Kejadian Mistis Di Rumah Oma Part 2

24

Cerita ini lanjutan dari kisahku (kejadian mistis di rumah oma part 1).

Hamil tua biasanya dimitoskan sebagai darah manis kata orang-orang dulu, salah satunya adalah tidak boleh keluar rumah. Khususnya malam hari, karena si darah manis ini atau calon bayi ini akan diikuti oleh mahkluk astral (makhluk gaib).

Aku gak tahu makhluk seperti apa itu dan wujudnya gimana, yang jelas itu cuma urban legend yang susah dipercaya.

Cerita ini berawal dari kehamilan anak pertama kami, saat itu istriku sedang hamil 8 bulan. Sebagai mana mitos dari nenek-nenek kami bahwa si bumil 8 bulan ini banyak pantangannya.

Mulai dari tidak boleh sisir rambut pada malam hari, dilarang duduk di depan pintu, dilarang membunuh binatang, dilarang berkata kasar, hingga dilarang keluar rumah khususnya pada malam hari.

Seingatku saat itu Rabu malam, si bumil ini mendadak ngidam makan pie di salah satu outlet pie yang terkenal di kota Pekanbaru. Menurutku pukul 19:30 WIB tidak terlalu malam untuk kami pergi membeli pie itu.

Memang sih jalan di tempat outlet pie itu dijajari oleh pohon-pohon tinggi dan rimbun. Sebenarnya sudah tersirat juga di hatiku “eh gak papa nih bawa bumil lewat disini..?” Apa lagi saat itu kami naik motor.

Setelah membeli pie tersebut kami tidak langsung pulang, karena si bumil ini meminta untuk keliling kota Pekanbaru untuk menikmati indahnya malam.

Pukul 22:00 WIB kami sampai di rumah. Karena kelelahan kami langsung masuk kamar dan istirahat, tentunya sambil menikmati pie yang kami beli tadi.

Kondisi rumah oma saat itu sudah gelap, karena semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing. Hanya lampu kuning di ruang tengah yang menyala untuk sekedar memberi sedikit cahaya remang antara ruang tamu dan ruang tengah menuju ke arah dapur.

Seingatku, saat itu sekitar pukul 23:00 WIB. Karena haus, aku keluar kamar untuk mengambil sebotol air putih dingin di dapur. Setelah itu aku duduk sebentar di kursi ruang tengah yang posisinya di antara ruang tamu dan dapur.

Aku gak tahu apakah aku sedang berhalusinasi atau gimana, saat aku meneguk air dingin ini sudut mata kananku melihat sesosok objek putih duduk di sofa ruang tamu pas di samping guci besar tua yang sudah 20 tahun ini terletak disana.

Awalnya aku merasa biasa saja dan masih positif thinking karena biasanya halusinasi begini bakalan hilang dalam sekejap. Terlebih lagi saat kita lihat beneran, dengan pede-nya kumiringkan kepalaku menghadap ke objek halusinasi itu sambil berharap objek itu akan hilang karena aku hanya berhalusinasi.

Namun nyatanya tidak, ada sosok wanita berkain putih sedang duduk tegap di sana dengan kepala menunduk. Dengan cepat ku alihkan pandanganku ke depan.

Ingin berteriak dan lari, tapi entah mengapa badanku kaku dan kakiku tidak bisa bergerak karena lemas. Termasuk mulutku sangat berat untuk berteriak, dari ujung kepala hingga kaki terasa gemetar sambil dalam hati ku bertanya “apa itu yang dinamakan kuntilanak ya..?”

Sosok putih itu masih terlihat di sudut mataku duduk dan tidak bergerak, sampai akhirnya ku tenangkan diri hingga badan terasa tidak kaku lagi. Perlahan aku berdiri dan memaksakan langkah cepat menuju kamar nenekku sambil berusaha mengeluarkan suara “mak, ada orang pakai baju putih duduk diruang tamu.!!”

Kemudia si nenekpun bergegas keluar kamar untuk melihat ke ruang tamu, namun sosok itu sudah tidak ada di sana atau menghilang. “Cepat cek kondisi istrimu.!!” Dengan suara lantang si nenek sambil menunjuk ke arah kamarku. Alhamdulillah untung saja saat itu istriku tidak apa-apa.

Semenjak kejadian itu, kami dinasehati oleh orang tua ini tentang bahayanya ibu hamil jika keluar malam. Apalagi kemarin itu kami memang melewati jalanan gelap dan sepi serta banyak pohon-pohon besar di sana.

Ditambah lagi kami berkeliling kota dan melewati hutan kota Pekanbaru. Mungkin dengan cerita singkat ini, kita bisa berbagi pengalaman agar setiap yang membaca juga bisa berhati-hati dalam bertindak, percaya atau tidak kadang itu bisa saja terjadi sewaktu-waktu dengan kita.