Lion Air Layani Penerbangan Pekanbaru – Arab Saudi

32
Lion Air Penerbangan Pekanbaru - Arab Saudi

Maskapai penerbangan Lion Air telah memulai layanan penerbangan Pekanbaru – Arab Saudi untuk ibadah umrah 1441 Hijriah.

Seperti yang telah diinfokan sebelumnya (baca: Akan Ada Penerbangan Umrah Pekanbaru-Madinah?), penerbangan dengan kode penerbangan JT ini akan menuju ke Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah Arab Saudi (MED), dan Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah Arab Saudi (JED).

Selain penerbangan Pekanbaru – Arab Saudi, Lion juga melayani penerbangan umrah 1441 Hijriah untuk 10 kota lainnya, yakni:

  1. Medan (KNO) Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
  2. Padang (PDG) Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
  3. Batam (BTH) Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batu Besar, Kepulauan Riau.
  4. Palembang (PLM) Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatan.
  5. Jakarta (CGK) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
  6. Solo (SOC) Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah.
  7. Surabaya (SUB) Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
  8. Balikpapan (BPN) Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur.
  9. Banjarmasin (BDJ) Bandar Udara Internasional Syamduddin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
  10. Makassar (UPG) Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi, Selatan.

Untuk pelaksanaan umrah tahun ini, Lion Air bersama mitra perjalanan (tour and travel) menawarkan paket penerbangan dengan harga terjangkau. Sehingga Encik dan Puan dapat mewujudkan keinginan untuk pergi beribadah umrah di tanah suci.

Menariknya, Lion Air menjamin kenyamanan Encik dan Puan selama perjalanan menuju ke Arab Saudi. Hal tersebut dikarenakan Lion Air mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first).

Penerbangan umrah menuju Arab Saudi ini menggunakan tiga unit Airbus 330-300 dengan 440 kursi dan dua unit Airbus 330-900NEO dengan 433 kursi.

Membahas pesawat yang digunakan Lion, yakni Airbus 330-900NEO, pesawat ini merupakan pesawat terbaru dengan badan lebar (wide body). Nah Lion Air merupakan operator pertama di Asia Pasifik yang menggunakan armada ini lho.

Airbus 330-900NEO sendiri merupakan pesawat yang memberikan kenyamanan, karena memiliki tata letak lorong ganda (double aisle) dan kursi penumpang yang nyaman, kabin paling senyap di kelasnya, menambah fitur utama dari kabin airspace, serta desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan barang bawaan di kabin.

Pesawat Airbus 330-900NEO ini memiliki keunggulan dalam upaya meningkatkan kinerja operasional, telah dibekali perangkat modern serta tingkat keandalan sehingga memberikan nilai lebih bagi maskapai dan penumpang.

Di antaranya, menurunkan biaya operasi didukung teknologi generasi baru A350 XWB terlihat dari lekukan ujung sayap (sharklets) rentang hingga 64 meter, 25% lebih efisien rasio penggunaan bahan bakar perkursi, mesin generasi terbaru, aerodinamis, sistem baru-teknologi kokpit WI-FI Tablet EFB-layar head-up ganda dalam pencegahan runway overrun serta common type rating (lisensi pilot yang sama).

Penerbangan pertama Airbus 330-900NEO dimulai dari Solo melalui Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo di Boyolali, Jawa Tengah (SOC) menggunakan nomor terbang JT-118. Pesawat lepas landas pada pukul 08.30 WIB (GMT +7) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi (MED) pukul 15.00 Arabia Standard Time (AST, GMT +3).

Adapun terkait aspek keselamatan dalam penerbangan umrah tahun 2019 ini, pihak Lion Air mengimbau kepada seluruh jamaah agar:

  1. Tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat
  2. Tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat
  3. Melepas baterai pada barang elektronik
  4. Pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) harus sesuai kriteria dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin dan tidak boleh digunakan selama penerbangan.