Home Blog Page 273

Lowongan Kerja di Pacific Water Treatment

Pacific Water Treatment

Pacific Water Treatment sedang mencari banyak SPG untuk bidang pemasaran yang tergabung dalam tim promosi produk dengan jenjang karir. Ditempatkan di stand pameran yang diadakan di mall area Pekanbaru.

SPG EKSEKUTIF

Persyaratan:
– Wanita usia maks. 25 thn
– Tinggi minimal 158 cm
– Berpenampilan menarik
– Pendidikan SMA/sederajat
– Komunikatif

Fasilitas
– Jenjang karir
– GAJI POKOK 2 JUTA
– Asuransi kesehatan

Antar langsung lamaran ke :
BASE OFFICE COLONY
PACIFIC WATER TREATMENT STORE.
Jl.HR.Soebrantas Komp.Meliar Bussiness Center no.6C Panam-Pekanbaru.

BUAT KODE PADA SURAT LAMARAN ANDA “UP DHANI.”

Info Hubungi:
DHANI
0853 7553 5949 (Whatsapp ready)
PIN BB 59C37ECA

Panen Rezeki Terompet Tahun Baru

terompet1

Terompet adalah salah satu barang yang yang paling dicari untuk meramaikan malam pergantian tahun. Karena seperti yang kita ketahui bahwa perayaan malam tahun baru, identik dengan meniup terompet.

Tentunya warga Pekanbaru pun ikut meramaikan acara malam tahun baru ini. Menjelang perayaan tahun baru 2016, pedagang terompet mulai menggelar dagangannya baik di pinggir jalan maupun di pusat keramaian.

Seperti di sekitaran Jalan Yos Sudarso, para pedagang musiman ini mulai ramai menggelar dagangannya. Alasan dipilihnya Jalan Yos Sudarso karena merupakan jalan penghubung antara Pusat Kota dengan Kecamatan Rumbai.

Selain itu aktivitas lalu lintas di Jalan Yos Sudarso selalu padat, terlebih lagi pada saat menjelang malam pergantian tahun.

terompet2

Salah satu pedagang musiman ini ialah Sastramista yang telah berjualan sekitar 5 tahun, dimana tiap tahunnya ia menjual berbagai macam terompet.

Sastramista menjual mulai dari bentuk sederhana, bentuk naga, karakter kartun hingga bentuk hati di sekitaran Jalan Yos Sudarso.

Harga yang dipatoknya sendiri berkisar mulai dari Rp.15.000 hingga Rp.50.000. Untuk Terompet karton, dipasok dari pengrajin terompet yang ada di daerah Panam. Sedangkan untuk terompet plastik ia beli di toko mainan.

“Semakin dekat dengan malam pergantian tahun, pembeli terompet semakin banyak, apalagi jalan ini ramai dilalui oleh masyarakat,” ujar Sastramista.

Keuntungan dari penjualan terompet ini bisa mencapai Rp.100.000 perhari dan Rp.1.000.000 ketika malan pergantian tahun. “Semoga penjualan tahun ini laris manis” tutup Sastramista.

Problematika Kelapa Sawit Pada Lingkungan

Hampir di sepanjang jalan dapat di temui ladang kelapa sawit | infoPKU

Siapa yang tidak mengenal tanaman satu ini? Tanaman industri ini masih satu kerabat dengan tanaman palem, yaitu Kelapa Sawit (Elaeis).

Tanaman yang telah dibudidayakan dari zaman Hindia Belanda ini menghasilkan minyak masak, minyak industri, serta bahan bakar (biodiesel) dan tersebar di daerah Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Tingginya permintaan akan minyak kelapa sawit, berdampak pada banyaknya hutan dan perkebunan lama yang kemudian dikonversikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Hal ini dapat terlihat pada tahun 2014, Indonesia memproduksi 33,5 juta ton minyak sawit, yang menghasilkan US $ 18,9 miliar dari pendapatan ekspor.

