Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Kota Pekanbaru
Home » Melayu » Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Kota Pekanbaru

Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Kota Pekanbaru


Tak terasa sebentar lagi bulan penuh keberkahan, bulan ramadhan akan tiba. Bulan penuh ampunan ini selalu ditungu-tunggu kedatangannya oleh kaum muslim. Bahkan berbagai cara dilakukan untuk menyambut kedatangannya.

Di Pekanbaru ada sebuah tradisi dalam menyambut ramadhan, yakni tradisi Petang Megang. Petang Megang dilaksanakan setelah Ashar di tepian sungai Siak sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Petang Megang sendiri artinya petang (sore) dan megang (waktu diantara sore dan maghrib).

Tradisi Petang Megang ini diawali dengan melaksanakan shalat Ashar berjamaah di Masjid Raya Senapelan yang kemudian dilanjutkan dengan berziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru, atau yang biasa dikenal dengan nama Marhum Pekan.

Usai berziarah, masyarakat Kota Pekanbaru berbondong-bondong menuju tepian Sungai Siak dengan berjalan kaki sekitar 1,6 kilometer yang dimeriahkan dengan iringan musik kompang.

Kemudian sesampainya di Sungai Siak, tepatnya di Jembatan Siak I atau yang lebih dikenal dengan nama Jembatan Leighton, diadakanlah berbagai kegiatan dan perlombaan seperti penampilan tari dan lagu-lagu Melayu di atas panggung terbuka, perlombaan perahu hias serta menangkap itik dari atas perahu.

Hal ini lah yang menjadi daya tarik pelancong ketika mengikuti prosesi ritual ini.

About Admin