Home Blog Page 350

PSPS Kalah Beruntun di Kandang

0

PSPS menelan kekalahan beruntun di Stadion Rumbai, Pekanbaru. Setelah menyerah 1-3 dari Barito Putra, Sabtu (11/5) lalu, Askar Bertuah kembali tumbang dari tim asal Kalimantan, Persiba Balikpapan dengan skor 1-2, Rabu (15/5).

PSPS sempat mendapat hadiah penalti dari wasit, namun eksekusi April Hadi gagal menjebol gawang Persiba.

Hasil ini menjadikan PSPS makin terpuruk di zona degradasi. M Isnaini dkk menempati peringkat 17 dengan nilai 14.

PSPS kalah selisih gol dengan Persita yang menduduki peringkat 16 dan unggul satu poin dari Persidafon yang menduduki dasar klasemen. PSPS pun semakin sulit untuk keluar dari zona merah ini.

Caretaker pelatih PSPS, Afrizal mengatakan, meski kalah permainan anak asuhanya sudah ada peningkatan dibandingkan lawan Barito Putra.

‘’Banyak perkembangan dibandingkan laga sebelumnya. Namum hasilnya yang belum memuaskan,’’ ujar Afrizal usai pertandingan.

‘’Seharusnya minimal kita dapat poin di pertandingan ini. Peluang mencetak gol banyak tapi selalu gagal. Kami dapat penalti, namun tidak gol. Itu semua kuasa Allah. Anak-anak sudah berusaha. Lini pertahanan masih bermasalah, dua gol lawan diakibatkan masih lemahnya sektor ini. Ini yang saya akan perbaiki ke depannya,’’ ungkapnya.

Sementara itu, pelatih Persiba Balikpapan, Herry Kiswanto merasa bangga dengan hasil yang diraih tim asuhnya. ‘’Mungkin kemenangan ini karena kami lebih bisa memfaatkan peluang menjadi gol. Anak-anak sudah bermain maksimal, namum tetap masih banyak kekurangan. Saya juga salut kepada pemain PSPS yang senantiasa berusaha dan berjuang keras mengejar ketinggalan,’’ tuturnya.

Di laga kemarin, Persiba mencetak gol pertama pada menit ke-12. Umpan lambung Mustafa, mampu dimanfaatkan penyerang Kim Young Kwang.

Pemain asal Korsel ini melepaskan tendangan keras ke arah gawang dan gagal ditahan kiper PSPS, Fance Hariyanto.

Tertinggal, anak-anak PSPS mencoba membalas di menit ke-18. Sayang gol Isnaini ke gawang tim Beruang Madu dianulir wasit karena dinilai dalam posisi offside.

Asyik menyerang, PSPS justru kembali kebobolan di menit ke-25. Kali ini gol diciptakan mantan pemain PSPS yang baru membela Persiba di putaran kedua musim ini, Ade Suhendra, setelah menerima umpan Patrice Nzekou.

‘’Maafkan saya,’’ ujar Ade Suhendra saat dimintai komentarnya soal gol itu usai pertandingan.

PSPS berpeluang memperkecil ketinggalan di menit ke-44 setelah Isnaini ditekel bek Persiba di kotak penalti. Hadiah penalti dari wasit ini gagal dimanfaatkan April Hadi yang menjadi eksekutor. Tendangan kerasnya melebar arah kiri gawang.

Di babak kedua, PSPS melakukan pergantian, Kiper Fance Harianto ditarik dan digantikan Susanto dan Rusdianto digantikan Pawira Putra. Hasilnya, PSPS sempat menguasai pertandingan bahkan memperkecil skor 1-2 di menit ke-57 lewat gol Camara Namory setelah menerima umpan Danil Junaidi. (Riau Pos)

#PSPS PSPS Siap Lepas Pape

0

Kekuatan PSPS bakal kembali berkurang. Striker asal Senegal, Ndiaye Pape Latyr bakal dicoret dari tim.

Sinyal ini menguat setelah pemain yang telah menyumbangkan tujuh gol buat PSPS ini tak dimainkan ketika PSPS menghadapi Persiba Balikpapan, Rabu (15/5).

