Home Blog Page 347

Pape ke Persidafon, PSPS Pesimis Dapat Ganti

0

PSPS resmi tak diperkuat Ndiaye Pape Latyr lagi. Striker asal Senegal ini bergabung dengan Persidafon Dafonsoro yang akan menjadi lawan PSPS di laga lanjutan ISL, Rabu (22/4).

Dengan demikian maka PSPS hanya mengandalkan satu peman asing saat tandang ke Papua nanti yakni Camara Namory.

“Pape sekarang resmi bergabung dengan Persidafon,” ujar caretaker pelatih PSPS, Afrizal Tanjung, Ahad (19/5).

Mantan pelatih PS Siak ini pun pesimis dengan waktu yang tersisa ada pemain asing yang bergabung. Pasalnya, pendaftaran pemain ditutup Jumat (24/5). “Sepertinya sudah tak ada pemain asing lagi,” ujarnya.

Sempat diberitakan mantan pemain Pelita asal Bulgaria, Stanislav Zhelev Zhekov akan datang. Tapi hingga kemarin, Zhekov belum juga bergabung. “Saya berharap jelang pendaftaran ditutup, ada pemain asing untuk mengisi posisi bek atau striker karena di dua lini ini kami perlu tambahan kekuatan,” tambahnya.

Dengan pemain yang ada, PSPS terus melakukan persiapan jelang ke Papua. Untuk meningkatkan kerjasama tim, PSPS melakukan uji coba dengan U-21 di Stadion Rumbai, Sabtu (18/5). Hasilnya, PSPS menang dengan skor 3-1.

#beritaPKU Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota UIR Tanam Pohon

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta pengabdian masyarakat, civitas akademika Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)  Universitas Islam Riau melakukan penyadaran lingkungan dan penanam pohon di pinggir Sungai Siak Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru.

”Kegiatan pengabdian masyarakat dan lingkungan ini didukung oleh Bidang Penataan Ruang Dinas PU Riau dan pemerinta kecamatan dan kelurahan dan Dinas Kebersihan,” ujar Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UIR, Ahad (19/5)

Penanaman pohon ini diikuti oleh mahasiswa dibawah koordinasi dosen Jurusan PWK diantaranya Ir Mardianto Manan MT, Puji Astuti ST MT, Febby Asteriani ST MT dan Rona Muliana ST MT.

Salah seorang dosen, Mardianto Manan mengemukakan penanaman pohon secara alamiah dapat mengurangi dampak pemanasan global, mencegah erosi dan memperindah kawasan pinggiran sungai.

Ditambahkannya, kehadiran pihaknya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman sebagai sikap yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. ”Kegiatan ini juga wujud dari kerja sama sinergis dan kordinatif antar UIR dengan masyarakat,” ungkapnya. (Riau Pos)

#cuacaRIAU Suhu Udara Riau Bisa Capai 35 Derajat Celcius

0

Titik panas di Riau mulai meningkat akhir-akhir ini. Penyebabnya adalah udara panas yang semakin intens terjadi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebutkan, musim hujan sudah hampir berlalu, kemarau pun akan tiba. Riau memasuki masa peralihan musim.

Menurut Analis BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, Minggu (19/5), cuaca di Riau terpantau mencapai 34,2 derajad celcius. Bahkan, berpeluang meningkat lagi hingga mencapai 35 derajad celcius. Padahal, sehari sebelumnya, kondisi udara hanya 32,0 derajad celcius.

Diterangkannya, akhir pekan kemarin, BMKG memantau ada 32 titik panas di wilayah Sumatera. 19 titik diantaranya ada di kawasan Provinsi Riau. Dengan rincian, di Kabupaten Rokan Hilir mencapai 13 titik, Dumai tiga titik sementara Rokan Hulu, Siak dan Bengkalis masing-masingnya ada satu titik. “Jumlah titik panas ini bisa bertambah mengingat udara panas masih terjadi,” kata Yudhistira.

