelaskan berbagai data yang bisa dimanfaatkan oleh pihak media untuk melakukan konfirmasi yang berguna bagi masyrakat. Salah satunya, adalah Pagu dan Realisasi Belanja untuk penanganan Covid-19.

“Kita bisa lihat terkait dengan belanja barang untuk bantuan lainnya untuk diserahkan kepada Masyarakat/Pemda dalam bentuk barang, realisasinya bahkan hingga 31 Maret 2021 masih 0%. Padahal Pagunya ada Rp18 Miliyar lebih. Hal ini bisa dijadikan data untuk konfirmasi kepada instasi yang menjalankan,” ungkapnya kemudian.

DJPb sendiri merupakan salah satu Eselon I yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan RI dan memiliki tugas sebagai berikut:

  • Menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelaksanaan anggaran,
  • Pengelolaan kas dan investasi,
  • Pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum,
  • Akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah.

Peran penting Dirjen Perbendaharaan ini rasanya perlu untuk diketahui Encik dan Puan. Hal ini guna saat melakukan pemberitaan terkait dengan data anggaan, media massa memiliki data yang akurat dan dasar yang kuat.

Angka Kasus Covid19 Riau Hari Ini: Tambah 454, Total 48.872

Angka Kasus Covid19 Riau Hari Ini (Minggu, 9/5/2021) bertambah sebanyak 454 kasus, 223 pasien yang telah sembuh, dan 26 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 48.872 kasus.

Dari angka kasus Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 41.789 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 892 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.966 orang isolasi mandiri, serta 1.225 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Data Sebaran

Pekanbaru tercatat 161 kasus, Dumai 160 kasus, Bengkalis 49 kasus, Kampar 44 kasus, Kuansing 23 kasus, Rokan Hulu 22 kasus, Rokan Hilir 14 kasus, Indragiri Hilir 9 kasus, Indragiri Hulu dan Siak masing-masing 4 kasus, Pelalawan dan Kepulauan Meranti 3 kasus, serta ada kasus terkonfirmasi dari provinsi lain yang berada Pekanbaru sebanyak 12 kasus

Data Kasus Meninggal

Dari pasien yang meninggal sebanyak 26 orang tersebut, 21 orang diantaranya berumur di atas 50 tahun, dan di bawah 50 tahun sebanyak 5 orang. Sementara dilihat dari jenis kelamin, laki-laki 14 orang dan perempuan 12 orang.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 86.072 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 222 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 81.715 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.866 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 269 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.830 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.699 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 289.856 sampel.

Lima Daerah di Riau Waspada

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengungkapkan bahwa ada lima kabupaten/kota di Riau yang berisiko mengalami lonjakan pasien COVID-19. Lima daerah zona merah ini antara lain, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, dan Kota Dumai.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.

Angka Kasus Covid Riau Hari Ini: Tambah 654, Total 48.418

Angka Kasus Covid Riau Hari Ini (Sabtu, 8/5/2021) bertambah sebanyak 654 kasus, 258 pasien yang telah sembuh, dan 7 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 47.764 kasus menjadi 48.418 kasus.

Dari angka kasus Covid Riau Hari Ini, sebanyak 41.565 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 932 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.722 orang isolasi mandiri, serta 1.199 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Data Sebaran Kasus Meninggal

Angka kematian ada 7 orang yang meninggal, yaitu 2 orang di Siak, 1 Kampar, 2 di Pekanbaru, 1 di Indragiri Hulu, dan 1 lagi di Bengkalis.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 86.181 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 399 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 81.578 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.935 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 269 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.735 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.580 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 288.026 sampel.

Lima Daerah di Riau Waspada

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengungkapkan bahwa ada lima kabupaten/kota di Riau yang berisiko mengalami lonjakan pasien COVID-19. Lima daerah zona merah ini antara lain, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, dan Kota Dumai.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.

Launching Toyota Raize di Riau, Hadir Dengan Pilihan Lengkap

0

Bertempat di Agung Toyota Pekanbaru, launching Toyota Raize di Riau berlangsung meriah, Sabtu (8/5/2021). Launching ini sendiri untuk melengkapi pilihan konsumen di segmen Sport Utility Vehicle (SUV).