Pape menolak bertanding karena menuntut gajinya agar segera dibayar. “Pape sempat mangkir latihan karena merajuk. Setelah dibujuk, akhirnya dia kembali latihan. Tapi, jelang pertandingan Pape kembali merajuk dan tak mau bertanding,” ujar caretaker pelatih PSPS, Afrizal, Rabu 15/5).

Dengan kondisi ini, Afrizal pun merekomendasikan ke manajemen agar Pape dilepas. “Sepertinya Pape sudah tak mau lagi main di PSPS. Jadi, buat apalagi kami mempertahankan dia kalau pemain bersangkutan yang sudah tak ada lagi hatinya bermain di PSPS,” ujar pelatih yang akrab dipanggil Ajo Jal ini.

Jika Pape dilepas maka PSPS hanya diperkuat satu pemain asing di putaran kedua ini yakni gelandang asal Mali, Camara Namory. Manajemen PSPS dikabarkan mendatangkan bek asal Bulgaria, Stanislav Zhelev Zhekov. Namun, itu baru rencana karena pemain yang musim lalu membela Pelita Jaya Karawang ini dijadwalkan ke Pekanbaru, Kamis (16/5) hari ini.

Afrizal mengaku jika tak ada tambahan pemain asing maka akan memanfaatkan pemain yang ada. “Tak ada jalan lain. Sementara kami maksimalkanlah pemain yang ada dulu. Tapi, saya masih berharap ada tambahan striker atau pemain belakang,” ujarnya. (Riau Pos)

#ISG_2013 Panitia ISG Siapkan 2 Skema, Tetap di Riau atau Pindah ke Jakarta

0

Belum pastinya revisi Keputusan Presiden (Keppres) tentang Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 membuat panitia pelaksana (panpel) pusat menyiapkan dua skema.

“Kami tetap menyiapkan dua skema selama Keppres yang baru belum turun, tetap di Riau atau pindah ke Jakarta,” ujar Ketua Panpel Pusat ISG 2013 Anthony Sunarjo, Rabu (15/5).

Jika tetap di Riau, Stadion Kaharuddin Nasution akan digunakan untuk menggantikan Stadion Utama untuk cabang sepak bola, upacara pembukaan, dan penutupan ISG. Sedangkan untuk venue akuatik, jika renovasi tidak selesai tepat waktu, tetap akan digunakan.

Ketua Bidang Pertandingan ISG 2013 Djoko Pramono mengamini hal itu. Pasalnya, belum ada payung hukum yang melegalisasi ISG digelar di Jakarta, 22 September-1 Oktober 2013.

“Selama belum diputuskan dalam Keppres baru, Riau di atas kertas masih sah sebagai tuan rumah ISG jadi kita siapkan berbagai kemungkinan,” tandas Djoko. (Metro TV)

#eventPKU Pekanbaru Expo Akan Dilaksanakan 19-23 Juni

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bekerjasama dengan Even Organizer Fadco Event kembali menggelar Pekanbaru Expo di tahun 2013 ini. Pekanbaru Expo ini akan berlangsung selama selama lima hari mulai tanggal 19-23 Juni mendatang, di Purna MTQ Jalan Jenderal Sudirman. Pekanbaru Expo ini merupakan pameran produk atau jasa unggulan, UMKM, kerajinan, pariwisata dan otomotif.

Sebagai langkah awal untuk suksesnya acara ini, sudah dilakukan launching pada Rabu (15/5) langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus di aula kantor wali kota Pekanbaru. Pada kesempatan itu hadir hadir Konsul Malaysia, Azizan dan para pengusaha yang ada di Pekanbaru serta jajaran Pemko Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menyebutkan, Pekanbaru Expo ini memang dirangkaikan dengan perayaan hari jadi Kota Pekanbaru ke-229. Namun, menurutnya even ini merupakan langkah dalam mencapai tujuan pembangunan, karena Pekanbaru tidak punya sumber daya alam sebagai sumber pendapatan. Pekanbaru hanya punya dua sumber pendapatan yakni perdagangan jasa dan industri.

“Perdagangan jasa sudah berjalan cukup baik selama ini. Sedangkan industri ada dua yakni industri olahan dan industri pariwisata. Untuk industri pariwisata, kami memposisikan Pekanbaru sebagai tujuan wisata MICE berupa rapat, eksebisi dan semua even baik nasional maupun regional. Alhamdulillah secara nasional Pekanbaru sudah banyak dijadikan sebagai tempat rapat atau wisata MICE,” ungkap Firdaus.