Minyak sawit telah menjadi ekspor paling berharga setelah batubara dan migas, dimana menjadi fenomena dengan pertumbuhan industrinya yang luar biasa dalam 30 tahun terakhir.

Riau menjadi propinsi di Indonesia dengan lahan sawit terluas, yakni sekitar 4,04 juta hektare. Hal ini disebabkan wilayah Pulau Sumatera timur memiliki lahan tanah gambut yang cocok ditanami kelapa sawit.

Berdasarkan data dari BLH Riau, lahan gambut terluas ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.

Total luas wilayah gambut di Provinsi Riau sendiri lebih dari 500.000 ha lahan gambut. Untuk diketahui bahwa gambut merupakan jenis tanah yang memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi.

Maraknya perkebunan sawit di Indonesia juga diperhatikan para aktivis lingkungan dunia. Pada tahun 2004, dibentuklah Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk menyelesaikan masalah perkebunan sawit.

Yang menjadi problematika saat ini adalah penghancuran hutan serta hilangnya habitat orang utan di Indonesia, yang merupakan spesies yang terancam punah.

Sedangkan dari dalam negeri, Walhi menyebut terdapat 5 propinsi yang mengalami dampak terparah, yakni Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumsel, Provinsi Kalbar dan Provinsi Kalteng.

Saat ini tidak sedikit para pemilik perusahaan melakukan “aksi kotor” dalam pembukaan lahan untuk kelapa sawit, seperti melakukan pembakaran hutan dan lahan karena biaya yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi.

Berbagai upaya pemerintah untuk memadamkan titik api, bahkan dengan meminta bantuan asing, namun masih terkendala musim kemarau serta sifat lahan gambut yang mudah terbakar.

Jika hal ini terus terjadi, maka dampaknya berupa kabut asap yang sangat buruk bagi kesehatan. Seperti penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi kulit, iritasi mata, asma dan pneumonia.

Sebenarnya keuntungan penanaman kelapa sawit tidak sebanding dengan kerusakan ekosistem hayati yang terjadi akibat pengalihan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Beberapa diantaranya adalah kabut asap akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar menyebabkan kabut asap. Belum lagi sifat dari kelapa sawit yang menyerap banyak unsur hara dan air dalam tanah, serta masih banyak lagi.

Dampak nyata yang kita rasakan adalah beberapa bulan lalu yaitu kabut asap hingga kita “mengekspor” ke negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Selain menimbulkan beberapa penyakit, kabut asap juga mengakibatkan aktifitas dibatalkan seperti kegiatan belajar mengajar (sekolah), penerbangan dan lain-lain.

Salah satu hal yang menyebabkan ini terjadi adalah lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di daerah. Semakin mudahnya perizinan, maka akan semakin banyak tanaman kelapa sawit yang ditanam.

Seharusnya Indonesia mencontoh negara tetangga Malaysia, dimana sejak tahun 1992 Malaysia telah membatasi ekspansi perkebunan sawit di wilayahnya dengan menerapkan peraturan batas minimum lahan negara sebagai hutan.

Namun di Indonesia permasalahan ini setiap tahun selalu terjadi, yang berimbas pada berbagai sektor, sehingga dibutuhkan peran pemerintah pusat dalam menyelesaikan masalah tersebut hingga tuntas.

Jika Tidak

22

Jika tidak, mengapa lintasan kita bersisian
menuju pusara yang sejak kaki-kaki kita pandai berkhianat,
sudah direnungkan
berjalan melewati pagi,
malamnya bertaruh mengecoh mimpi
Apakah ia akan pecah?
Apakah ia akan berai?
Bagaimana kau tahu pecah dan berai adalah beda?
semua hati menunggu,
siapa juga yang tidak menanti-nanti hasil undian keluar.
Jika pecah yang keluar, maka aku lah pemenang
jika berai yang keluar, semua ini akan menjadi melelahkan
karena jika tidak, mengapa lintasan kita berbeda?

