Tips Berkendara di Tol Permai Bagi Pemula

1530
Berkendara di Tol Permai

Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (25/9/2020) secara virtual. Tentunya Encik dan Puan ingin segera berkendara di Tol Permai tersebut kan?

Sebagai informasi, tol sendiri secara harfiah artinya “bayar”. Seiring berjalannya waktu, jalan bebas hambatan disebut jalan Tol.

Bagi Ncik dan Puan yang ingin berkendara di tol Permai tersebut, ada beberapa hal yang menjadi perhatian terkait berkendara di jalan Tol.

Berikut ini beberapa tata tertib yang harus Ncik dan Puan ketahui demi kelancaran dan keselamatan berkendara di Tol Permai:

Pastikan saldo di E-Tol Ncik dan Puan mencukupi

Kebanyakan dari kita sudah paham betul mengenai hal ini, Ncik dan Puan harus mempersiapkan biaya untuk melintasi jalan Tol. Pembayaran yang dilakukan yaitu menggunakan metode cashless atau tanpa uang tunai.

Dengan uang elektronik berbentuk kartu (E-Tol), Ncik dan Puan bisa membayar tanpa perlu mengeluarkan uang konvensional. Metode ini membantu proses transaksi menjadi lebih efisien.

Sebelum menggunakannya, Ncik dan Puan harus pastikan dulu saldo di E-Tol harus mencukupi ya.

Pahami rute, petunjuk arah dan rambu-rambu jalan Tol

Penting bagi Ncik dan Puan untuk memahami rute, petunjuk arah dan rambu-rambu pada jalan Tol. Supaya Ncik dan Puan mengerti, tidak salah arah, dan dapat mematuhi peraturan dengan baik demi berkendara dengan lancar dan selamat.

Jangan sampai hal-hal yang tidak di inginkan terjadi akibat kelalaian Ncik dan Puan yang tidak memperhatikan petunjuk arah dan rambu-rambu pada jalan Tol.

Jangan salah menggunakan fungsi lajur

Saat menggunakan kendaraan di jalan raya, biasanya Ncik dan Puan bebas memilih mau berada di lajur lambat atau lajur cepat. Namun di jalan Tol, hal tersebut tidak berlaku. Ncik dan Puan tidak bisa sembarangan memilih lajur mana yang akan digunakan.

Peraturan Pemerintah No.15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol pasal 41 poin A menyebutkan bahwa lajur di sebelah kanan hanya boleh dilalui oleh kendaraan yang lebih cepat dari jalur sebelah kirinya.

Jika Ncik dan Puan merasa ingin bergerak dengan kecepatan rendah, maka gunakanlah lajur paling kiri. Ketika ingin menyalip kendaraan di depan, Ncik dan Puan ambil lajur di sebelah kanan.

Lain halnya jika Ncik dan Puan ingin berkendara dengan kecepatan batas maksimum di jalan tol, maka posisi berkendara berada di lajur paling kanan.

Berikan kesempatan pengendara yang akan masuk ke jalan Tol

Ketika Ncik dan Puan akan memasuki jalan Tol, pastikan secara hati-hati. Biasanya pengemudi yang tidak cerdas memacu kendaraannya cukup kencang dan ugal-ugalan. Yang paling membuat jengkel adalah pengemudi yang memotong antrian saat ada di pintu tol.

Semua orang memang tidak sabar dengan antrian, terlebih lagi ketika macet. Namun hal ini bukanlah tindakan yang terpuji. Sebaiknya kita membiasakan diri dengan budaya mengantri.

Bahkan kebiasaan antri suatu negara merupakan salah satu tolak ukur jika negera tersebut sudah maju. Ketika Ncik dan Puan berkendara telah mendekati pintu masuk Tol, berikan kesempatan pengendara yang duluan sampai untuk memasuki ya.

Jaga jarak aman

Menjaga jarak aman ketika berkendara memang sudah seharusnya kita patuhi untuk keselamatan diri. Jarak ideal yang aman antara kendaraan adalah sekitar 10-20 meter.

Nah ada trik khusus nih buat Ncik dan Puan yang sangat berguna untuk menjaga jarak aman kendaraan, yakni dengan metode “Jarak 3 Detik”.

Ncik dan Puan bisa menggunakan selisih waktu 3 detik antara kendaraan yang di kendarai dengan kendaraan yang ada di depan.

Ncik dan Puan bisa menggunakan objek lain yang berada di pinggir jalan untuk dijadikan sebagai patokan. Misalnya ada sebuah pohon, maka tunggu mobil yang didepan melewati pohon tersebut selama 3 detik, kemudian giliran Ncik dan Puan yang melewati pohon tadi.