Alhamdulillah juga, ulas Firdaus, Asosiasi Sekretaris Dewan Seluruh Indonesia akan mengadakan rapat di Pekanbaru. Ini salah satu bentuk wisata MICE itu, dan ini sudah bergeser yang dulunya di Batam, sekarang sudah di Pekanbaru.

“Ini juga wujud dari usaha kami dalam menarik even nasional ke Pekanbaru. Kalau even ini dan even lainnya tingkat nasional dilaksanakan di Pekanbaru, akan menjadi penggerak bagi dunia usaha di Pekanbaru, terutama pelaku usaha pariwisata,” sebut Firdaus.

Nah, kata Firdaus, Pekanbaru Expo ini merupakan even yang dijadikan sebagai ajang mempromosikan berbagai produk, perdagangan jasa, kesehatan, otomotif, produk rumah tangga.

“Untuk itu, kami mengimbau dunia usaha, baik BUMN, BUMD, UMKM, IKM dan swasta maupun masyarakat perorangan untuk memanfaatkan even ini sebagai ajang promosi, sehingga produk yang ada di Pekanbaru bisa dikenal masyarakat luas,” jelas Firdaus.

Untuk itu, sebut Firdaus, dirinya juga mengundang negara tetangga yakni Malaysia, sehingga Konsul Malaysia juga hadir dalam kesempatan ini. Hal ini dilakukan supaya saling kenal mengenal produk. Baik perguruan tinggi, rumah sakit, ataupun produk industri.

“Seperti dikenal, Malaysia sudah mengolah sawit menjadi ratusan produk turunan, sedangkan Riau masih hanya CPO. Dengan ini diharapkan dunia usaha dari Malaysia bisa ikut expo ini, sehingga bisa memotivasi dunia usaha di Pekanbaru khususnya dan di Riau umumnya untuk terus berusaha untuk lebih maju. Hal ini bisa mengubah status masyarakat saat ini yang menjadi pangsa pasar produk Malaysia, menjadi produsen produk untuk Malaysia,” harap Firdaus.

Khusus untuk UKM dan IKM, Firdaus sudah menyampaikan kepada panitia supaya mengajak mereka untuk ikut dalam expo ini.

“Ini sudah diakomodir panitia. Kalau UKM itu nanti difasilitasi Dinas Koperasi dan UKM, sedangkan IKM difasilitasi Disperindag. Sangat diharapkan memang UKM dan IKM ini ikut dalam expo ini, sehingga produk mereka bisa dikenal oleh masyarakat lebih luas,” tutur Firdaus.

Ketua Panitia Pelaksana Pekanbaru Expo, Elsyabrina menyebutkan, Pekanbaru Expo ini dalam rangka memeriahkan hari jadi Pekanbaru ke-229 (23 Juni 1784-23 Juni 2013). Selain itu ajang promosi dunia usaha yang ada di Pekanbaru.

“Untuk UKM dan IKM diharapkan untuk ikut, dan kami sudah sampaikan kepada mereka. Kami akan fasilitasi, karena ini kesempatan yang bagus bagi mereka. Malahan, kabupaten dan kota di Riau juga sudah diundang, begitu juga kabupaten dan kota di provinsi tetangga, malahan sampai ke Jawa,” ungkap Elsyabrina.

#cuacaPKU Hujan Badai Landa Pekanbaru, Banyak Pohon Bertumbangan

Hujan deras disertai angin kencang melanda Pekanbaru. Pohon dan sejumlah papan reklame banyak bertumbangan.

Hujan badai ini terjadi, Rabu (15/5/2013) mulai pukul 23.00 WIB. Hujan masih terus mengguyur deras hingga pergantian hari, Kamis (16/5/2013) pukul 00.30 WIB belum juga reda.

Kencangnya angin dan hujan ini, membuat sejumlah pohon di pinggir badan jalan ada yang tumbang. Misalkan saja pohon di ruas jalan Sudirman, jalan Arifin Achamad. Tidak hanya itu saja, sejumlah papan reklame juga ada yang jatuh.

Hujan badai ini juga membuat panik para pengendara mobil apa lagi sepeda motor. Pengguna sepeda motor dan mobil sebagian lebih memilih berteduh karena begitu deras dan kencangnya angin.

