Sejarah Peringatan Hari Guru 25 November

56
Sejarah Peringatan Hari Guru

Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional, meski demikian tak banyak yang mengetahui Sejarah Peringatan Hari Guru.

Peringatan tersebut sebagai salah satu wujud untuk menghargai jasa para pahlawan tanpa tanda jasa yaitu para guru.

Hari Guru Nasional ini juga diperingati bersamaan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Bedanya PGRI lebih dulu terbentuk yakni tahun 1945, sedangkan Hari Guru Nasional ditetapkan pada tahun 1994.

Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, namun biasanya peringatan Hari Guru dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Sejarah peringatan Hari Guru Nasional

Dari laman wikipedia disebutkan bahwa Hari Guru Nasional ditetapkan Presiden Soeharto pada tanggal 25 November 1994, dengan sebuah Keputusan Presiden, yaitu Keppres Nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.

Berdasarkan sejarahnya sebelum PGRI terbentuk, sudah ada lebih dahulu organisasi Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912 yang didirikan oleh kolonial Belanda saat itu.

Organisasi yang beranggotakan kepala sekolah, guru bantu, guru desa dan lainnya semakin erat dan kuat, kemudian pada tahun 1932 diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) yang membuat pemerintah Belanda kaget dan merasa terancam dengan nama tersebut.

Tidak lama setelah itu, Jepang mulai menduduki Indonesia dan melarang semua organisasi yang ada, sekolah-sekolah ditutup sehingga tidak ada lagi organisasi yang beraktivitas waktu itu, termasuk PGI sendiri.

Dikutip dari cnn.com, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, PGI kembali menggelar Kongres Guru Indonesia yang pertama kalinya pada 24-25 November 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.

Salah satu hasil Kongres adalah untuk menghapuskan perbedaan suku, ras, agama, politik, dan lainnya untuk bergabung menjadi satu Indonesia. Pada 25 November 1945, mereka mengesahkan terbentuknya PGRI dan ditetapkan juga sebagai sebagai Hari Guru Nasional.

Beberapa tokoh yang terkenal dalam pembentukan PGRI pada 25 November 1945 adalah Rh. Koesnan, Djajeng Soegianto, Amin Singgih, Soetono, Soemidi Adisasmito, Ali Marsaban, dan Abdullah Noerbambang.

Itulah sejarah ringkas terbentuknya Hari Guru Nasional dan hari lahirnya PGRI. Sebagai seorang murid yang memiliki guru yang telah mendidik kita dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, sudah semestinya Encik dan Puan kita menghargai guru dan menyayangi guru.

Tanpa kehadiran sosok seorang guru sudah bisa dipastikan kita tidak memiliki pengetahuan apa-apa, mari sama-sama kita muliakan guru kita dan selalu patuh terhadap perintahnya.