Atau Ncik dan Puan juga bisa menggunakan cara seperti melihat ban belakang dari kendaraan yang ada di depan. Ketika Ncik dan Puan masih bisa melihat ban belakang kendaraan depan, berarti itulah jarak aman antara kedua kendaraan tersebut.

Kurangi kecepatan kendaraan ketika hujan

Pada dasarnya, jalan tol memang merupakan jalan dengan tingkat kecepatan laju yang tinggi. Namun ketika kondisi cuaca sedang hujan, lebih baik Ncik dan Puan mengurangi laju kecepatan kendaraan. Faktor seperti jalan yang licin, jangkauan pandangan yang dekat bisa membahayakan keselamatan saat berkendara.

Selalu nyalakan lampu depan dan belakang kendaraan ketika kondisi hujan. Hal ini membantu Ncik dan Puan untuk melihat kondisi jalan yang ada di depan, memberitahu posisi kendaraan kepada pengendara lain, dan memberitahu ketika memacu pengendara lain.

Fokus ke marka jalan ketika berkendara pada malam hari

Berkendara dimalam hari bukanlah sesuatu hal yang mudah bagi sebagian dari kita. Apalagi dalam kodisi badan yang memang cukup lelah, bisa mengakibatkan mengalami fatigue (kehilangan kesadaran dalam waktu singkat).

Ncik dan Puan bisa fokus melihat marka jalan ketika berkendara di malam hari. Karena ini akan membantu kita untuk menentukan berada di lajur yang benar atau tidak. Cara ini sudah menjadi salah satu modal terbaik dalam hal menjaga keselamatan berkendara di malam hari.

Gunakan lampu sein ketika akan berpindah lajur

Ncik dan Puan harus menggunakan lampu sein ketika berpindah lajur dari kanan ke kiri atau sebaliknya. Lampu sein juga digunakan ketika ingin mendahului kendaraan lain.

Hal ini cukup penting dilakukan untuk memberitahu kendaraan lain mengenai arah mengemudi Ncik dan Puan.

Jangan sampai mengemudikan kendaraan secara mendadak dengan kecepatan yang tinggi, hal ini cukup membahayakan dan membuat pengemudi lain emosi.

Siaga memperhatikan spion

Kaca spion merupakan komponen yang memiliki fungsi cukup penting ketika kita berkendara, yaitu untuk melihat blind spot area.

Meskipun bentuknya tergolong kecil, namun benda yang satu ini tidak bisa diremehkan lho Ncik dan Puan. Sebagian besar pengemudi yang terlibat kecelakaan mengaku tidak melihat kendaraan lain disekitarnya.

Sebaiknya Ncik dan Puan mengatur posisi kaca spion dahulu sebelum melintasi jalan Tol. Tidak hanya kondisi jalan dan kendaraan lain yang saja yang terlihat di kaca spion, tapi juga harus memperlihatkan setidaknya sepertiga dari bagian mobil yang dikendarai. Selalu siaga memperhatikan kaca spion ketika berpindah laur dan memacu kendaraan lain.

Hindari melamun dan mengantuk ketika berkendara

Saat melintasi jalan Tol, kita harus menyiapkan kondisi fisik yang fit. Bentuk jalan tol yang lurus dan didukung dengan kecepatan konstan yang harus dipenuhi, biasanya membuat pengemudi bosan, sehingga menyebabkan rasa kantuk ataupun melamun.

Jangan sampai hal ini terjadi kepada Ncik dan Puan ketika berkendara, sehingga membuat kemampuan konsentrasi dan kewaspadaan saat menyetir menurun. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri, hal ini juga membahayakan pengemudi lainnya. Ingat, keluarga di rumah selalu berharap Ncik dan Puan berkendara dengan selamat.

Tidak menggunakan gadget saat berkendara

Faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah hilangnya konsentrasi pengendara di jalan. Salah satu penyebab utama hilangnya konsentrasi ketika berkendara adalah aktif menggunakan gadget saat mengemudi.

Ncik dan Puan diharapkan tidak menggunakan gadget ketika berkendara, apalagi di jalan Tol, karena jalan tol merupakan jalan dengan tingkat kecepatan laju yang tinggi.

Menggunakan gadget saat berkendara pada dasarnya juga melanggar dua pasal dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan. Yakni pasal 106 dan pasal 283 yang mengatur pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan denda paling banyak 750.000 rupiah bagi para pelanggar.