Kencangnya angin ini, membuat repot pemilik mobil. Karena nyaris kondisi jalan tidak terlihat. Ditambah lagi lampu penerangan jalan padam.

“Saya milih berhenti di depan ruko saja, ketimbang harus berjalan, namun jalan tidak kelihatan. Hujannya sangat deras dan anginnya sangat kencang,” kata Amri (35) pemilik mobil sedan toyota. (Detiknews)

#ISG_2013 Menpora: ISG masih bisa diselenggarakan di Pekanbaru, tapi dengan Gubernur baru

0

Polemik tentang penetapan Pekanbaru sebagai lokasi penyelenggaraan  Islamic Solidarity Games (ISG) III makin membingungkan. Pasalnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo kembali mengeluarkan statemen bahwa ISG batal di Pekanbaru, Riau. Padahal rapat untuk merumuskan hasil kunjungan kerja panitia pusat ISG ke Pekanbaru, Selasa (14/5) kemarin belum dilakukan.

“Ya, memang seharusnya begitu, kan. Sangat tidak pada tempatnya negara ini terlalu berani mempertaruhkan iven internasional kepada Ketua Pelaksana Daerah yang berstatus Tersangka KPK,” kata Menpora, Rabu (15/5).

Menurutnya, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono saat meninjau kesiapan Pekanbaru sebagai tuan rumah ISG dua hari lalu agar tidak dipahami secara sepotong. Sebab, Menko Kesra dalam kunjungan ke Pekanbaru juga membawa pesan dari Presiden.

“Begini, statemen Pak Menko Kesra itu belum selesai loh ya. Jadi jangan dipotong. Pak Menko Kesra itu mendapat pesan dari Presiden, bahwa Presiden pun sebenarnya menginginkan, artinya masih bisa ISG diselenggarakan di Pekanbaru, tapi dengan Gubernur baru,” tutur mantan anggota DPR RI itu.

Nah, kalau dengan Gubernur baru, lanjutnya, berarti ISG III baru bisa terlaksana akhir November 2013 dan masih cukup persiapan untuk itu. Tapi, lanjut Menpora, catatan yang diberikan Presiden kepada Menko Kesra itu merupakan isyarat penolakan ISG III di Pekanbaru.

“Tapi sebenarnya Presiden itu menolak. Itu bahasa halus Presiden untuk menolak. Karena ISSF (Islamic Solidarity Games Federation) sudah mengatakan tidak memungkinkan ISG dilaksanakan di atas September, maksimal akhir September,” tegasnya.

Selain itu, Menpora juga menyebut justru pihak ISSF yang menyatakan bahwa Pekanbaru tidak siap menjadi tuan rumah ISG III setelah mereka meninjau kesiapan Riau dari berbagai sisi. “Kalau sikap saya selalu tegas. Tidak pernah di depan bilang A di belakang B. Saya bilang apa adanya,” tuturnya. (Riau Pos)

#beritaPKU Aksi Penjarahan Geng Motor XTC Pekanbaru Terekam CCTV

Kelompok geng motor XTC pimpinan Mardijo alias Klewang, tidak hanya melakukan aksi kejahatanya di jalan raya, tapi juga melakukan penjarahan di sebuah warnet.

Aksi mereka terekam kamera Closed Circuit TeleVision (CCTV). Dalam rekaman itu terlihat belasan anak buahnya menjarah sebuah warnet di Jalan Durian, pada Maret lalu. Mereka menjarah sejumlah barang dan mengambil uang dari laci meja kasir.

Bukti inilah yang dipakai polisi meringkus pimpinan geng motor dan anak buahnya.

Hingga kini polisi telah menangkap sebanyak 51 orang anggota geng motor XTC, termasuk ketua gembongnya, Klewang. Polisi terus memburu ratusan anggota geng motor lainnya yang masih ada. (Metro TV)

PSPS Pekanbaru Dipencundangi Persiba Balikpapan

0

Bermain di kandang sendiri, Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Rabu (15/5/2013), PSPS Pekanbaru kembali gagal memberi hasil positif saat menghadapi Persiba Balikpapan. PSPS kalah 1-2 atas tim tamu. Dengan hasil ini PSPS tetap berada zona degradasi Indonesia Super League (ISL) 2012/13.

