Lahan Terbakar Riau 2023: 821 Ha, Berikut Rinciannya

0
214
Lahan Terbakar Riau

Berdasarkan update data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, ada 821 hektare lahan yang terbakar di Riau tahun 2023 ini. Yang mana dimulai dari awal tahun hingga Juli 2023 ini.

Rincian Lahan Terbakar

821 hektare lahan terbakar tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota di Riau, di antaranya sebagai berikut:

  • Kabupaten Bengkalis yakni 337.48 hektare
  • Dumai 100,57 hektare
  • Indragiri Hilir 47,57 hektare
  • Indragiri Hulu 24,80 hektare
  • Kampar 46,99 hektare
  • Kepualaun Meranti 12,75 hektare
  • Kuantan Singingi 2 hektare
  • Pelalawan 37.18 hektare
  • Rokan Hilir 135.5 hektare
  • Rokan Hulu 35,5 hektare
  • Siak 22,35 hektare
  • Pekanbaru 18,5 hektare

Sejak tahun 2021-2023, diketahui bahwa jumlah titik api tertinggi di Riau berada di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rohil. Daerah tertinggi kedua berada di Kecamatan Kubu Babussalam, Rokan Hilir.

Selanjutnya di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir. Lalu di Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Bukit Kapur, serta Kecamatan Medang Kampai yang berada di Kota Dumai.

Kemudian di Kecamatan Bandar Laksamana, Rupat, dan Pinggir yang berlokasi di Kabupaten Bengkalis. Terakhir di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

Masyarakat Tidak Membakar Lahan

Gubernur Riau, Syamsuar, meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Hal ini agar tidak terjadi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dimana mengingat Riau sebagai salah satu daerah yang rawan karhutla, ditambah juga lahan yang terbakar di Riau tahun 2023 sudah semakin luas.

Selain itu Gubri mengatakan, hal tersebut bakal diperparah dengan adanya peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Yang mana memprediksi akan terjadi kemarau kering akan melanda Riau tahun ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

“Sejak tahun 2020 lalu sudah tidak ada lagi bencana asap, semoga di tahun politik ini tidak terjadi bencana asap,” kata Syamsuar, Kamis (13/7/2023).

Mantan Bupati Siak tersebut berharap agar camat di Riau bisa melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terjadi Karhutla yang dapat mengganggu perekonomian, transportasi, serta kesehatan masyarakat.

“Jangan sampai di masa mendatang, kabut asap terjadi lagi. Supaya dapat menikmati udara segar dan tidak ada penyakit batuk,” ungkapnya.

Karhutla Perhatian Semua Pihak

Lebih lanjut ia juga meminta kepada semua pihak agar karhutla menjadi perhatian bersama. Terlebih lagi dengan sudah dibentuknya posko di semua satgas serta kelurahan.

Pihaknya berharap agar semua sumber daya manusia dapat disiagakan. Untuk meningkatkan patroli rutin di daerah rawan Karhutla, serta meningkatkan kerjasama dengan seluruh stakeholder.

“Daerah yang sudah lama tidak hujan, sudah saya minta BPBD menyampaikan ke Lanud untuk melakukan modifikasi cuaca. Agar hujan turun di wilayah tersebut,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.