Puasa Anti Haus Lapar, Ini Rekomendasi Menu Sahurnya

45
Puasa Anti Haus Lapar

Dalam melaksanakan puasa, seringkali kita merasa lapar di tengah hari. Supaya puasa anti haus lapar, berikut rekomendasi menu sahurnya.

Konsumsi Makanan yang Bernutrisi

Saat sahur, penting bagi kita untuk mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Karena asupan nutrisi dapat menyehatkan tubuh.

Makanan dengan asupan kabohidrat kompleks memiliki serat yang tinggi, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dicerna. Dengan demikian dapat mempertahankan energi selama puasa.

Adapun contoh menu dengan asupan karbohidrat kompleks yang perlu dimasukkan dalam menu sahur adalah nasi merah, roti gandum, atau oatmeal.

Selain itu makanan dengan kandungan lemak yang sehat juga dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur.

Dengan mengonsumsi lemak sehat, dapat memperlambat proses pencernaan dan pemanfaatan glukosa, sehingga membuat makanan bertahan lebih lama di siang hari.

Encik dan Puan juga sebaiknya makan makanan berprotein tinggi saat sahur, karena dapat menjaga metabolisme tubuh.

Jangan Lupakan Buah dan Sayur

Salah satu menu sahur agar puasa anti haus lapar lainnya adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur.

Diketahui baik untuk menjaga metabolisme tubuh saat berpuasa. Selain itu, dengan mengonsumsi buah dan sayur juga agar asupan gizi seimbang selama puasa.

Jadi bukan hanya metabolisme saja yang terjaga, tetapi energi selama puasa juga tak begitu mengalami penurunan. Karena dengan mengonsumsi buah dan sayuran, dapat meningkatkan rasa kenyang di siang hari.

Juga dalam buah dan sayur terkandung vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan. Serat tinggi yang terdapat pada buah dan sayur juga dapat membantu Encik dan Puan dalam mencegah sembelit.

Hindari Gorengan dan Makanan Tinggi Gula

Salah satu menu sahur favorit orang Indonesia adalah gorengan atau makanan yang digoreng, yang memang praktis dikonsumsi.

Meski demikian, mengonsumsi gorengan saat sahur tidak dapat mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan.

Bukan hanya itu, gorengan juga mengandung lemak jenuh yang dapat membuat kita dehidrasi selama puasa.

Selain gorengan, makanan yang tinggi gula seperti cokelat, dessert, permen, dan lainnya juga sebaiknya dihindari agar tidak dehidrasi.

Hindari Kopi

Meski Kopi memiliki aneka manfaat, nyatanya kopi merupakan minuman yang mengandung kafein tinggi.

Sebagaimana diketahui, kafein sendiri dapat membuat orang yang mengonsumsinya terjaga. Bahkan jika terlalu banyak dikonsumsi, dapat mengakibatkan kesulitan tidur.

Oleh karena efeknya tersebut, ada baiknya Encik dan Puan menghindari mengonsumsi kopi selama bulan puasa.

Jika Encik dan Puan mengonsumsi kopi saat sahur, dapat mengakibatkan tubuh menjadi dehidrasi dan kita akan merasa mudah lelah serta haus. Hal ini dikarenakan kafein yang terkandung di dalamnya bersifat diuretik.

Tapi jika Encik dan Puan ingin tetap mengonsumsi kopi karena telah terbiasa, disarankan untuk minum kopi setelah berbuka serta jangan lupa untuk banyak minum air putih.

Minum Air Putih

Biasanya saat berpuasa, kita akan kekurangan cairan tubuh. Padahal meski tengah berpuasa, kebutuhan cairan tubuh harus tetap terpenuhi.

Jika kita biasanya minum air putih 1-2 liter untuk memenuhi kebutuhan tubuh agar tidak terdehidrasi, maka kita bisa menyiasatinya saat berpuasa.

Untuk menghindari dehidrasi saat sedang puasa, usahakan banyak minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Encik dan Puan bisa minum dua gelas pada waktu berbuka, dua gelas pada waktu setelah salat tarawih, dua gelas sebelum tidur, lalu dua gelas pada waktu sahur.

Air putih sendiri sangat penting dikonsumsi selama menjalani ibadah puasa, karena dapat menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Jika keseimbangan elektrolit terjaga, maka akan mengurangi risiko sakit kepala, mengatasi bau mulut, dan menjaga energi tetap tinggi.

Selain minum air putih, Encik dan Puan bisa juga dengan mengonsumsi makanan dan minuman lain. Seperti buah-buahan yang mengandung banyak air, yogurt, dan susu, agar tenggorokan tidak kering.