Cerita Hand Sanitizer Dulu dan Saat Ini

155
Cerita Hand Sanitizer

Jika kita cerita tentang hand sanitizer, tentunya berbeda antara dulu sebelum masa pandemi Covid-19 dengan kondisi saat ini.

Awalnya Sebagai Pembersih

Waktu pertama kali produk hand sanitizer mengenalkan dirinya, fungsi utamanya dikenal sebagai pembersih telapak tangan. Hand sanitizer sendiri digunakan karena kepraktisannya sebagai pengganti sabun dan air.

Cerita Warga Pekanbaru Tentang Hand Sanitizer

Salah seorang warga Pekanbaru, Novia Aulia, Kamis (12/5/2022), mengungkapkan pengalamannya menggunakan hand sanitizer.

Pada waktu ia masih berada di bangku SMP, Novia mengenal salah satu produk hand sanitizer yakni Antis. Karena produk hand sanitizer tersebut memiliki wangi yang khas, ia menggunakannya usai makan kuah gulai.

“Terus dulu, waktu masih SMP kalo bawa antis ke mana-mana dibilang anaknya bersih, jadi gak akan mau makan atau jajan di pinggir jalan,” kenang Novia.

Bahkan menurutnya dengan menggunakan hand sanitizer, ia merasa bahwa status sosialnya langsung naik seketika.

“Pokoknya kita jadi anak bersih kayak anak-anak crazy rich-lah,” ungkapnya.

Bukan Barang Penting

Dalam pengenalannya, produk hand sanitizer dianggap sebagai suatu barang atau penemuan yang tidak terlalu dibutuhkan sehari-hari.

Hand sanitizer dinilai hanya sebagai pelengkap. Jika dibawa ke mana – mana merupakan hal baik, jika tidak bukan satu hal yang harus dikhawtirkan.

Jika kita mengenal kebutuhan premier, sekunder, dan tersier, maka kala hand sanitizer dikenalkan menjadi barang yang tidak akan dimasukan dalam kebutuhan.

Jadi Barang Penting Sejak Pandemi Covid-19

Namun semua berubah 180 derajat di awal pandemi Covid-19. Dari barang yang dinilai hanya untuk pewangi tangan atau untuk sekadar mencuci tangan saat tidak ada sabun, menjadi benar-benar sangat dibutuhkan.

“Betapa bersyukurnya kita ketika awal-awal covid masih punya stok hand sanitizer padahal botol kecil, kita gak ikut rebutan beli waktu itu,” ungkap Novia kemudian.

Virus yang banyak menelan korban, melumpuhkan hampir semua sektor ekonomi yang ternyata memiliki kelemahan pada sabun dan hand sanitizer.

Hand sanitizer yang dulu tampak namun kurang dianggap menjadi suatu hal yang sangat penting untuk membunuh virus Covid-19 terutama yang menempel di tangan.

Kini jadi kebiasaan

Di masa pandemi ini, penggunaan hand sanitizer menjadi salah satu new normal. Bagi Novia sendiri menggunakan hand sanitizer sudah dilakukannya sejak lama. Namun saat ini dengan perubahan pola pikir pengunaannya.

Hand Sanitizer sekarang tuh staterpack banget sih, terus biar gampang juga kalo panik-panik abis pegang sesuatu, tapi tak menggantikan cuci tangan,” jelasnya.

Hand sanitizer yang dulu digunakan Novia hanya untuk pewangi, saat ini dipahami sebagai suatu zat yang mampu melawan virus paling berbahaya pada abad ini.

Kebiasaan baru yang kemudian timbul di masyarakat menjadi suatu yang wajib untuk dipatuhi. Virus Covid-19 memang terus bertransformasi menjadi banyak varian.

Namun ada satu hal yang tidak berubah dari penelitian dan imbauan yaitu tetap menjaga protokol kesehatan.

Mematuhi arahan pemerintah terkait dengan mengurangi kerumunan serta menggunakan masker jika keluar rumah.

Selain itu juga memastikan untuk melakukan tes dan isolasi jika memang memiliki gejala-gejala terjangkit virus covid-19 yang sudah dirilis oleh Kementerian Kesehatan.