Mitos Sungai Siak - InfoPKU
Breaking News
Home » Sastra » Horor » Mitos Sungai Siak

Mitos Sungai Siak


Sungai Siak sebagai sungai yang membelah Kota Pekanbaru menyimpan banyak kisah misteri. Beberapa masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya para orang tua jaman dahulu percaya terhadap mitos Sungai Siak.

Mitos atau legenda kontemporer yang dipercaya masyarakat luas sebagai sebuah kebenaran yang biasanya berbau mistis dan horor. Mitos bukan berarti selamanya cerita bohong, namun cerita ini tersebar dari mulut ke mulut.

Adapun beberapa Mitos Sungai Siak yang beredar di masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya para orang-orang tua kita terdahulu antara lain adalah sebagai berikut:

Buaya Putih

Banyak orang tua kita terdahulu yang percaya bahwa sungai terdalam di Indonesia ini dijaga oleh sesosok buaya putih. Menurut cerita warga sekitar yang tinggal di sepanjang perairan Sungai Siak ini, konon katanya sang buaya putih tersebut sering muncul ke permukaan dan menampakkan diri.

Bahkan buaya putih tersebut pernah memakan korban jiwa. Biasanya para korban tersebut bukan warga sekitar, melainkan orang luar yang bermain atau berenang di sungai tersebut.

Makhluk Halus Penunggu Sungai Siak

Ada juga yang mengatakan bahwa di sungai ini dijaga oleh makhluk halus yang suka menarik korbannya ke dalam sungai ini hingga tewas. Kemudian mayatnya akan naik ke permukaan setelah beberapa hari.

Muncul Sesosok Wanita Tengah Malam

Mitos selanjutnya yang pernah terdengar adalah banyak pengendara motor atau mobil yang melintas melewati Jembatan Siak 1 (Jembatan Leighton) pada tengah malam, sering diperlihatkan sesosok wanita yang berdiri di pinggiran jembatan dan melompat ke dalam sungai, seolah-olah berniat untuk bunuh diri.

Sebagian orang kadang berhenti dan mencoba menolong wanita itu, namun di sungai tersebut tidak ada apa apa bahkan airnya saja tidak bergoyang sedikitpun.

Jadi Tempat Favorit untuk Bunuh Diri

Bahkan Sungai Siak sendiri menjadi salah satu tempat favorit untuk bunuh diri. Jembatan Leighton maupun Sungai Siak sendiri dulunya juga sering menjadi tempat pembuangan anak, sehingga banyak ditemukan mayat bayi yang nyangkut di pinggiran sungai.

About Septa Putra

Septa Putra