Gerhana Bulan Total 2022, Berikut Fakta-Faktanya

344
Gerhana Bulan Total 2022

Gerhana Bulan Total 2022 diperkirakan akan terjadi pada tanggal 8 November mendatang. Untuk itu mari kenali beberapa fakta menarik tentang fenomena langka Gerhana Bulan Total tahun 2022 tersebut.

Apa Itu Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total merupakan fenomena astronomis saat seluruh permukaan bulan memasuki bayangan inti (umbra) bumi. Yang disebabkan oleh konfigurasi antara bulan, bumi, dan matahari membentuk garis lurus.

Selain itu bulan berada di dekat titik simpul orbit bulan. Yaitu perpotongan antara ekliptika (bidang edar bumi mengelilingi matahari) dengan orbit bulan. Gerhana Bulan Total tersebut terjadi ketika fase bulan purnama, akan tetapi, tidak semua fase bulan purnama dapat mengalami Gerhana Bulan.

Hal ini dikarenakan orbit Bulan yang miring 5,1° terhadap ekliptika. Sehingga waktu yang ditempuh bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh bulan agar berkonfigurasi dengan bumi dan matahari dalam satu garis lurus. Dengan demikian bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika purnama.

Kapan Gerhana Bulan Total Terjadi

Gerhana Bulan Total pada 8 November 2022 ini memiliki durasi total selama 1 jam 24 menit 58 detik. Sedangkan durasi umbralnya (sebagian + total) selama 3 jam 39 menit 50 detik.

Adapun lebar gerhana bulan total kali ini sebesar 1,3589 dengan jarak pusat umbra ke pusat Bulan sebesar 0,2570. Yang mana termasuk dalam gerhana ke-20 dari 72 gerhana dalam Seri Saros 136 (1680-2960).

Waktu dan Wilayah Mengamati Gerhana Bulan Total

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Fenonema Yang Terjadi

Saat bulan memasuki umbra, warna umbra cenderung hitam. Warna bulan akan menjadi kemerahan seiring bulan seluruhnya berada di dalam umbra. Hal tersebut disebabkan mekanisme Hamburan Rayleigh yang terjadi pada atmosfer Bumi.

Hamburan Rayleigh yang terjadi saat gerhana bulan, sama dengan mekanisme pada matahari/bulan tampak berwarna kemerahan saat berada di ufuk rendah dan langit. Dimana memiliki rona jingga saat matahari terbit ataupun terbenam.

Spektrum ungu, biru, dan hijau yang memiliki panjang gelombang lebih pendek dihamburkan ke angkasa lepas. Sementara itu spektrum merah, jingga, dan kuning yang panjang gelombangnya lebih panjang diteruskan ke pengamat.

Lalu pada saat gerhana, tidak ada cahaya matahari yang dapat dipantulkan oleh bulan. Sama halnya ketika fase Bulan Purnama. Untuk informasi, gerhana berwarna lebih kecokelatan bahkan hitam pekat jika partikel seperti debu vulkanik ikut menghamburkan cahaya.

Dampak Bagi Kehidupan Manusia

Pasang naik air laut yang lebih tinggi menjadi dampak dari Gerhana Bulan Total bagi kehidupan manusia. Terutama jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya ketika tidak terjadi gerhana, purnama, maupun Bulan Baru.

Dekade Berikutnya di Indonesia

Untuk sedekade berikutnya, Gerhana Bulan Total yang dapat teramati di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada beberapa tahun akan datang, di antaranya:

  • 8 September 2025
  • 3 Maret 2026
  • Malam Tahun Baru 2029
  • 21 Desember 2029
  • 25 April 2032
  • 18 Oktober 2032.