Tradisi Petang Belimau 2017
Breaking News
Home » Berita » Berita Pekanbaru » Tradisi Petang Belimau 2017

Tradisi Petang Belimau 2017


Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Tradisi Petang Belimau tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru sehari sebelum Ramadhan ini digelar di Taman Rumah Singgah Tuan Kadi, Jumat (26/5).

Namun ada yang berbeda dari Tradisi Melayu Pekanbaru yang dulunya bernama Petang Megang ini. Jika pada tahun 2016 yang lalu pelaksanaannya bersamaan dengan event Festival Sungai Siak, pada penyelenggaraan tahun ini tidak diadakan.

Selain itu tradisi lomba menangkap itik di sungai juga dipastikan ditiadakan karena terbatasnya waktu, sehingga pihak panitia pun akhirnya tidak menggelar lomba menangkap itik.

Adapun sebagai gantinya, pihak panitia menggelar pacu sampan tradisional yang dikoordinir oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pekanbaru.

Meski terjadi banyak perubahan acara, hal tersebut tidak menyurutkan antusias warga Pekanbaru yang datang. Diperkirakan ribuan warga Kota Pekanbaru mengikuti tradisi Petang Belimau ini.

Sementara untuk pengamanan pelaksanaan Tradisi menyambut bulan suci Ramadhan ini, pihak panitia meminta bantuan Polresta Kota Pekanbaru, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Satpol PP, Polisi Air, serta Tim SAR.

Pelaksanaan Tradisi Petang Belimau ini diawali dengan menziarahi makam Marhum Pekan dan Marhum Senapelan yang terletak di areal Mesjid Raya Senapelan.

Usai berziarah, rombongan Wali Kota Pekanbaru kemudian melaksanakan ibadah Shalat Ashar berjamaah di Mesjid Raya Senapelan. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki dari Mesjid Raya Senapelan menuju ke lokasi Petang Belimau di Tepian Sungai Siak.

Arak-arakan ini membawa aneka hidangan kue-kue tradisional khas Melayu yang diiringi oleh hentakan kompang sepanjang perjalanan. Nantinya kue-kue tersebut selain akan dimakan oleh rombongan Wali Kota Pekanbaru, juga akan dibagikan kepada masyarakat sekitarnya.

Acara Petang Belimau ini kemudian dibuka secara resmi oleh Wali Kota beserta jajaran muspida dengan menabuh bedug. Lalu dilakukan prosesi mandi belimau, oleh Wali Kota beserta jajaran muspida dengan menyiramkan air bercampur limau secara simbolis kepada 20 orang anak yatim yang dipilih.

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila