Covid Provinsi Riau Tambah 61, Total 128.702 Kasus

140
Covid Provinsi Riau Tambah

Covid Provinsi Riau tambah 61 kasus hari ini (Minggu, 30/1/2022), sehingga total kasus mencapai 128.702 kasus.

Sementara itu ada penambahan pasien sembuh sebanyak 1 orang, sehingga total sembuh mencapai 124.457 orang. Sedangkan pasien meninggal nihil hari ini.

Dari Covid Provinsi Riau tambah 61 kasus hari ini, 8 pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, 112 orang isolasi mandiri, serta 4.125 pasien yang telah meninggal.

Laporan Kasus Covid-19 30 Januari 2022

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 154.672 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 15 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 153.850 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 291 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 516 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 3.180 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 2.771 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 1.078.908 sampel.

Kota Pekanbaru Lanjut PPKM Level 2 Hingga 31 Januari 2022

Penerapan PPKM level 2 di Kota Pekanbaru masih berlanjut hingga 17 Januari 2022 mendatang. Pemerintah kota pun mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Vaksin Booster Dibutuhkan Untuk Penangkal Omicron

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau Indra Yovi menegaskan, booster vaksin ‎dibutuhkan melihat kondisi saat ini. Terutama untuk menangkal terpaparnya virus varian omicron.

Diungkapkannya, vaksin booster akan diprioritaskan untuk kelompok lanjut usia (Lansia) dan petugas yang berhubungan dengan pelayanan publik.

“Kembali ke awal lagi seperti sebelumnya, Nakes dulu, setelah itu baru Lansia, baru nanti untuk petugas pelayan publik,” ucapnya.

Ini Jenis Vaksin Booster yang Digunakan

Terdapat dua vaksin Booster yakni, Homolog dan Heterolog, namun apa perbedaan di antara keduanya?

Warga Pekanbaru yang Terkonfirmasi Omicron Punya Riwayat Perjalanan ke Luar Negeri

Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih mengungkapkan bahwa warga Rumbai, Pekanbaru yang dikabarkan terjangkit virus Covid-19 varian Omicron tersebut memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri di awal tahun 2022.

Ia bersama keluarga menjalani karantina selama sepekan dan isolasi di Banten. Setelah melewati proses karantina warga Rumbai dan keluarganya kembali melanjutkan perjalanan ke Kota Batam.

Warga Rumbai tersebut kemudian di tes PCR dengan hasil reaktif, sementara keluarganya yang lain non reaktif. Ia pun menjalani isolasi mandiri. Sementara keluarganya kembali ke Pekanbaru dengan pesawat terbang melalui Bandara Hang Nadim, Batam.

“Nah di luar dugaan yang bersangkutan ini pulang sebelum masa isolasi selesai menggunakan kapal laut dan sampai ke Pekanbaru pukul 20.00 WIB,” pungkasnya.

Warga Pekanbaru Terkonfirmasi Omicron, Satgas Covid-19 Gerak Cepat Lakukan Tracing

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menjelaskan bahwa tim medis telah melakukan tracing kontak erat terhadap pasien yang terkonfirmasi positif COVID 19 varian Omicron ini. Sehingga saat ini berdasarkan hasil tracing sebagian besar keluarga dari pasien tersebut dinyatakan negatif.

Gubri mengingat masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan berpesan agar masyarakat tetap waspada dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular terhadap virus COVID-19 ini.

Waspada Omicron, Gubri Harap Rumah Sakit Rujukan Pastikan Stok Obat Tersedia

Untuk menanggulangi penyebaran Omicron, Gubri Syamsuar berharap rumah sakit rujukan penanganan kasus COVID 19 di Provinsi Riau untuk memastikan stok obat-obatan tersedia.

Menjaga ketersediaan stok obat-obatan di seluruh rumah sakit ini merupakan bentuk kesiapan pemerintah bersama tim medis di Provinsi Riau, jika terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

Selain itu ia mengimbau masyarakat Riau untuk meningkatkan vaksinasi. Vaksinasi ini bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh, mengurangi risiko terjadinya penularan COVID 19. Kalaupun tertular COVID 19 sehingga dampaknya tidak berat.