Toyota Raize dirancang tidak hanya memberikan kenyamanan, dengan dukungan inovasi teknologi mesin turbocharge, namun juga menghadirkan excitement dan better environment yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari tujuan Toyota untuk menghadirkan mobility happiness for all.

Hadir Dengan 6 Pilihan

President Director PT Toyota-Astra Motor, Susumu Matsuda, menyebutkan bahwa Toyota Raize memiliki enam pilihan di segmen SUV. Hal tersebut sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan total mobility solution.

6 varian tersebut antara lain:

  • 1.0 Turbo GR Sport CVT TSS,
  • 1.0 Turbo GR Sport CVT,
  • 1.0 Turbo G CVT,
  • 1.0 Turbo G M/T,
  • 1.2 G CVT, dan
  • 1.2 G M/T.

Toyota akan terus memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, tidak hanya produk yang semakin lengkap, namun juga layanan yang variatif,” kata Matsuda.

Untuk tampilan yang lebih sporty, bisa memilih varian 1.0 Turbo GR Sport CVT TSS dan 1.0 Turbo GR Sport CVT.

Tersedia 30 April 2021

Untuk tipe 1.0T mulai tersedia dan dapat dipesan sejak 30 April 2021. Sementara untuk tipe 1.2 akan hadir di semester kedua tahun ini.

Kesan gagah, sporty, dan atraktif tampak dari bumper trapezoidal tebal dan kokoh. Serta sudut yang menyiku tajam dan agresif di depan.

Illuminating headlamp, daytime running light (DRL), dan Sequential Turn Lamp, semua menggunakan LED, dan velg besar 17 inch pada tipe 1.0T.

Aneka Fitur

Interiornya  yang lapang dilengkapi fitur dengan teknologi terdepan. Diantaranya MID 7 inch TFT dengan display interaktif dan modern dan dapat diganti-ganti. Ada 4 opsi tampilan yaitu Advanced, Exciting, Simple, dan Analog.

Seluruh tipe Toyota Raize sudah dilengkapi fitur keamanan berupa rem dengan Anti-lock Braking System (ABS), Vehicle Stability Control (VSC), Hill Start Assist (HSA), Seatbelt Warning, Rear Parking Sensor, Rear Parking Camera, serta Alarm+ Immobilizer.

Servis

Sementara untuk perawatan kendaraan, selain didukung dengan jaringan outlet yang kini mencapai 334 titik di seluruh wilayah Indonesia. Toyota Raize juga mendapatkan free service dan free parts sepanjang 50.000 km atau maksimum 4 tahun, mana yang tercapai terlebih dahulu.

Penumpang di SSK II Masih Tergolong Normal

Di tengah larangan mudik, penumpang di SSK II tergolong normal. Saat ini Bandara SSK II hanya melayani penerbangan komersil, dan bandara masih beroperasi normal selama periode peniadaan mudik.

Perjalanan menggunakan moda pesawat terbang dalam masa pandemi mengalami penurunan yang sangat signifikan. Jika terlihat penumpukkan seperti pada beberapa pelabuhan dan terminal, namun tidak pada bandara Sultan Syarif Kasim II.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, GM Angkasa Pura II Pekanbaru Yogi Prasetyo menjelaskan bahwa penumpang di SSK II tergolong normal, tidak ada kenaikan angka keberangkatan dan kedatangan.

“Terkait dengan mudik, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya tidak berbeda jauh dan masih pada tahap normal. Sehingga di angka 4000-an datang dan pergi, secara umum masih normal dan seperti biasa,” ungkapnya, Jumat (7/4/2021).

Angkasa Pura II Pekanbaru sendiri mendukung keputusan pemerintah yang memang memberlakukan pelarangan mudik sejak 6-17 Mei 2021 mendatang. Tentunya dengan memperhatikan persyaratan penumpang yang akan melakukan penerbangan pada periode tersebut.

Adapun untuk penumpang yang hendak berangkat, jelas Yogi, harus sesuai dengan SE Gugus Tugas. Pihaknya telah membuka posko untuk memeriksa penumpang yang berangkat menggunakan pesawat, dimana yang diperbolehkan terbang hanya yang sesuai dengan aturan Gugus Tugas.

“Sebenarnya bandara ini tepat melayani dan beroperasi hanya saja terkait dengan penerbangan akan dikembalikan kepada kebijakan di masing-masing maskapai,” ungkapnya.