Tapi, pada hari Minggu kemarin, jumlah titik panas di Riau bertambah menjadi 67 titik. Jumlah terbanyak masih ada di Kabupaten Rokan Hilir dengan 29 titik. Diikuti Rokan Hulu sembilan titik, Bengkalis delapan titik, Pelalawan enam titik, Siak dan Kuantan Singingi masing-masing empat titik. Lalu di Dumai dan Kampar masing-masing tiga titik serta Indragiri Hulu satu titik.

Jumlah titik panas di Riau ini menjadi yang terbanyak dibanding beberapa provinsi lainnya di Sumatera. Karena di Kepulauan Riau yang bertetangga dengan Riau, titik panas hanya terpantau dua titik. Lalu di Sumatera Barat sembilan titik, Jambi enam titik, Sumatera Utara 14 titik dan Naggroe Aceh hanya satu titik panas.

Sementara itu, visibility (jarak pandang) di Pekanbaru berkisar 300 meter pada pukul 03.00 WIB Minggu (19/5) dinihari. Kemudian pukul 07.00 WIB naik lagi menjadi 500 meter. Menurut BMKG, kondisi ini masih fenomena fox yakni uap air di udara bukan karena asap.

Dijelaskannya, udara panas di Riau ini dipengaruhi oleh transisi cuaca dari hujan ke musim kemarau. Diperkirakan, bulan depan semua wilayah Riau sudah masuk musim kemarau. Sementara saat ini, Riau bagian utara seperti  Dumai, Rokan Hilir dan sebagian di Rokan Hulu curah hujan sudah mulai minim.

Sementara itu, beberapa kawasan di Kabupaten Rokan Hulu, sebagian Indragiri Hilir dan Kampar masih berpeluang hujan. Intensitasnya ringan hingga lebat. Namun, kalaupun lebat, akan sangat jarang terjadi. Hujan lebat itu karena disebabkan akumulasi panas selama beberapa hari sebelumnya.

Dijelaskan Yudhistira, layaknya musim peralihan, kondisi angin biasanya berhembus kencang. Kondisi ini biasanya terjadi saat malam hari. Kecepatannya bahwa bisa berkisar maksimum 35 hingga 40 knot. Kondisi ini serupa dengan kecepatan 70 kilometer per jam.

Yudhistira juga mengatakan potensi munculnya angin puting beliung cukup besar terjadi di masa peralihan musim seperti sekarang. Terutama di sore hari karena dipengruhi panasnya cuaca. Meski demikian, tidak semua angin kencang bisa disebut sebagai puting beliung.

Sementara itu, besarnya peluang angin kencang tak turut mempengaruhi ketinggian gelombang di perairan Riau. Buktinya, di perairan Riau serta Kepulauan Riau, BMKG memantau ketinggian gelombang hanya berkisar 0,5 sampai satu meter. Kondisi ini tidak mengganggu aktivitas pelayaran di perairan tersebut. (Tribun Pekanbaru)

#ISG_2013 Miing Nilai ISG Sebaiknya Tetap Digelar di Riau

0

Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi urusan kepemudaan dan olahraga Dedi ‘Miing’ Gumelar menilai sebaiknya Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 tetap digelar seperti rencana awal saja.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, sejak awal, pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Riau bukan semata untuk PON tetapi juga ISG III.

“Kalau saya melihat sebaiknya kembali saja ke tujuan awal. Kan pembangunan sarana olahraga di Riau itu awalnya memang sekaligus untuk Islamic (ISG). Jadi menurut saya, buat apa dipindah ke Jakarta,” ujar calon Wali Kota Tangerang itu.

Dedi menambahkan, sampai saat ini, komisinya belum mendapat informasi tentang pemindahan ISG III dari Riau ke Jakarta.

“Yang saya tahu ISG III itu di Riau. Tetapi kalau memang akan ada pemindahan tentunya kami juga diberitahu.”

Pernyataan Dedi ini senada dengan pendapat pengamat olahraga Fritz E Simanjuntak.

“Dipindahkan ke Jakarta pun belum tentu menyelesaikan masalah dan kendalanya pun pasti akan sama. Bahkan akan menambah masalah baru bagi Pemda DKI Jakarta,” kata Fritz, Minggu (19/5).

