Sebaran Angka Covid19 Riau Hari ini Capai 65.010

264
Sebaran Angka Covid19 Riau

Sebaran angka Covid19 Riau Hari Ini (Jumat, 11/6/2021) bertambah sebanyak 384 kasus, 450 pasien yang telah sembuh, dan 12 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 64.626 kasus menjadi 65.010 kasus.

Dari sebaran angka Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 58.744 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 715 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.808 orang isolasi mandiri, serta 1.743 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 95.249 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 134 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 90.408 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 4.409 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 298 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.933 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.724 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 348.658 sampel.

Pesta Pernikahan di Riau Banyak Abaikan Prokes

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan, sejauh ini PPKM di kabupaten/kota belum begitu maksimal menjalankannya. Hal tersebut dibuktikan masih banyaknya pesta pernikahan yang digelar tanpa mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Dijelaskannya, untuk izin keramaian merupakan kewenangan satuan tugas (Satgas) COVID-19 kabupaten/kota, dan aturannya sudah ada dan jelas.

“Kalau ada yang mengadakan pesta kapasitasnya tidak boleh lebih 50 persen, tetap memakai masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Riau Gagal Penuhi Target Jokowi Turunkan Kasus Covid-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beberapa waktu yang lalu diberi target oleh Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka positif Covid-19 dalam 2 minggu. Target tersebut banyak dinilai gagal oleh masyarakat, dan diakui Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra Yovi.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa Pemprov, Satgas Covid-19, dan seluruh pihak lainnya telah berusaha untuk menurunkan angka Covid-19.

Testing COVID-19 di Riau Tidak Akan Diturunkan

dr Indra Yovi menggarisbawahi upaya menurunkan angka Covid-19 bukan berarti menurunkan jumlah testing. Selain itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab bukan hanya berada di pundak tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk menurunkan jumlah itu bukan domain dari nakes. Kami di hilirnya, hulunya bereskan dulu,” ujarnya.

Testing Spesimen di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Tertinggi di Indonesia

Dalam empat hari terakhir, jumlah spesimen yang telah diperiksa di laboratorium biomolekuler RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, mencapai 6.168 sampel.

“Testing kita luar biasa, termasuk yang paling tinggi dalam waktu seminggu terakhir ini dibandingkan dengan lab yang ada di Jawa Tengah, Sumatera Utara, DKI Jakarta dan Padang,” kata Yovi di Gedung Daerah Provinsi Riau, Kamis (10/6/2021).

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.

280 Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Gejala Ringan Disiapkan

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyiapkan penambahan sekitar 280 kapasitas tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan. Lokasi yang dipilih  adalah di Gedung Asrama Haji Provinsi Riau, Jalan Mekar Sari, Pekanbaru.

Gubri Syamsuar menyebut penambahan kapasitas ruangan isolasi mandiri untuk pasien positif COVID-19 sebagai upaya antisipasi jika ada lonjakan kasus di Riau. Ia juga memastikan agar pasien positif COVID-19 yang dirawat dapat maksimal, maka sudah ada petugas kesehatan dan tim dokter berjaga nantinya.