Istana Hinggap Pekanbaru, Rumah Inap Sultan Siak

0
577
Istana Hinggap Pekanbaru

Keberadaannya saat ini terlupakan, padahal merupakan salah satu situs cagar budaya di Pekanbaru, Istana Hinggap namanya.

Lokasinya sendiri berada di Jalan Jalan Senapelan Gang Pinggir, tepatnya di belakang SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru serta tidak jauh dari Masjid Raya Pekanbaru.

Peninggalan Kerajaan Siak

Istana Hinggap ini merupakan saksi sejarah perjalanan Sultan Siak XII, Sultan Syarif Kasim II saat berkunjung ke Pekanbaru. Didirikan pada tahun 1929, cagar budaya bersejarah ini dibangun oleh arsitektur dari Belanda yang beraliran model rumah Eropa dan Turki.

Tahukah Encik dan Puan, ini merupakan satu-satunya bangunan peninggalan Kerajaan Siak Sri Indrapura di Pekanbaru lho.

Dikenal juga dengan Rumah Tuan Qadhi, rumah ini menjadi persinggahan (inap) Sultan Syarif Kasim II saat melakukan kunjungan kerja ke Senapelan (Pekanbaru). Oleh karenanya, Rumah Tuan Qadhi ini disebut Istana Hinggap.

Bahkan di dalam Istana Hinggap ini terdapat bilik yang dikhususkan untuk Sultan Syarif Kasim II.

Mengenal Tuan Qadhi

Tuan Qadhi sendiri merupakan Hakim Syar’i yang diangkat oleh Sultan Syarif Kasim II. Ia bernama Zakaria bin Abdul Muthalib yang bergelar Qadhi Negeri Siak.

Adapun tugasnya adalah membantu Sultan Siak dalam bidang keagamaan (Islam) dengan kewenangan menjadi Penasehat di Bidang Syariah (nasyih). Selain itu ia juga berperan sebagai Hakim Munaka’ah dalam urusan pernikahan serta pembagian harta pusaka (warisan).

Tuan Qadhi H Zakaria sendiri berasal dari daerah Panai, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Ia wafat pada tahun 1937 dan dimakamkan di Kompleks Makam Koto Tinggi, Siak.

Istana Sayap dari Masa ke Masa

Di masa penjajahan Belanda, bangunan ini pernah dijadikan klinik pada tahun 1935. Sedangkan di masa pendudukan Jepang, rumah ini dijadikan penjara. Bahkan teralis atau jeruji besi penjara yang terbuat dari besi bulat, masih terpasang pada jendela hingga sekarang.

Sementara itu sumber lain menyebutkan bahwa di tahun 1938, Rumah Sakit setingkat Rumah Sakit Pembantu telah ada di Pekanbaru. Yang kemudian kita kenal sebagai Rumah Sakit Tentara.

Lokasi antara Rumah Sakit Tentara dengan Istana Hingga sendiri cukup dekat. Sehingga bisa jadi yang dimaksud Rumah Sakit Pembantu tersebut adalah Istana Hinggap.

Arsitektur Bangunan

Secara arsitektur, Istana Hinggap ini bergaya Eropa yang mirip dengan Istana Siak Asserayah El Hasyimiah. Ada juga yang membandingkan dua pilar besar di depan Istana Hinggap ini mirip dengan pilar enam tiang di Masjid Raya Senapelan.

Kabarnya, para pekerja yang membangun Rumah Tuan Qadhi ini juga yang membangun Masjid Raya Senapelan. Para pekerja tersebut membangun Masjid Raya Senapelan (kini Masjid Raya Pekanbaru) dahulu, baru kemudian membangun rumah H Zakaria.

Istana Hinggap Kini

Hingga saat ini, Istana Hinggap atau Rumah Tuan Qadhi ini masih menampakkan sisa-sisa kejayaannya. Rumah ini sendiri masih dalam bentuk aslinya.

Mulai dari tiang, pintu, jendela serta teralis yang ada di jendela hanya dicat saja dan tidak ada dilakukan perubahan. Di dalam rumah tersebut banyak peninggalan-peninggalan bersejarah seperti cangkir, piring, lemari, teko, kursi, foto, dan lain sebagainya.

Keberadaan rumah ini juga menjadi salah satu saksi bisu dari banyak peristiwa yang terjadi di Riau, khususnya Kota Pekanbaru.