Jika tidak, dari mana rindu itu berasal: ia bukan tuhan.
Tahu-tahu sudah di depan pintu,
mengetuk-ngetuk minta dibukakan
Bukankah tidak dikunci?
dalam gelap mengendap-endap,
aku hanya diam: pura-pura tidak tahu
Ini lucu,
kelewat lucu sampai aku mengulang-ulang
melebihi lagu kesukaan
hampir-hampir mengalahkan rumah yang membuat ingin pulang
tetap saja, aku masih pura-pura tidak tahu
memainkan satu-satunya peran yang aku mampu
karena jika tidak, aku harus tahu dari mana rindu itu berasal.

Jika tidak, dapatkah kau temukan alasan?
seperti saat kau menemukan kaki-kaki yang berkhianat, atau
menemukan rindu mengetuk pintu,
sudahlah.
Ada baiknya kita duduk di dermaga waktu,
memainkan silam
sambil menunggu tatapan saling jengah: pada senja,
pada suara yang memekakkan, pada diam yang membingungkan,
pada kita.
Kapankah itu?
Entahlah, ini seperti bergumam
terjebak pada kesimpulan yang malu-malu: bisa jadi gelisah merengek,
tidak ingin ditinggal.
Lunas sudah kuputuskan tetap menunggu
sembari menebak undian kartu,
biar kadang-kadang tergoda ingin melucu
Kau, tentukanlah keyakinanmu!
sebelum dermaga ini tutup
karena jika tidak, kau harus menemukan alasan itu
untukku.

(Pekanbaru, 16/12/2015)

Jimmi Jangkrik Ethnic Project, Kolaborasi Musik Tradisional & Modern

Jimmi Jangkrik Ethnic Project
Jimmi Jangkrik Ethnic Project

Jimmi Jangkrik Ethnic Project. Nama tersebut mungkin masih kurang familiar di telinga Encik dan Puan sekalian. Namun jangan salah, Jimmi Jangkrik Ethnic Project ini sendiri sudah tidak asing lagi bagi para penikmat musik tradisional Riau.

Jimmi Jangkrik Ethnic Project sendiri adalah sebuah kelompok musik yang terdiri dari musisi-musisi muda Pekanbaru, yang terbentuk pada Oktober 2013 lalu dan terus aktif berkarya hingga saat ini.

Jimmi Jangkrik sendiri, sebagai pendiri Jimmi Jangkrik Ethnic Project, adalah seorang musisi yang terus aktif menelurkan karya-karyanya.

Karya terbarunya adalah sebuah komposisi lagu berjudul “Rinduku di Nyanyian Panjang’’ yang telah dipentaskan di berbagai pentas musik Nasional dan Internasional.

Musisi-musisi ini hadir dengan  atmosfir musik yang lebih soft, calm, sweet, dan romantic. Semuanya dibawakan dalam format instrumental, membuat suasana yang lebih tenang dan nyaman bagi pendengar.

Jimmi Jangkrik Ethnic Project
Jimmi Jangkrik Ethnic Project

Beranggotakan 5 anggota tetap, Jimmi Jangkrik Ethnic Project konsisten mengembangkan dan melestarikan khazanah musik tradisi Indonesia.

Konsep musik yang diusung oleh kelompok ini adalah pengkolaborasian musik tradisional dengan musik-musik modern sehingga menghasilkan karya musik baru, atau yang biasanya disebut dengan istilah World Music.

Berikut adalah beberapa karya musisi-musisi ini :

Anak Putus Sekolah Didata Disdikbud Riau

ilustrasi
ilustrasi

Sebanyak 61 anak putus sekolah di Kecamatan Rumbai dan 70 anak putus sekolah di Kecamatan Tampan telah dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau.

Adapun tujuan dikumpulkannya anak putus sekolah mulai dari tingkat SMP dan SMA di SMA Olahraga Rumbai ini antara lain adalah untuk mendata serta mendengarkan langsung keluhan mereka.

Keluhan yang disampaikan mereka sendiri cukup beragam, mulai dari ketiadaan biaya, serta banyak faktor lainnya yang menyebabkan mereka akhirnya terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

Namun ada juga diantaranya yang mengaku malas sekolah karena dipengaruhi faktor lingkungan. Dengan adanya keterangan ini, Disdikbud Riau diharapkan agar tak salah langkah nantinya.

Program bantuan yang ditawarkan Disdikbud Riau dalam membantu anak putus sekolah tersebut adalah dengan melanjutkan pendidikan paket A, B dan C.

Karena diantara mereka tentu tidak semua bersedia melanjutkan pendidikan paket yang ditawarkan, Kadisdikbud Provinsi Riau,  Kamsol, memberikan solusi berupa keterampilan sesuai dengan hobi dan bakat mereka.

Mengenai pendanaannya sendiri, selain akan dialokasikan dalam APBD, paket pendidikan dan keterampilan tersebut juga dalam bentuk program orang tua asuh yang bersumber dari pihak swasta.

Kamsol sendiri mengatakan bahwa gerakan orang tua asuh ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap masyarakat yang kurang mampu terhadap sesamanya.

Untuk diketahui bahwa angka anak putus sekolah di Riau cukup besar, tingkat SMA/SMK mencapai 153 ribu, tingkat SMP 80 ribu, sedangkan SD 50 ribu.

Pekanbaru Raih WTN 2015

ilustrasi
ilustrasi

Kota Pekanbaru kembali menorehkan rekor di bidang perhubungan darat, yakni sukses meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) ke-10.

Penghargaan WTN ini sempat terputus pada tahun 2011 yang lalu. Akan tetapi sejak tahun 2013 hingga tahun 2015, Pekanbaru kembali berhasil meraih Piala WTN kategori kota besar di Indonesia.

Piala WTN ini diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perhubungan Ignasius Johan kepada Wali Kota Pekanbaru Firdaus, di Istana Negara, Rabu (23/12).

Dikatakan oleh Wali Kota bahwa keberhasilan dalam meraih penghargaan ini tidak lepas karena sarana transportasi umum (Saum) yang menunjang pertumbuhan ekonomi kota bertuah.

Jokowi selaku Presiden menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk membangun sarana transportasi yang berlandaskan kebutuhan publik dan bukan karena terpaksa.

Pemko Pekanbaru pun ingin menunjukkan komitmen dalam menjalankan himbauan itu, antara lain dengan cara menyiapkan sarana transportasi yang lebih baik lagi.

Dipaparkan oleh Wali Kota, bahwa transportasi merupakan bentuk pelayanan dari pemerintah untuk masyarakat umum. Hal ini yang perlu ditingkatkan lagi agar lebih banyak masyarakat yang menggunakan SAUM.

Sementara di tempat yang sama, Provinsi Riau juga berhasil meraih piala WTN yang diterima langsung oleh Plt Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman.

Penghargaan ini sendiri merupakan yang kedua kalinya diraih berturut-turut oleh Pemprov Riau, sehingga saat ini telah berprediket Wiratama.

Provinsi Riau sendiri dianggap berhasil dalam mendukung dan menciptakan kawasan yang baik dalam dunia transportasi, baik dalam kelengkapan lalu lintas maupun ketersediaan sarana transportasi.

Operasi Lilin 2015 Amankan Natal & Tahun Baru

operasi lilin 2015
Source: riau.go.id

Demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan saat perayaan Natal dan Tahun Baru nanti dari aksi teror bom, Polda Riau akan melaksanakan Operasi Lilin 2015.

