Berawal Dari Rindu, Rumah Choipan Hadir di Pekanbaru

65
Rumah Choipan

Membuka usahapun bisa karena cinta dan juga rindu. Seperti halnya, Tengku Olivia yang membuka usaha Rumah Choipan di Pekanbaru.

“Saya sangat jatuh cinta dengan choipan, pindah dari Jakarta ke Pekanbaru membuat saya sulit menemukan Choipan. Rasa rindu ini yang bikin saya untuk belajar membuat choipan sendiri,” ungkap Oliv, Jumat (27/12/2019).

Sebagai informasi, Choipan merupakan jajanan khas Pontianak, Bangka Belitung, dan Singkawang yang sangat populer. Makanan ini kemudian diperkenalkan oleh penjual turunan Tionghoa.

Choipan sendiri terbuat dari irisan bengkuang atau kucai berbumbu ebi yang dibungkus kulit lembut. Setelah itu disajikan bersama cincangan bawang putih goreng yang harum dan saus asam manis.

Umumnya, Choipan berbentuk setengah lingkaran dan terbuat dari campuran tepung beras dan sagu. Agar makin lezat, makanan ini diberi beragam isian seperti bengkuang, talas, pepaya muda, dan kucai lalu dikukus atau digoreng.

Oliv meyakini, belakangan menjadi pengusaha diyakini menjadi peilihan terbaik milenial. Salah satunya dengan membuka Rumah Choipan di Pekanbaru.

Menurutnya, bekerja di kantor besar dengan jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB tidak lagi dianggap sebagai hal yang menarik.

Kini pemikiran para milenial lebih memilih membuka usaha baik dari kuliner, fashion, advertising, menjadi pilihan untuk berkarya. Banyak hal-hal unik yang bisa digali dari para pengusaha pemula.

Keberanian dan tekad, memang sudah menjadi hal yang harus dimiliki jika membuka sebuah usaha. Namun untuk menentukan akan membuka di bidang apa, ini yang terkadang sulit. Namun menarik untuk dibahas.

Membuka usaha bisa karena apa saja, asal memiliki tekad kuat dan keyakinan. Kejenuhan yang dirasa saat menjadi karyawan kantoran, bisa menjadi hal yang dirindukan. Namun membuka usaha sendiri meski kecil-kecilan akan menciptakan kisah dari manisnya sebuah perjuangan.