Pada 06 Mei hanya terdapat satu maskapai yang masih melayani penerbangan di bandara SSK II yaitu Maskapai Garuda Indonesia, sementara untuk Lion Group memutuskan untuk tidak melakukan operasi.

Angka Kasus Corona Riau Hari Ini: Tambah 628, Total 47.764

Angka Kasus Corona Riau Hari Ini (Jumat, 7/5/2021) bertambah sebanyak 628 kasus, 506 pasien yang telah sembuh, dan 17 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 47.764 kasus.

Dari angka kasus Corona Riau Hari Ini, sebanyak 41.308 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 897 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.367 orang isolasi mandiri, serta 1.192 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Data Sebaran Positif

Pekanbaru sebanyak 167 kasus, Dumai 71 kasus, Siak 70 kasus, Kampar 62 kasus, Rokan Hulu 57 kasus, Indragiri Hulu 48 kasus, Kuantan Singingi 46 kasus, Rokan Hilir 40 kasus, Bengkalis 21 kasus, warga luar Riau 19 kasus, Pelalawan 17 kasus, Kepulauan Meranti 9 kasus, dan Indragiri Hilir 1 kasus.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 86.142 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 528 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 81.388 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.957 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 269 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.200 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.852 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 286.291 sampel.

Usia Produktif

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengungkapkan bahwa mayoritas pasien positif Covid-19 di Provinsi Riau berasal dari kelompok produktif yang mempunyai mobilitas kegiatan di luar.

Hingga 7 Mei 2021, pasien berusia di atas 18-40 tahun sebesar 46 persen, usia 40-60 tahun sebesar 31,6 persen, usia 5-18 tahun sebesar 11,3 persen, di atas 60 tahun sebesar 7,6 persen, dan usia balita sebesar 3,5 persen.

Sementara itu jika berdasarkan jenis kelamin, kasus Covid-19 di Riau didominasi oleh laki-laki sebesar 50,5 persen dan perempuan 49,5 persen.

Kasus Meninggal Didominasi Lansia

Dijelaskannya bahwa jumlah keseluruhan pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 2,5 persen dari jumlah kasus terkonfirmasi.

Di mana data pasien yang meninggal 17 orang (10 laki-laki dan 7 perempuan), rinciannya adalah 15 orang berusia di atas 50 tahun dan usia di bawah 50 tahun 2 orang. Semua bergejala berat dan mempunyai komorbid dan multi komorbid.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.

Corona Riau Hari Ini: Tambah 520 Kasus, Total 47.136

Info Kasus Corona Riau Hari Ini (Kamis, 6/5/2021) bertambah sebanyak 520 kasus, 478 pasien yang telah sembuh, dan 20 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 46.047 kasus menjadi 46.617 kasus.

Dari info kasus Corona Riau Hari Ini, sebanyak 40.802 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 923 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.236 orang isolasi mandiri, serta 1.175 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 86.044 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 629 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 81.134 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.013 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 268 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.628 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.481 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 284.091 sampel.

Kasus Kematian Meningkat

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan bahwa angka kematian hari ini sebanyak 20 orang merupakan yang tertinggi di Provinsi Riau sejak wabah ini melanda Bumi Lancang Kuning. Semua pasien yang meninggal berusia di atas 50 tahun, dan hanya satu yang berusia 48 tahun.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

dr Yovi juga mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.

Covid Riau Hari Ini: Tambah 570 Kasus, Total 46.617

Info Kasus Covid Riau Hari Ini (Rabu, 5/5/2021) bertambah sebanyak 570 kasus, 571 pasien yang telah sembuh, dan 15 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 46.047 kasus menjadi 46.617 kasus.

Dari info kasus Covid Riau Hari Ini, sebanyak 40.325 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 925 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.212 orang isolasi mandiri, serta 1.155 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Data Sebaran

Pekanbaru tercatat 275 kasus, Dumai 73 kasus, Siak 37 kasus, Kampar 33 kasus, Rokan Hulu 31 kasus, Kuantan Singingi 29 kasus, dan Bengkalis 26 kasus.

Kemudian, di Rokan Hilir dan Indragiri Hulu masing-masing 15 kasus, dari luar provinsi Riau 14 kasus, Pelalawan 12 kasus, Indragiri Hilir 8 kasus, dan Kepulauan Meranti 2 kasus.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 85.937 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 620 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 81.025 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.024 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 268 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.920 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.716 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 282.463 sampel.

