In Memoriam: Tenas Effendy, Putra Terbaik Riau

118

37tenas

Hari ini, bumi Lancang Kuning tengah berduka. Salah satu putra terbaik yang dimiliki Provinsi Riau, Tengku Nasaruddin Said Effendy atau yang biasa dikenal dengan Tenas Effendy telah berpulang Sabtu (28/2) pada pukul 00.25 WIB di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Beliau lahir pada tanggal 9 November 1936 di Dusun Tanjung Mualim, Desa Kuala Panduk, Kabupaten Pelalawan. Namanya sendiri merupakan pemberian dari ayahnya Tengku Said Umar Muhammad.

Sebagai budayawan, Tenas telah menerbitkan 112 buku dengan topik budaya Melayu. Karya-karyanya pun telah diseminarkan di luar negeri, seperti di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand Selatan, Filipina Selatan, bahkan hingga ke Madagaskar.

Penyingkatan namanya terjadi pada tahun 1957, tujuannya agar ia dapat melakukan penelitian ke daerah-daerah. Karena jika masyarakat mengetahui bahwa peneliti itu adalah seorang Tengku, maka akan ada semacam jarak (gap). Hasil-hasil penelitian ini terutama yang berkenaan dengan sastra lisan direkamnya dalam bentuk kaset yang terkumpul lebih kurang 1.500 rekaman. Ia juga sangat menjunjung tinggi dan amat peduli dengan kemajuan dan perkembangan kebudayaan Melayu.

Tenas pernah mengecap pendidikan di Sekolah Agama Hasyimiah 6 tahun, (tamat 1950), Sekolah Rakyat 6 tahun di Pelalawan (1950), Sekolah Guru B3 di Bengkalis (1953), dan Sekolah Guru A3 di Padang (1957). Kemudian mendapatkan gelar doktor (HC) dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

Beliau meninggalkan satu orang istri, delapan anak, 19 cucu dan satu cicit. Tenas Effendi akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Jalan Amal, Pasir Putih, Pekanbaru.

Kini, putra kebanggan Riau telah meninggalkan kita semua. Selamat jalan budayawan Riau, H. Tengku Nasaruddin Said Effendy. Karyamu tak lekang oleh waktu. Mari kita doakan beliau, semoga Allah SWT berikan tempat terbaik di sisi-Nya

“Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran”

(dari berbagai sumber)