Tari Tradisional Riau Beserta Maknanya

0
1227
Tari Tradisional Riau

Sama halnya dengan daerah lain, Provinsi Riau juga memiliki Tari tradisional yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang banyak dihuni oleh Suku Melayu. Suku Melayu ini memiliki budaya yang khas sebagai satu keragaman budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia.

Salah satu keberagaman Indonesia digambarkan melalui tarian, maka masyarakat Melayu Riau juga memiliki tari tradisional Riau.

9 Tari Tradisional Riau Beserta Maknanya

Adapun 9 jenis tari tradisional Riau beserta maknanya, di antaranya:

1. Tarian Persembahan atau Tarian Makan Sirih

Tarian Persembahan atau Tari Makan Sirih merupakan tarian yang dilakukan dalam rangka  penyambutan tamu kehormatan.

Tarian ini diakui oleh pemerintah melalui sebuah musyawarah pada tahun 1957 di Pekanbaru. Tari persembahan bermakna rasa terima kasih kepada tamu yang bersedia datang atau hadir.

Gerakan pada tarian Makan Sirih ini cukup sederhana, lebih berfokus kepada kepada tangan dan kaki.

Jumlah dari penarinya biasanya berjumlah ganjil yang semuanya adalah perempuan. Satu orang di antara mereka ada yang menari sambil membawa tempat sirih yang akan dipersembahkan kepada tamu.

Tempat sirih itu akan diberikan kepada tamu yang paling dihormati baru akan diberikan kepada tamu yang lainnya.

Tariannya diiringi musik yang berasal dari akordion, gendang, gambus, dan juga biola.

Baju yang dikenakan pada tarian ini adalah pakaian adat yang berupa baju kurung teluk baga dan juga songket.

2. Tari Zapin Matahari

Tari Zapin Matahari merupakan tarian tradisional dari masyarakat Melayu, dan merupakan tarian yang berasal dari arab, tepatnya dari Yaman.

Di daerah lain tarian seperti ini memiliki nama yang berbeda-beda. Tarian ini pada awalnya digunakan sebagai tarian hiburan di kalangan istana.

Tari Zapin Matahari mengisahkan hubungan asmara antara seorang pria dan wanita. Setelah penantian panjang akhirnya mereka berdua bisa menikah.

Tarian jenis ini disukai remaja, karena mengisahkan tentang percintaan antara dua orang muda mudi pada zamannya.

Awalnya Tari Zapin ini hanya dilakukan oleh pria. Tetapi wanita juga melakukannya sering perkembangan zaman.

Baju yang dikenakan saat menari adalah baju kurung. Bagi pria biasanya ditambah dengan peci hitam dan juga baju kurung dan juga bros, pakaiannya mencerminkan budaya melayu.

3. Tarian Joged Lambak

Tarian Joged Lambak merupakan tarian yang sangat kental dengan budaya Melayu.

Gerakan tarian lebih cenderung lemah gemulai dan lagu atau irama yang digunakan adalah irama joget.

Misalnya Tanjung Katung, Serampang Laur, dan Anak Kala. Alat musik yang digunakan pada tarian yaitu gong, tetawak dan kendang.

4. Tarian Makyong

Tarian Makyong menjadi salah satu tarian sebagai sebuah pertunjukan khas Melayu. Tarian Melayu Asli ini diperkirakan sudah ada di Riau hampir satu abad yang lalu.

Makyong akan diselenggarakan setelah para petani memanen padi.

Uniknya dari tari Makyong yaitu penampilan penari menggunakan topeng dan diiringi beberapa alat musik. Seperti gendang, tetawak dan rebab.

5. Tari Suku Melaut Teluk Meranti

Tarian Suku Melaut Teluk Meranti berpijak di Kabupaten Pelalawan Riau, khususnya suku Laut di Kecamatan Teluk Meranti.

