Jadwal Penukaran Uang di BI Riau
Home » Berita » Berita Pekanbaru » Jadwal Penukaran Uang di BI Riau

Jadwal Penukaran Uang di BI Riau


Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan penukaran uang pun meningkat. Hal ini disebabkan karena adanya budaya bagi-bagi THR kepada keluarga.

Bagi masyarakat Kota Pekanbaru yang ingin menukar uangnya, bisa melakukan penukaran pecahan emisi baru di Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, pada tanggal 14-15 dan 19-22 Juni.

Dikatakan oleh Kepala BI Perwakilan Riau, Siti Astiyah, Kamis (8/6) yang lalu, bahwa BI tidak membuka penukaran uang pada hari Jumat (16/6) dan Sabtu-Ahad (17-18).

Untuk jadwal penukarannya sendiri, ujarnya, masyarakat Kota Pekanbaru dapat datang langsung ke Halaman BI mulai dari pukul 09.00-12.00 WIB.

Diperkirakan oleh Siti bahwa kebutuhan penukaran uang terbesar akan terjadi di Kota Pekanbaru, karena Kota Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau.

Meski demikian bukan berarti penukaran di daerah lainnya kecil, hanya saja kebutuhannya tidak sebesar kebutuhan untuk Kota Pekanbaru.

Adapun penukaran uang ini sebagian besar uang yang disediakan adalah untuk penukaran adalah uang baru tahun emisi 2016.

Bagi masyarakat Kota Pekanbaru yang ingin menukarkan uangnya harus membawa kartu identitas seperti KTP atau SIM.

Untuk penukarannya sendiri, BI membatasinya hanya dapat melakukan penukaran uang satu kali dalam sehari maksimal penukaran untuk satu identitas dengan rincian sebagai berikut:

  • Pecahan Rp 20.000 maksimal Rp 6.000.000
  • Pecahan Rp 10.000 maksimal Rp 3.000.000
  • Pecahan Rp 5.000 maksimal Rp 2.500.000
  • Pecahan Rp 2.000 maksimal Rp 1.000.000

Diperkirakan estimasi kebutuhan penarikan uang tunai di periode Idul Fitri 2017 kali ini adalah sebesar Rp167 triliun atau naik 14 persen dibanding Idul Fitri 2016.

Selain ada penukaran, BI juga menyelenggarakan Pasar Murah Pangan dan Bazar UMKM yang bekerja sama dengan Bulog, mulai dari tanggal 19-22 Juni pukul 09.00-15.00 WIB.

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila