Hanyut Bersama Fourtwnty Dalam Konser Heliotropisme

71

Band indie Fourtwnty sukses membuat hanyut ribuan penonton yang memadati konser tunggalnya, Heliotropisme, tadi malam (Jumat, 21/12/2019) di Gelanggang Remaja.

Antusiasme para ‘Society’, yakni nama penggemar Grup Band ‘Fourtwnty’, pun semakin bersemangat untuk menyaksikan band kesayangannya tampil secara langsung.

Terlebih lagi Pekanbaru sebagai titik terakhir sejarah konser Heliotropisme dan juga menjadi kota asal dari sang vokalis, Ari Lesmana.

Meski konser Heliotropisme ini sempat “ngaret” selama satu jam dari yang dijadwalkan. Yakni pada jadwalnya band indie ini rencananya naik panggung pukul 20.00 WIB dan baru manggung pukul 21.00 WIB, nyatanya tidak menyurutkan semangat para ‘Society’.

Dalam konser yang berlangsung selama 2 jam tersebut, band yang beranggotakan Ari Lesmana, Nuwi, dan Roots, ini membawakan lagu-lagu hitsnya.

Para ‘Society’ pun larut dalam alunan lagu-lagu andalannya, seperti:

  • Realita
  • Hitam Putih
  • Segelas berdua
  • Diam diam ku bawa satu
  • Diskusi senja
  • Kusut
  • Aku bukan binatang
  • Argumentasi dimensi
  • Iritasi ringan
  • Puisi alam
  • Kita pasti tua
  • Zona nyaman
  • Aku tenang
  • Fana merah jambu

Di konser Heliotropisme ini, 420 juga membawakan lagu terbaru judulnya “High”.

Konser semakin menarik, saat mereka membawakan lagu kusut. Di mana Fourtwnty mengajak salah seorang penonton secara random untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama Ari.

Nah ada yang berbeda pada konser Heliotropisme di Pekanbaru ini. Tak seperti biasanya, 420 berkolaborasi dengan musisi violin dan cello. Tentunya hal ini membuat musiknya menjadi lebih beda.

Pada lagu “Kita Pasti Tua” 420 mengundang orang tua dari masing-masing personilnya, Ari, Nuwi dan Roots ke atas panggung.

Nah jadi saat lagu itu “Kita Pasti Tua” dibawakan, ketiga orang tua personil 420 duduk di panggung sambil menjadi simbol dari lagunya.

Kita Pasti Tua - Fourtwnty