Dari delapan laga terakhir, PSPS tidak pernah mendapatkan kemenangan, dan hanya sekali bermain imbang. Kegagalan mendulang angka ini membuat PSPS berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi nilai 14. Tim Askar Bertuah hanya berada satu tangga di atas juru kunci Persidafon Dafonsoro dengan selisih satu poin.

Sedangkan bagi Persiba, kesuksesan membawa pulang tiga angka membuat mereka memperbaiki posisi ke peringkat sepuluh klasemen usai mengumpulkan nilai 23. Raihan angka Persiba sama dengan Persiram Raja Ampat dan Persiwa Wamena, namun tim Beruang Madu kalah selisih gol.
Bermain di kandang, PSPS justru mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan. Persiba lebih dulu mengambil inisiatif serangan, dan mampu menebarkan ancaman di pertahanan tuan rumah.

Kubu Persiba bersorak kegirangan setelah berhasil mengungguli PSPS lebih dulu pada menit ke-13 melalui gol Kim Young-Kwang.

Tertinggal satu gol, PSPS mencoba meningkatkan intensitas serangannya. Kendati demikian, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal menyamakan kedudukan. M Isnaini mendapatkan peluang di menit ke-25, namun tidak membuahkan hasil.

Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang PSPS justru kebobolan untuk kali kedua. Kali ini, mantan punggawa mereka di putaran pertama, Ade Suhendra, yang menjebol gawang PSPS pada menit ke-28.

PSPS mendapatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalan mereka ketika mendapatkan hadiah penalti menjelang babak pertama berakhir. Sayangnya, April Hadi yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

Tuan rumah yang mengalami defisit dua gol mencoba kembali meningkatkan intensitas serangan guna memperkecil ketertinggalan. Upaya itu membuahkan hasil ketika Camara Namory mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-55.

Gol ini melecut motivasi pemain tuan rumah untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja, upaya mereka menemui kesulitan, karena Persiba lebih mengamankan keunggulan mereka dengan memperkuat pertahanan. Skor 2-1 ini pun bertahan hingga wasit meniupkan pluit panjang. (Go Riau)

#beritaPKU Pekanbaru Alokasikan Rp100 Miliar Untuk Pembangunan Jalan

Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar pada 2013 untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas dan barang di kota itu.

“Alokasi anggaran bidang bina marga tahun 2013 tersebut mengalami kenaikan sebesar 35 persen dibandingkan anggaran bidang yang sama pada tahun 2012,” kata Kepala Dinas PU Kota Pekanbaru Azmi di Pekanbaru, Rabu.

Selain membiayai kegiatan fisik proyek, anggaran sebesar itu juga termasuk operasional kegiatan Dinas PU, katanya.

Menurut Azmi, anggaran bidang marga yang dialokasikan itu cukup besar terkait tingginya perhatian pemerintah kota itu untuk melakukan peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan.

Peningkatan kualitas jalan menjadi perhatian serius Pemkot Pekanbaru, sehubungan dengan tingginya pertumbuhan penduduk di daerah itu sejak beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan penduduk di kota ini bahkan berada di atas rata-rata nasional, sehingga juga berdampak terhadap peningkatan arus orang, barang dan jasa, sehingga peningkatan kualitas jalan diperlukan,” katanya.

Sehubungan dengan itu, katanya lagi, Dinas PU Kota Pekanbaru kini terus menggiatkan proses tender ulang ke dua khususnya untuk proyek pembangunan jalan dengan pengaspalan hotmix pada 12 kecamatan.

Untuk proses tender ulang ke dua ini, katanya, dalam minggu ini sudah masuk lagi sejumlah penawaran dari kontraktor namun demikian sejumlah paket sudah diproses.

“Kami berharap tender ulang kedua dapat diselesaikan dalam Mei ini sehingga pengerjaan fisik jalan beraspal hotmix bisa segera dilakukan ditambah dengan satu unit jembatan besar beton senilai Rp2 miliar dan beberapa unit jembatan kecil lainnya,” katanya. (Antara Riau)

BBM di Android dan iOS, Langkah Cerdas atau Bumerang BlackBerry?

0

Keputusan BlackBerry meluncurkan BlackBerry Messenger untuk platform Android dan iOS cukup mengejutkan banyak pengguna perangkat itu di Tanah Air. Ada yang bersyukur karena akhirnya mereka bisa benar-benar meninggalkan BlackBerry, ada pula yang menganggap perusahaan asal Kanada itu membuat kesalahan fatal. Lho?