Kasus Meningkat

Dengan adanya penambahan ini, maka kasus aktif menjadi 5.153. Sedangkan penambahan kasus di bulan Mei menjadi 2.354 kasus dengan rata-rata per hari penambahan mencapai 470 kasus.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Sementara itu,  berpesan kepada masyarakat Riau agar siaga terhadap terus meningkatnya kasus positif yang semakin tidak terbendung. Hal ini dikarenakan semakin tidak disiplinnya masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Covid19 Riau Hari Ini: Tambah 483 Kasus, Total 45.564

Info Kasus Covid19 Riau Hari Ini (Selasa, 4/5/2021) bertambah sebanyak 483 kasus, 331 pasien yang telah sembuh, dan 7 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 45.564 kasus menjadi 46.047 kasus.

Dari info kasus Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 39.754 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 917 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.236 orang isolasi mandiri, serta 1.140 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 85.738 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 610 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 80.890 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.970 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 268 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.731 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.536 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 280.543 sampel.

Kasus Meningkat

Tambahan kasus terhitung April saja, jumlah kasus di Riau mencapai 9.000 orang. Jika dibandingkan dengan kasus Covid-19 pada tahun 2020, total kasus hanya lebih kurang di angka 7.000 kasus.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir berpesan kepada masyarakat Riau agar siaga terhadap terus meningkatnya kasus positif yang semakin tidak terbendung. Hal ini dikarenakan semakin tidak disiplinnya masyarakat terhadap protokol kesehatan.

D’Lima Mom & Skin Specialist Clinic Pekanbaru, Hadirkan Treatment PDT

D’Lima Mom & Skin Specialist Clinic Pekanbaru merupakan salah satu klinik kecantikan yang juga melayani treatment Photodynamic Therapy (PDT).

Alamatnya di Jalan Paus No. 120, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai. Sebelum melakukan treatment, kita harus mengisi data diri terlebih dahulu.

Untuk beberapa treatment dan masalah kondisi kulit wajah biasanya akan diarahkan untuk konsultasi ke dokter spesialis di klinik ini. Tetapi untuk treatment PDT tidak diharuskan konsultasi dengan dokter.

Mengenal PDT

Nah Ncik dan Puan sudah pernah mendengar treatment PDT belum? Ncik dan Puan yang belum pernah dengar pasti penasaran, treatment PDT itu apa sih? Apa sih tujuannya? Nah, yuk kenali lebih lanjut apa sih pengertian dan tujuan dari treatment PDT.

Photodynamic Therapy (PDT) merupakan salah satu prosedur perawatan kecantikan dengan menggunakan efek sinar cahaya warna yang disesuaikan dengan kondisi kulit wajah pasien. PDT digunakan dalam penanganan jerawat, terutama yang mengalami peradangan dan untuk proses peremajaan kulit (terapi penunjang untuk atasi kerutan dan flek hitam).

Manfaat PDT

Manfaat dan tujuan dari treatment ini yaitu untuk mengatasi jerawat, PDT berfungsi untuk mengurangi proses peradangan yang terjadi dan sebagai sterilisator (membunuh kuman pathogen di jerawat). Sedangkan untuk proses peremajaan kulit, PDT sendiri berfungsi untuk mempercepat proses regenerasi kulit dan meningkatkan terbentuknya serat kolagen di kulit wajah.

Treatment PDT di D’Lima Mom & Skin Specialist Clinic Pekanbaru

Sebelum melakukan penyinaran PDT, tahap pertama adalah cleansing yaitu wajah dibersihkan terlebih dahulu menggunakan pembersih wajah atau facial foam.

Sambil dibersihkan, wajah diberikan pijat ringan untuk membuat kulit wajah jadi lebih rileks. Selanjutnya adalah tahap penyinaran PDT, proses penyinaran ini memakan waktu sekitar 20 menit dan tidak ada rasa sakit.

Biaya dan Promo

Biaya treatment di sini cukup terjangkau, mulai dari Rp150.000-Rp500.000. Selain itu juga ada promo Happy Hour lho, setiap hari Senin-Jumat dari pukul 10.00-13.00 WIB.