Fritz mengatakan, sebaiknya Pemerintah dalam hal ini Kemenpora, mengoptimalisasi penyelenggaraan ISG di Riau, mengingat waktu terus berjalan dan praktis hanya tinggal 3 bulan. Itupun jika penyelenggaraan ISG benar-benar akan dilaksanakan pada September.

“Sebentar lagi sudah masuk Juni, apa yang bisa dilakukan dengan sisa waktu 3 bulan ini? Belum lagi menunggu payung hukumnya, kan Keppres-nya harus diubah dan tidak semudah itu,” tambah Fritz.

Beberapa waktu lalu, Menpora Roy Suryo mengusulkan ISG dipindahkan ke Jakarta dan menyelenggarakannya pada 22 September-1 Oktober 2013.

Alasan pemindahan ini adalah karena status Gubernur Riau Rusli Zainal yang telah menjadi tersangka kasus korupsi PON.

Selain itu, dua venue yaitu Stadion Utama Riau yang akan dijadikan sebagai tempat pembukaan dan penutupan belum bisa digunakan dan kolam renang di Rumbai dinilai tidak sesuai standardisasi internasional. (Metro TV)

#beritaPKU Jembatan Siak IV Pekanbaru Tak Kunjung Selesai

Jembatan Siak IV Pekanbaru yang dimulai pemancangannya 2011 lalu hingga 2013 ini tak kunjung selesai pembangunannya.

Jembatan yang berada di Jalan Sudirman ujung di kawasan Pelita Pantai Pekanbaru ini kondisinya saat ini baru selesai sebatas pembangunan di kedua bagian ujung jembatan saja. Sedangkan bagian konstruksi jembatan yang melintas di atas Sungai Siak Pekanbaru belum terbangun.

Dalam sidang kasus suap PON Riau beberapa waktu lalu terungkap di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru bahwa kontraktor pembangunan jembatan ini pernah meminjamkan uang Rp455 juta kepada perusahaan KSO yang membangun venue PON Riau untuk biaya “uang lelah” yang diminta anggota DPRD Riau. Di mana uang ini akhirnya ikut ditangkap aparat KPK beberapa waktu lalu. (Riau Pos)

PSPS Evaluasi Lini Belakang Jelang Bertemu Persidafon

0

Pengurus PSPS Pekanbaru, Riau, melakukan evaluasi terhadap lini belakang menjelang pertandingan tandang dengan Persidafon, Papua Barat, 22 Mei 2013 dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.

“Dari dua kali pertandingan kandang menghadapi Persiba Balikpapan dan Barito Putra, Banjarmasin, maka lini belakang dinilai masih rapuh,” kata pelatih PSPS, Afrizal Tanjung di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut dia, kekalahan menghadapi dua tim asal Kalimantan itu tentunya harus ada evaluasi karena bila tidak maka penjaga gawang akan kesulitan menghadapi serangan lawan.

Pada putaran kedua ISL 2012-2013, maka PSPS harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah ditumbangkan Persiba, dengan skor 1-2 dan Barito Putra dengan skor 1-3.

Selain itu, katanya, bahwa pemain di lini tengah juga masih dianggap keropos karena belum padu dalam koordinasi dengan penyerang dalam pengiriman bola.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka pihaknya melakukan uji coba dengan PSPS junior U-22 di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Pekanbaru.

Dia menambahkan kekompakan tim terus ditingkatkan dan koordinasi diantara pemain belum maksimal dan terlihat ketika menjamu Persiba.

Namun PSPS Pekanbaru berencana bertolak ke Papua, Senin (20/5) dengan membawa sebanyak 16 pemain yang mayoritas usia muda.

Menjawab pertanyaan bahwa pihaknya berencana merekrut pemain asing asal Bulgaria, Staislav Zhelev Zhekov, mantan asisten Mundari Karya itu mengatakan belum juga ada pemberitahuan tentang kedatangan pemain tersebut.

PSPS hanya mampu menulang sebanyak 14 poin dari 19 kali bertanding, dengan rincian tiga kali menang, lima kali imbang dan 11 kali tumbang.

