Motif Teror Potongan Kepala Anjing Ke Rumah Ketua LAMR Pekanbaru Akhirnya Terungkap

46
Teror Potongan Kepala Anjing

Motif teror potongan kepala anjing ke rumah Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru yang juga Kasi Penkum Kejati Riau, Muspidauan akhirnya terungkap.

Selain teror potongan kepala anjing ke rumah Ketua LAMR Pekanbaru, aksi teror lainnya juga dilakukan di kediaman Ketua LAMR, M. Nasir Panyalai berupa penyiraman minyak bensin.

Kejadian teror ini terjadi beberapa waktu lalu yang meresahkan warga Kota Pekanbaru, sebab selama ini belum pernah terjadi kasus seperti hal tersebut di Bumi Melayu Lancang Kuning ini.

Adapun motif dari pelaku hanya karena perasaan tidak senang dengan pergantian kepengurusan LAMR Pekanbaru, akhirnya menjadi aksi teror.

Berdasarkan penyelidikan tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap data bahwa pelaku teror ini berjumlah sebanyak lima orang.

Tersangka IW (37) menyebutkan bahwa ia merasa ketakutan akan kehilangan pekerjaan dan kehilangan rumah tempat berteduh dengan istrinya karena baru sebulan bekerja menjadi satpam di LAMR Pekanbaru.

Selanjutnya, dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat dan Yamaha Vixion yang notabenenya adalah motor berplat merah pelaku membawa potongan kepala anjing ke kediaman Muspidauan.

Tiga dari lima pelaku pelemparan tersebut mengaku mereka beraksi tiga hari berturut-turut karena tidak terima dengan terpilihnya Muspidauan sebagai Ketua LAMR Pekanbaru.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, pelaku teror merasa posisinya terancam dengan pengurus baru diketuai Muspidauan.

“Mereka takut posisi mereka terancam dan tak bisa menikmati fasilitas LAMR Pekanbaru lagi. Makanya mereka nekat melakukan teror tiga hari berturut-turut,” tegas jenderal bintang dua ini.

Ia menuturkan, dua pelaku lainnya, B dan J diduga sebagai otak pelaku teror pelemparan kepala anjing ini masuk dalam buruan pengejaran polisi atau Daftar Pencarian Orang (DPO).

Saat konferensi Pers (12/3/21) di Mapolda Riau, ketiga pelaku aksi teror pelemparan kepala anjing dan penyiraman minyak sedang menggunakan baju tahanan serta tangan di borgol mereka bersujud di depan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Akibat perbuatan mereka, masyarakat Riau menjadi resah. Padahal di bumi lancang kuning ini perbuatan tersebut sangat bertolak belakang dengan marwah orang asli Riau, Melayu.