Hari Perawat Nasional, Apresiasi Pengabdian di Masa Pandemi

46
Hari Perawat Nasional

17 Maret diperingati sebagai Hari Perawat Nasional. Para perawat memberikan dedikasi besar dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air dan menghadapi resiko besar dari penularan virus Covid-19.

Hari Perawat Nasional yang jatuh pada 17 Maret menjadi momentum untuk mengingat dan mengapresiasi pengabdian para perawat di berbagai penjuru negeri.

Sejarah Hari Perawat Nasional

Pada 17 Maret 1974 adalah hari dimana terbentuknya organisasi profesi perawat yang diberi nama yaitu PPNI atau Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Jauh sebelum penetapan Hari Perawat Nasional, organisasi perawat di Indonesia memang sudah berkembang pesat dahulu.

Sejak zaman penjajahan dahulu perawat di Indonesia sudah ada dengan nama Residen Vpabst (1891) di Batavia saat itu berubah menjadi Stadsverband (1919) dan berubah menjadi CBZ (Cental Burgerlijke Zieken Inrichting). Lokasinya di daerah Salemba yang saat ini menjadi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pada saat itu perawat sudah memiliki suatu perkumpulan sebagai wadah untuk menjalankan pergerakan dalam menentukan martabat profesi perawat.

Ketika itu terdapat beberapa organisasi diantaranya perkumpulan kaum Velplegerster Indonesia (PKVI), Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI). Ada pula Persatuan Perawat Indonesia (PPI), Ikatan Perawat Indonesia (IPI).

Organisasi–organisasi perawat tersebut saat itu mengadakan pertemuan dimana dihadiri oleh IPI, PPI dan PDKI. Dihadiri juga oleh Ojo Radiat, HB. Barnas dan Drs. Maskoed Soerjasumantri sebagai pimpinan sidang.

Mereka bersepakat untuk melakukan fusi organisasi dan menyatukan diri dalam satu wadah organisasi yang saat itu masih bernama Persatuan Perawat Nasional.

Apresiasi Pengabdian di Masa Pandemi

Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan 274 perawat meninggal dunia terpapar Covid-19.

Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah mengatakan pandemi Covid-19 adalah peningkat dari peran vital perawat bagi dunia kesehatan.

Mengingat pentingnya peran penting perawat, di masa pandemic ini WHO mengimbau pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja perawat serta semua petugas kesehatan.

Termasuk memastikan akses tanpa hambatan ke APD. Perawat dan semua petugas kesehatan harus diberikan fasilitas kesehatan mental, pembayaran tepat waktu, cuti sakit, dan asuransi.

Sekian sejarah singkat tentang Hari Perawat Nasional sebagai momentum apresiasi pengabdian di masa pandemi.

Saat ini perawat menjadi sosok yang paling dekat dan selalu berada di dekat pasien. Tanpa perawat dan petugas kesehatan lainnya, korban dari pandemi bisa lebih besar.