Demikian pula PSPS terpuruk di jurang degradasi peringkat sementara ke-18 kompetisi ISL 2012/2013 di bawah Persidafon dan Persita Tangerang, Banten. (Antara Riau)

#ISG_2013 KPK Tetap ‘Mata-Matai’ ISG Walau di Jakarta

0

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal ‘memata-matai’ penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) walau di Ibu Kota Negara, Jakarta. Menurut pejabat di lembaga penegak hukum ‘super boddy’ ini, event olahraga internasional itu patut diantisipasi agar tidak terjadi penyelewengan keuangan negara.

“Memang demikian, KPK selalu ‘memata-matai’ setiap kediatan yang ada kaiatannya dengan uang negara. Termasuk itu (ISG),” kata juru bicara KPK Johan Budi dihubungi per telepon, Minggu (19/5/2013).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo sebelumnya ‘ngotot’ penyelenggaraan olahraga bagi negara-negara Islam di dunia ini di pindah ke Jakarta.

Berbagai alasan dari ‘kengototan’ itu diungkapkan Roy, salah satunya yakni status Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII/2012 dan kasus dugaan korupsi kehutanan di Siak dan Pelalawan.

Roy mengaku khawatir, jika pelaksanaan ISG tetap dipaksakan di Riau, justru akan membawa ‘malapetaka’ yang tentunya sangat berdampak bagi nama baik bangsa.

Menurut dia, ISG jauh berbeda dengan PON. Jika pelaksanaannya kacau balau, maka imbasnya adalah jatuhnya nama baik Indonesia di ‘mata’ internasional. (Go Riau)

#ISG_2013 Seharusnya Menpora Fokus Siapkan ISG di Riau

0

Pengamat Olahraga Fritz E Simanjuntak berpendapat sebaiknya Pemerintah fokus pada penyelenggaraan Islamic Solidarity games III tetap berlangsung di Riau.

Hal itu dikemukakan Pengamat Olahraga Fritz E Simanjuntak terkait dengan sikap Menpora Roy Suryo yang akan memindahkan tempat penyelenggara ISG III dari Riau ke Jakarta.

“Dipindahkan di Jakarta pun  belum tentu menyelesaikan masalah dan kendala nya pun pasti akan sama. Bahkan akan menambah masalah baru bagi  Pemda DKI Jakarta,” kata Fritz Simanjuntak ketika dimintai tanggapan tentang pemindahan Tempat Penyelenggara ISG III, Sabtu kemarin (18/5/2013).

Fritz mengatakan, sebaiknya Pemerintah dalam hal ini Kemenpora mengoptimalisasi penyelenggaraan ISG di Riau, mengingat waktu terus berjalan dan praktis hanya tinggal 3 bulan jika Penyelenggaraan ISG tersebut benar – benar akan dilaksanakan pada bulan September.

“Sebentar lagi sudah masuk ke bulan Juni apa yang bisa dilakukan dengan sisa waktu 3 bulan ini?, belum lagi menunggu payung hukumnya. kan Keppres nya harus dirubah dan tidak semudah itu,” terang Fritz.

Sepatutnya kata Mantan Ketua Bisnis dan Industri Olahraga KONI Pusat di era Wismoyo Arismunandar itu, Pemerintah harus belajar dari penyelenggaraan  penyelenggaraan multi event yang pernah di laksanakan di Indonesia.

“Saya melihat tidak adanya kemampuan Pemerintah Pusat untuk mengemas event Olahraga bertaraf Internasional .Semuanya serba mepet lihat saja Asian Beach Games , kemudian Sea Games dan sekarang Islamic Solidarity Games padahal ini sudah berulang kali,” ujarnya lagi.

Lebih Lanjut Fritz E Simanjuntak mengemukakan, Status tersangka yang diemban Gubernur Rusli Zainal jangan dicampur adukkan antara politik dan Olahraga.

“Status Gubernur adalah persoalan lain. Fokus Menpora justru kepada penyelenggaraannya saja status Gubernur Riau adalah masalah Hukum jangan dicampur baurkan,” ujarnya.