Sehingga, tarian ini dinamakan sebagai Tari Suku Melaut Teluk Meranti. Properti yang digunakan pada tarian yaitu ambong. Ambong merupakan alat untuk mengumpulkan dan membawa kelapa (Niau).

Tari digambarkan bahwa ambong yang dijadikan properti ini dapat dimainkan sesuai dengan kebiasaan masyarakat suku laut dalam memperlakukan ambong.

Misalnya, ambong dijunjung, dipukul, dihentak, digoyang, ditungkup dan digegar.

6. Tari Gamelan

Tarian Gamelan adalah tarian klasik yang penamaannya berdasarkan alat musik yang mengiringi tarian ini.

Sejak abad ke-17 Tarian Gamelan ini telah ada, dan merupakan tarian yang telah populer sejak zaman Kerajaan  Riau dan Lingga.

Tarian ini hanya dipertontonkan di istana kepada orang-orang penting saja. Pada tahun 1811, tariannya mulai diperkenalkan pada khalayak ramai, di acara pernikahan Tengku Hussain, putra dari Sultan Abdul Rahman.

Tarian ini biasanya terdiri dari penari wanita yang jumlahnya 4 orang. Gerak tarinya dibawakan dalam posisi berdiri hingga posisi terduduk, dengan musik yang meriah.

7. Tarian Tandak Seudati

Tarian Tandak Seudati merupakan tarian yang ditarikan oleh pria dan juga wanita. Tarian ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara remaja pria dan wanita dalam satu kampung.

Tandak Seudati merupakan tarian yang dilakukan pada malam hari dengan iringan musik tradisional.

Saat ini tarian ini masih sering dibawakan untuk tetap dilestarikan dengan membawanya pada acara pagelaran seni atau hiburan. Tetapi tarian ini masih dilakukan juga pada upacara adat seperti perkawinan.

Dulunya Tandak Seudati merupakan tarian yang dijadikan tempat untuk mencari jodoh. Tandak seudati biasanya ditarikan oleh delapan orang  pria dan wanita dengan berpasangan.

Pakaian yang dikenakan adalah pakaian khas adat melayu, dan musiknya menggunakan alat musik tradisional dan juga rebana serta akordion.

Syair yang digunakan dalam lagunya biasanya berisi syair atau pantun Melayu.

8. Tarian Rentak Bulian

Tarian Rentak Bulian merupakan tarian khas Melayu dari daerah Indragiri Hulu. Nama dari tarian ini adalah Rentak yang berarti melangkah, sedangkan Bulian merupakan tempat tinggal dari mahkluk halus.

Tarian ini merupakan tarian yang sarat akan unsur magis, sehingga ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Syarat-syaratnya adalah dari jumlah penarinya harus berjumlah 8 atau 7 orang gadis suci, atau tidak haid.

Satu orang pria yang telah balig dan gagah perkasa. Pada saat menari posisi mereka tidak boleh berdekatan. Selain itu para penari tidak boleh memiliki pertalian darah.

Sebelum memulai menari para penari akan diasapi terlebih dahulu dengan gaharu. Alat musik yang digunakan juga harus dikeramati Mayang Pinang Muda, dan perapian tidak boleh diberi mantra.

Tari Rentak Bulian merupakan tarian yang dilakukan dalam rangka pengobatan tradisional.

9. Tari Melemang

Tari Melemang merupakan paduan unsur tari, musik dan menyanyi yang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan.

Tarian Riau ini dipentaskan oleh 14 orang penari di mana masing-masing memainkan perannya.

Tari melemang kini menjadi pertunjukan hiburan rakyat dengan durasi sekitar satu jam. Melemang artinya berdiri sambil membungkukkan badan ke belakang.

Dari sinilah begitu tampak kecakapan dan kegesitan para penari. Misalnya dalam memainkan uang receh atau saputangan yang mereka pegang

Itulah tadi 9 jenis tari tradisional Riau yang masih dilestarikan hingga saat ini. Semoga informasi ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.