Bukan rahasia lagi jika banyak pengguna BlackBerry tak bisa benar-benar beralih ke smartphone lain karena terikat dengan BBM. Aplikasi spesial ini hanya ada di perangkat BlackBerry selama bertahun-tahun, dan tiap orang mempunyai akun unik berdasarkan PIN perangkat mereka masing-masing. Artinya, jika mengganti BB, maka nomor PIN teman-teman, keluarga atau klien akan hilang begitu saja. Pengguna memang bisa memberitahukan PIN terbaru mereka, namun akan sedikit merepotkan.

Maka, sudah pemandangan umum kita melihat banyak orang mempunyai iPhone atau Android bagus, tapi tetap mempunyai BB. Selain itu, tak sedikit yang memanfaatkan BBM sebagai sarana untuk berjualan macam-macam barang dengan cara bergonta-ganti foto profil atau status. Singkat kata, keterikatan BBM dengan penggunanya bisa dibilang sangat kuat.

Lalu, apa gerangan yang membuat BlackBerry memutuskan merilis BBM untuk Android dan iOS?

“Anda mungkin bertanya mengapa BlackBerry melakukan ini sekarang,” kata CEO BlackBerry Thorsten Heins dalam konferensi di Orlando, Amerika Serikat, Selasa (14/5) kemarin.

“Ini adalah tanda kepercayaan diri. Platform BlackBerry 10 kuat dan respons (yang kami terima) sangat bagus sehingga kami percaya diri waktunya tepat untuk BlackBerry Messenger menjadi solusi perpesanan multiplatform yang independen.”

Dia menambahkan, pengguna iPhone akan membutuhkan setidaknya iOS 6 untuk bisa menggunakan BBM, sementara pengguna Android minimal memakai Ice Cream Sandwich. Tak ada kalimat Heins mengenai Windows Phone.

Analis dari Davies Murphy Group Europe, Chris Green mengatakan, terlalu dini untuk mengetahui apakah langkah BlackBerry ini akan memaksa kompetitornya mengubah strategi mereka.

“BBM telah menjadi pendorong trafik yang signifikan terhadap BlackBerry –terutama dari khalayak konsumen,” katanya.

Mengembangkan BBM ke multiplatform, kata Chris, bukan hanya memperluas daya tarik konsumen tetapi juga dapat membantu membujuk kembali konsumen korporat yang hilang karena masalah teknis sebelumnya.

Adapun Ben Wood dari CCS Insight memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, BlackBerry terpaksa mengambil langkah itu karena terdesak aplikasi pesan multiplatform yang kian menjamur, termasuk Facebook Messenger. Dia khawatir, bagaimana BlackBerry akan memastikan perilisan BBM untuk Android dan BBM akan bermanfaat terhadap penjualan ponsel BB.

Todd Haselton dari Technobuffalo mengatakan, ada dampak positif dan negatif dari langkah BlackBerry tersebut.

Dampak positifnya, akan makin banyak pengguna yang mengenal merek BlackBerry. Kedua, perusahaan asal Kanada itu mengaku BBM versi Android dan iOS akan menawarkan layanan pesan dan group chat, tetapi pengguna tak akan bisa melakukan panggilan video, berbagi layar dan berbagai keunggulan lain yang hanya ada di perangkat BlackBerry.

Kekurangan tersebut bisa memicu dua hal. Pertama, pengguna yang melihat kekurangan BBM di Android dan iOS akan beralih ke BlackBerry, atau mereka meninggalkan BBM dan tetap memilih aplikasi lain, seperti WhatsApp, WeChat, Line dan sebagainya.

Bisa pula BlackBerry menawarkan opsi lain. Misalnya, agar pengguna Android dan iOS bisa menikmati fitur penuh BBM, mereka harus membayar biaya berlangganan.

Dampak buruknya, sudah jelas ketergantungan orang terhadap BBM di perangkat BB akan tergerus seiring dengan kehadiran aplikasi ini di Android dan iOS. Buat apa lagi punya BB kalau BBM bisa juga dinikmati di Android dan iPhone? Sementara BB selama ini lekat dengan istilah “lemot”? (Chip Indonesia)