Fritz menyarankan sebaiknya Pemerintah mengibarkan bendera Putih untuk menunda pelaksanaan ISG III daripada harus menanggung malu .

“Sebenarnya ini pernah terjadi pada Iran yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah ISG II, namun mereka tidak sanggup ,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Fritz juga mempertanyakan peranan KONI/KOI . Dalam Situasi seperti ini seharusnya KONI dan KOI harus bertanggung jawab , terkait penyelenggaraan ISG III ini.

“Seharusnya KONI dan KOI itu lah yang paling bertanggung jawab karena mereka lah domain responsbility Sport of event,” ungkap Fritz.

Secara terpisah Anggota Komisi X DPR-RI Dedi ‘Ming ‘Gumelar mengatakan, Komisi X sampai saat ini belum mendapat informasi tentang pemindahan ISG III dari Riau ke Jakarta.

“Yang saya tahu ISG III itu di Riau. Tapi kalau memang akan ada pemindahan tentunya kami juga diberitahu,” Calon Walikota Tangerang ini.

Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-Perjuangan ini juga mengatakan, sejak awal pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga di Raiu tersebut bukan semata untuk pelaksanaan PON tetapi juga Islamic Solidarity Games III.

“Kalau saya melihat sebaiknya kembali saja dari tujuan awal kan pembangunan Sarana Olahraga di Riau itu awalnya memang sekaligus untuk ISG .Jadi menurut Saya buat apa dipindah ke Jakarta ,” pungkas mantan pelawak Bagito ini. (Hallo Riau)

Mesjid Agung An-Nur, Taj Mahal nya Indonesia

0

Seperti diketahui, sebagian besar warga Kota Pekanbaru merupakan keturunan Melayu dan pemeluk agama Islam. Tidak mengherankan jika wisata di Pekanbaru tidak jauh dari yang namanya wisata budaya dan religi.

Masjid Agung An-Nur dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1968. Masjid yang di ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru tersebut saat ini merupakan salah satu yang termegah di Indonesia. Dari segi arsitektur, Masjid Agung An-Nur dipengaruhi oleh gaya Melayu, Turki, Arab, dan India. Tetapi, pada eksteriornya pengaruh India cukup dominan karena dianggap seperti Taj Mahal. Akibatnya, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa Masjid Agung An-Nur merupakan Taj Mahalnya Indonesia.

Sejarah

Secara historis, rencana untuk mendirikan Masjid Agung An-Nur telah ada sejak tahun 1963. Namun baru direalisasikan pada tahun 1966 ketika Kaharuddin Nasution menjadi Gubernur Riau. Pada tanggal 27 Rajab 1388 H atau bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 1968 Masjid Agung An-Nur diresmikan penggunaannya oleh Arifin Ahmad, Gubernur Riau waktu itu. Pada tahun 2000 ketika Shaleh Djasit menjadi Gubernur Riau, Masjid Agung An-Nur direnovasi secara besar-besaran. Bila pada masa Gubernur Kaharuddin Nasution areal Masjid An-Nur hanya seluas 4 hektar dengan daya tampung sekitar 2000 jamaah, maka pada masa Gubenur Saleh Djasit areal Masjid Agung An-Nur diperluas hingga mencapai 12,6 hektar dengan daya tampung sekitar 3000 jamaah.

Masjid Agung An-Nur Riau yang kita saksikan begitu megah saat ini bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 dan diresmikan tahun 1968. Tapi merupakan bangunan hasil renovasi total dan pembangunan kembali dari masjid Agung An-Nur yang lama. Di pergantian milenium tahun 2000 lalu, pada saat Riau dibawah kepemimpinan gubernur Saleh Djasit, Masjid Agung An-Nur yang lama di rombak total ke bentuknya saat ini.

Dari pembangunan tahun 2000 tersebut luas lahan masjid ini bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya seluas 4 hektar menjadi 12.6 hektar. Luasnya lahan masjid baru ini memberikan keleluasaan bagi penyediakan lahan terbuka untuk publik Pekanbaru termasuk di dalamnya kawasan taman nan hijau dan lahan parkir yang begitu luas.