Dengan mengerahkan sebanyak 2.740 personil kepolisian gabungan, ribuan personil Polda Riau ini telah siap untuk mengamankan rumah ibadah (gereja), Mall serta beberapa lokasi objek wisata yang ada di Riau.

Ribuan personil ini mulai dikerahkan sejak hari Rabu (23/12). Disebutkan oleh Kapolda Riau, Brigjen Dolly Bambang Hermawan, aksi pengamanan ini disebut dengan sandi Operasi Lilin 2015.

Berdasarkan data dari pemetaan kepolisian, diprediksi ada 7 kerawanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini. 7 kerawanan tersebut antara lain adalah:

  1. Ancaman teror kelompok radikalisme
  2. Aksi bom maupun penembakan dengan sasaran kelompok lain
  3. Markas Komando Polri
  4. Tempat ibadah dan sebagainya
  5. Objek vital
  6. Antisipasi kejahatan Curas (pencurian dengan kekerasan), Curat (pencurian dengan pemberatan) dan Curanmor (pencurian sepeda motor)
  7. Bencana alam

Adapun tujuan Operasi Lilin 2015 kali ini adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang merayakan natal dan tahun baru.

Kapolda Riau mengatakan bahwa pihaknya akan memfokuskan pengamanan pada sekitar 1.066 gereja, 85 pusat perbelanjaan, 50 lokasi objek wisata serta 83 objek pergantian tahun baru di Riau.

Sementara untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru di Kota Pekanbaru, Polresta Pekanbaru mengerahkan 590 personel gabungan pengamanan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Diskes dan Dishub.

Disebutkan oleh Kabag Ops Polresta Pekanbaru, Komisaris Polisi M Sembiring, bahwa 590 personel gabungan tersebut akan disebar di 115 gereja yang ada di Pekanbaru.

Selain itu personel gabungan ini akan ditempatkan di lima pos pengamanan dan dua pos pelayanan yang telah disiapkan di beberapa titik keramaian.

Lokasi lima pos pengamanan tersebut terletak di Purna MTQ, depan Plaza Sukaramai, Jalan HR Soebrantas, Tenayan Raya serta di Rumbai.

Sedangkan untuk pos pelayanan yang telah disiapkan berada di Terminal BRPS/AKAP dan Pelabuhan Sungai Duku.

Tesso Nilo, Taman Nasional di Ujung Tanduk (1)

Rabu (16/12) yang lalu, team infoPKU mendapat undangan untuk mengikuti edu trip ke Taman Nasional Tesso Nilo dari Green Radio.

Sedikit info, Green Radio merupakan salah satu radio di Riau yang paling sering menyuarakan tentang pergerakan untuk memerangi kejahatan ekosistem hijau.

Nah, salah satu agenda kegiatan dalam undangan tersebut adalah penanaman pohon di bekas lokasi kebakaran hutan yang sempat menghebohkan dunia beberapa bulan lalu tersebut.

Nama Tesso Nilo sebenarnya tidak asing lagi di telinga kami, namun sayang belakangan ini jarang dibicarakan dikalangan anak muda saat ini.

Pada akhir tahun 2008, masih lekat dalam ingatan bahwa hutan tersebut merupakan hutan dataran rendah dengan keanekaragaman hayati paling kaya di Indonesia.

Dengan adanya edu trip “Senandung Tesso Nilo” ini, kami merasa bersyukur dapat kembali merasakan nikmatnya oksigen berlimpah yang memenuhi sepanjang kawasan taman nasional.

Kamis (17/12) pagi, sekitar pukul 07.57 WIB, infoPKU beserta rombongan dari media dan wartawan yang berjumlah 15 orang memulai langkah awal menuju Tesso Nilo.

Taman Nasional ini berada di wilayah administrasi Dusun Dolik dan Kuala Renangan, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan, Riau.

Kami menempuh jarak lebih kurang 5 jam perjalanan darat, karena medan berat yang dominasi tanah bercampur kerikil. Wajar jika sesekali mobil bus tumpangan kami berdecit dan acap kali memperlambat lajunya.

