Jumlah Angka Covid19 Riau Hari Ini: Tambah 385, Total 52.682

217
Jumlah Angka Covid19 Riau

Jumlah angka Covid19 Riau Hari Ini (Rabu, 19/5/2021) bertambah sebanyak 385 kasus, 469 pasien yang telah sembuh, dan 17 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 52.297 kasus menjadi 52.682 kasus.

Dari jumlah angka Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 47.261 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 841 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.200 orang isolasi mandiri, serta 1.380 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 88.924 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 150 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 84.893 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.609 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 272 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.881 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.704 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 303.941 sampel.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.