Dalam sejarahnya Masjid Agung An-Nur pernah menjadi kampus bagi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim Pekabaru di awal pendiriannya hingga tahun 1973. IAIN Sultan Syarif Kasim kini Menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Pekanbaru.

Berikut ini adalah fasilitas Masjid Agung An-Nur Pekanbaru
  • Lantai bawah masjid merupakan tempat sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta tempat pelaksanaan pendidikan Islam.
  • Masjid ini juga tersedia fasilitas hot spot gratis tanpa bayar dan free user logon tanpa harus meminta password, jadi apabila anda bawa laptop berfasilitas Wifi anda dapat berinternet sepuasnya!.
  • Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas, bila sore hari akan ramai dikunjungi masyarakat kota untuk berolahraga atau bersantai.
  • Lahan Parkir Masjid Agung sangat luas, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat dan enam. Lokasinya juga aman, nyaman.

Arsitektur

Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru ini disebut disebut sebagai Taj Mahalnya Indonesia. Bila diamati arsitektural masjid Agung An-Nur memang memiliki beberapa kesamaan dengan Taj Mahal. Arsitektur Masjid ini dirancang oleh Ir. Roseno dengan ukuran 50 X 50 m yang terletak dalam satu pekarangan yang luasnya 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar 4.500 orang jamaah. Bangunan masjid terdiri dari tiga tingkat. Tingkat atas digunakan untuk sholat, dan tingkat bawah untuk kantor dan ruang pertemuan.

Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, 1 buah tangga di bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping. Di bagian atas terdiri dari 13 buah pintu dan bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu dan mempunyai kamar-kamar yang besar dan sebuah aula. Sedangkan tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta yang ditulis pada tahun 1970.

Lantai bawah masjid merupakan sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta ruang ruang kelas tempat pelaksanaan pendidikan Islam. Masjid Agung An-Nur Riau juga dilengkapi dengan eskalator penghubung antara lantai satu dan dua. Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas

Masjid Agung An Nur juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas seperti pendidikan mulai dari playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang lengkap dan fasiltas lain seperti aula dan ruang pertemuan, ruand kelas dan ruang ruang kantor.

 Galeri Foto :

#beritaPKU 40 Sepeda Motor Terjaring Razia Geng Motor

Berhembusnya informasi bahwa masih ada anggota Klewang yang belum ditangkap membuat warga Pekanbaru resah. Untuk mengantisipasi geng motor itu, Jajaran Polresta Pekanbaru kembali melakukan razia.

Kali ini, razia dilakukan di sekitaran jalan menuju bandara Sultan Syarif Qasim II, Sabtu (18/5) malam. Sebanyak 40 Sepeda Motor diamankan.

Razia dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan langsung menyergap para remaja dengan sepeda motornya yang berkumpul ataupun balap-balapan liar di jalanan itu. Begitu polisi datang, remaja-remaja yang umumnya menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi bak motor balap tersebut kocar-kacir.

Namun, tidak sedikit dari mereka yang tak berkutik. Sebanyak 40 sepeda motor modifikasi dan tanpa surat-surat lengkap terpaksa diangkut ke truk untuk diamankan ke Mapolresta Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs. R. A. Ginanjar melalui Kasat Lantas, Kompol M. Mustofa SIK membenarkan razia tersebut. “Ya. Kita melaksakan razia untuk mengantisipasi geng motor dan balap liar yang mana mereka ini sangat meresahkan warga Pekanbaru. Khususnya para pelalu jalan,” katanya kepada wartawan.

Kasat juga mengatakan, pihaknya memang menahan sepeda motor tersebut karena memang surat-surat tidak lengkap dan ada juga sepeda motor yang trondol. “Itukan melanggar Undang-Undang Lalu Lintas. Dan kita amankan ke Mapolresta untuk diproses,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyelidiki apakah sepeda motor tersebut merupakan milik dari anggota geng motor binaan Klewang, mengingat Sat Reskrim Polresta juga masih mencari anggota Klewang yang terlibat beberapa tindak kejahatan. “Ya, itu juga akan kita dalami nanti,” kata Kasat. (Riau Terkini)