Kurangnya pengetahuan driver yang mengantarkan rombongan ke lokasi juga menjadi persoalan. Bersyukur, dalam perjalanan berat ini terdapat seorang tour guide.

“Belok kanan Pak!,” suara keras mas Ilham Gobel yang sedikit berteriak dari bangku paling belakang bus menggema memecah lagu yang diputar pak supir.

Beliau merupakan salah satu staff taman nasional Tesso Nilo yang ikut mendampingi kami hingga sampai ke taman nasional Tesso Nilo.

kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara” siapa yang tak tahu dan tak hapal lagu ciptaan Ibu Sud tersebut. Dalam lirik lagu menggambarkan hutan, hutan yang jelas sangat indah.

Tapi lagu dalam perjalan kami sedikit dan mau tak mau harus diubah menjadi “kiri kanan kulihat saja banyak pohon sawitnya”.

Miris memang, tapi begitulah kondisi di Provinsi kita. Tergiur dengan keuntungan dari perkebunan sawit, sehingga kurang peduli lagi akan keragaman ekosistem hayati.

Sekitar 1,5 km sebelum tepat sampai di flying squad, kami sudah disuguhi pemandangan yang membuat siapapun akan geram.

Bagaimana tidak, yang kami lihat adalah hutan yang telah menjadi arang menghitam dan menunggu menjadi abu. Tak bisa diungkapkan apa yang dirasakan saat itu.

Satu rombongan terlihat sangat kesal bercampur haru, bahkan semakin memuncak ketika tahu bahwa hutan yang gersang itu berada dalam kawasan taman nasional Tesso Nilo.

bersambung…

Pemilihan Bujang Dara Provinsi Riau 2015

Bujang Dara Provinsi Riau 2015
Bujang Dara Provinsi Riau 2015

Gelaran Pemilihan Bujang Dara Riau 2015 telah sampai pada puncaknya, dengan digelarnya Malam Grand Final Pemilihan Bujang Dara Riau 2015 pada: Minggu, 20 Desember 2015 malam tadi.

Acara yang bertempat di SKA Co-ex ini, berlangsung dengan meriah dan dibuka oleh kata sambutan dari Plt. Gubernur Riau Plt Arsyadjuliandi Rachman.

Pada kesempatan ini, kesebelas pasang finalis Bujang Dara Riau 2015 pun unjuk kebolehan untuk memperebutkan posisi lima besar. Tak ketinggalan, para finalis juga unjuk kebolehan menari zapin yang tentunya semakin menyemarakkan suasana malam itu.

Suasana semarak semakin terasa, setelah diumumkannya finalis yang masuk ke lima besar. Walau ada juga hadirin yang kecewa karena jagoannya tidak berhasil masuk ke 5 besar, namun kekecewaan ini ditutup dengan sebuah tampilan menghibur dari bintang tamu malam itu: Lucky Idol. Lucky pun mengajak para hadirin menyanyi bersama.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut akhirnya berhasil menobatkan Bujang Refianda (Kuansing) dan Dara Rahayu Kuntum Melati (Pelalawan) sebagai Bujang Dan Dara Riau 2015.

Berikut daftar pemenang Bujang dan Dara Riau 2015:

Bujang 2015:
III Dirga Bakti (Kampar)
II Engla Raafi (Dumai)
I Refianda (Kuansing)

Dara 2015:
III Raikhaniel Ramadhani (Kampar)
II Retno Herowati (Siak)
I Rahayu Kuntum Melati (Pelalawan)
Dara Terfavorit (instagram):
Tri Nanda Nabila

Bujang Intelejensia: Engla Raafi (Dumai)

Bujang Fotogenik: Yudha Syahputra (Rohil)

Dara Persahabatan: Riza Dita Indriyana (Inhu)