Ketika Sampah Plastik Diolah Jadi Paving Block

92
Paving Block dari Sampah Plastik

Encik dan Puan pasti tidak percaya jika sampah plastik dapat diolah menjadi paving block. Hal tersebut dibuktikan oleh pengelola Taman Bunga Impian Okura yang terletak di daerah Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Muslim.

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan permasalahan sampah plastik di Kota Pekanbaru. Sampah menjadi salah satu momok pencemaran lingkungan yang ada di kota ini.

Banyak sekali masyarakat yang mengeluh dengan tumpukan sampah plastik di kota Pekanbaru. Mulai dari menyebabkan banjir ketika musim penghujanan, bahkan menyebabkan pencemaran lingkungan dan merusak keindahan kota.

Berawal dari permasalahan tersebut, bang Muslim, begitu sapaannya, membuat inovasi dengan mengubah sampah plastik di kawasan wisata yang dikelolanya menjadi barang yang bermanfaat.

Bang Muslim sendiri terus berinovasi untuk menciptakan Taman Bunga Impian Okura sebagai Desa Wisata yang ramah lingkungan dan terhindar dari sampah plastik.

Awalnya ia memanfaatkan sampah botol plastik untuk mempercantik kawasan Taman Bunga Impian Okura. Nah Encik dan Puan dapat lihat seperti di bawah ini:

Kemudian ada satu lagi inovasi yang diciptakan Muslim dalam mengolah sampah menjadi paving block. Encik dan Puan penasaran dengan tata cara pengolahannya, berikut ini penjelasannya:

Tahap pertama:

Muslim mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ada di Taman Bunga Impian Okura, kemudian sampah tersebut dimasak dalam wajan secara manual menggunakan tungku kayu selama lebih kurang 30 menit atau hingga plastik tersebut mendidih.

Tahap Kedua:

Sampah yang telah meleleh habis dimasak kemudian dimasukkan ke dalam cetakan berbahan besi. Lalu lelehan tersebut dipadatkan dengan menggunakan mesin pres manual selama lima menit.

Setelah itu, cetakan bersama sampah yang sudah dibentuk direndam di dalam kolam atau parit yang terletak di samping lokasi pembuatan paving block.

Cukup dengan waktu lima sampai sepuluh menit, kemudian sampah dikeluarkan dari cetakan ditokok-tokok dengan menggunakan palu.

Tahap Ketiga:

Pada tahap akhir ini, paving block yang telah jadi kemudian dibersihkan dan diberi warna sesuai dengan selera atau kebutuhan.

Nah, mudah bukan Encik dan Puan? Mengolah sampah dengan cara manual namun manfaat dan kegunaannya yang sangat luar biasa.

Berawal dari kegelisahan melihat kondisi lingkungan, bang Muslim, mampu menciptakan terobosan yang berguna bagi kemajuan Taman Bunga Impian Okura bahkan berniat untuk menerapkannya hingga di tingkat kota. Salah satu caranya dengan bekerjasama dengan berbagai pihak yang ada.

Sejauh ini, dijelaskan Muslim ya Encik dan Puan, kendala yang dihadapinya adalah mesin yang masih menggunakan mesin manual yang membahayakan tubuh. Ia betul-betul menyadari betapa berbahayanya kandungan zat yang ada di dalam plastik bagi kesehatan tubuh.

Untuk itu muslim berharap, baik dari segi pemerintah maupun pegiat lingkungan lainnya mampu memberikan solusi terhadap mesin pengolahan sampah yang ia tekuni sehingga terciptanya mesin yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan pembuat paving block tersebut.

Informasi tambahan bagi Encik dan Puan, paving block terbuat dari sampah ini merupakan inovasi pertama yang ada di Riau. Namun di Pulau Jawa sendiri, paving block dari sampah plastik ini sudah menjamur dan menjadi salah satu solusi mengurangi sampah plastik yang ada di Indonesia.

Jadi, bagi Encik dan Puan yang ingin turut berpartisipasi atau pegiat lingkungan, silahkan kunjungi lokasinya di bawah ini:

Encik dan Puan tentu bisa berbagi ilmu, pengalaman yang bisa membantu pengelolah sampah untuk menemukan solusi dari permasalahan mesin sampah yang masih manual hingga menjadi mesin yang ramah lingkungan atau bidang lainnya.