Kelompok ‘Griya Schizofren’, Dari Peduli Jadi Mengabdi

0
208
Perempuan Muda Berjasa

Isu kesehatan mental menjadi topik perbincangan yang tiada habisnya. Kepekaan masyarakat Indonesia tentang pentingnya kesehatan mental juga masih sangat rendah.

Belum lagi bantuan dan pendampingan yang diperlukan bagi para penderita gangguan mental. Namun tidak bagi beberapa orang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).

Bagi Triana Rahmawati, Febrianti Dwi Lestari dan Wulandari, kesehatan mental adalah hal yang ingin mereka pelajari lebih dalam. Mereka peduli akan kesehatan mental, orang-orang yang mengalaminya, bahkan para keluarga dari penderita.

Para mahasiswa Sosiologi ini pun melihat perlu adanya pendampingan bagi para orang dengan masalah kejiwaan (ODMK).

Dari ilmu yang mereka pelajari di perguruan tinggi, para mahasiswa UNS ini pun ingin mencari kajian lebih dalam tentang ODMK dari sisi Sosiologi.

Maka terbentuklah ‘Griya Schizofren’, sebuah komunitas untuk mendampingi para ODMK dan keluarga mereka.

Triana Rahmawati bersama para teman-teman mahasiswinya aktif mengunjungi 3-4 kali Griya PMI untuk melakukan pendampingan terhadap ODMK. Bermula dari 3 orang, bertambah 10 orang dan berlanjut 50 orang yang terlibat dalam komunitas Griya Schizofren.

Selain melakukan pendampingan kepada ODMK, komunitas ini juga melakukan aktivitas seperti mengobrol, bernyanyi, menggambar, kegiatan melipat kertas, sholat berjamaah, hingga buka puasa bersama saat bulan Ramadhan.

Kini setidaknya ada sekitar 200 ODMK yang terjaring dalam komunitas yang berpusat di Solo itu.

Triana Rahmawati mendapat apresiasi atas dedikasinya ini sebagai Pendamping Masalah Kejiwaan dan ditetapkan sebagai Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2017 oleh Grup Astra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.