Dalam upaya percepatan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, Pemprov Riau mulai membentuk panitia groundbreaking-nya.
Selain itu, Pemprov Riau juga melakukan persiapan bersama Pemko Pekanbaru, Hutama Karya (HK) selaku kontraktor pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai.
Dikatakan oleh Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman, Rabu (21/4), bahwa panitia groundbreaking jalan tol Pekanbaru-Dumai ini dibentuk agar memaksimalkan kedatangan Presiden pada pertengahan Mei mendatang.
Sementara itu, mengenai kedatangan Presiden Jokowi pada pertengahan Mei mendatang untuk pelataran batu pertama pembangunan jalan tol tersebut masih belum dapat dipastikan oleh Plt Gubri.
Agar proses groundbreaking yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi ini nantinya dapat berjalan lancar, maka ada dua alternatif lokasi yang telah disiapkan.
Yang pertama, proses groundbreaking dilaksanakan di titik nol. Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah berupaya untuk menuntaskan pengerasan jalan sepanjang 1,5 kilometer.
Jika nantinya pengerasan jalan tersebut tidak selesai karena alasan hujan maka akan diambil alternatif kedua, yakni dengan menyiapkan tempat yang tidak jauh dari Kantor Lurah Muara Fajar.
Untuk opsi ini sendiri lebih gampang, karena ada areal kosong yang tinggal dibersihkan hingga ke titik 1 kilo, kemudian diberi umbul-umbul.
PT Hutama Karya selaku kontraktor pembangunan juga nanti segera mengirimkan alat berat ke lokasi yang bakal dipersiapkan menjadi proses groundbreaking tersebut.
Demi terwujudnya Riau sebagai Cyber Province, maka mulai tahun 2016 ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Riau akan membangun taman digital.
Adapun pembangunan taman digital ini adalah sebagai upaya memberikan kemudahan dalam mengakses informasi bagi masyarakat, terutama para pelajar di Kota Pekanbaru.
Ada 20 titik di Kota Pekanbaru yang dijadikan sebagai lokasi taman digital ini, baik itu di sekolah maupun di beberapa taman yang ada di Kota Pekanbaru.
Berikut ini lokasi taman digital dengan dukungan jaringan wi-fi yang sedang dibangun oleh Diskominfo Provinsi Riau:
SMAN 1 Pekanbaru, di Jalan Sultan Syarif Kasim No. 159
SMAN 10 Pekanbaru, di Jalan Bukit Barisan
SMAN 12 Pekanbaru, di Jalan Garuda Sakti Km. 3
SMAN 14 Pekanbaru, di Jalan Tengku Bey
SMAN 2 Pekanbaru, di Jalan Nusa Indah No. 4
SMAN 3 Pekanbaru, di Jalan Yos Sudarso
SMAN 4 Pekanbaru, di Jalan Adi Sucipto
SMAN 5 Pekanbaru, di Jalan Bawal No. 43
SMAN 6 Pekanbaru, di Jalan Bambu Kuning No. 28
SMAN 7 Pekanbaru, di Jalan Kapur Gg. Kapur III No. 7
SMAN 8 Pekanbaru, di Jalan Abdul Muis No. 14
SMAN 9 Pekanbaru, di Jalan Semeru No. 12
SMKN 2 Pekanbaru, di Jalan Patimura No. 14
SMK Pertanian Terpadu, di Jalan Kaharudin Nasution
MAN 1 Pekanbaru, di Jalan Bandeng No. 51 A
MAN 2 Pekanbaru, di Jalan Diponegoro No. 55
SMKN 7 Pekanbaru, di Jalan Yos Sudarso
Taman Kayu Putih, di persimpangan Jalan Tarempa, Jalan Sambu, dan Jalan Tambelan
Taman Kota, di Jalan Diponegoro
Taman Hutan Kota, di Jalan Thamrin
Berdasarkan keterangan dari Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Informatika (Aptika) Diskominfo Riau, Eddy Yusra, bahwa dari 20 titik tersebut sebagian besar sudah beroperasi.
Namun, lanjut Eddy, ada 3 titik yang belum beroperasi, yaitu Taman Kayu Putih, Taman Kota serta di Taman Hutan Kota.
Tentu dengan kehadiran taman digital yang sedang dibangun ini akan memudahkan Encik dan Puan dalam mencari informasi karena tersedianya akses internet bagi publik.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga yang kurang mampu mulai tahun 2016 ini.
Diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pekanbaru, Yuliasman, Selasa (19/4), bahwa yang mendapatkan gratis PBB tersebut adalahmasyarakat miskin yang nilai jual objek pajaknya (NJOP) di bawah Rp 100.000 per tahun.
Adapun program gratis PBB bagi masyarakat miskin ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka, demikian yang dijelaskan oleh Yuliasman.
Lebih lanjut lagi, menurutnya Pemko Pekanbaru memang sengaja membuat kebijakan program ini. Ada beberapa kelas serta golongan yang disesuaikan dengan NJOP yang diberlakukan terhadap bangunan masyarakat.
Untuk golongan pertama, yaitu golongan yang memiliki NJOP di bawah Rp 100.000 per tahunnya akan mendapat pengurangan 100 persen.
Kemudian untuk golongan masyarakat yang memiliki NJOP di level Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000 akan mendapatkan potongan sebesar 50 persen.
Sedangkan untuk golongan masyarakat yang memiliki NJOP di atas Rp 1.000.000 hingga tidak terbatas akan mendapat potongan sebesar 40 persen.
Kebijakan ini sendiri selain meringankan beban keluarga kurang mampu, juga diharapkan dapat menjadi rangsangan bagi para Wajib Pajak (WP) yang baru.
Yuliasman berharap kepada golongan yang nilai pajaknya tinggi agar lebih patuh lagi dalam membayar pajak yang kemudian akan menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan sampah yang dihasilkan mencapai 500 ton per harinya, Kota Pekanbaru memiliki potensi untuk menghasilkan energi listrik dari olahan sampah dari sekitar 1,3 juta penduduk.
Jika dirata-ratakan, maka ada 2,6 kilogram sampah diproduksi tiap penduduk Kota Pekanbaru setiap harinya. Dengan kondisi seperti ini, maka seharusnya Kota Pekanbaru bisa mendapatkan listrik 10-15 megawatt per harinya dari olahan sampah rumah tangga dan perusahaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Edwin Supradana, selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru, Ahad (17/4), bahwa Kota Pekanbaru berpotensi menghasilkan energi listrik dari limbah sampah yang dibuang tiap harinya.
Ia menilai bahwa sudah seharusnya masalah sampah di Pekanbaru dapat memberikan keuntungan, terutama jika dapat diolah menjadi energi listrik. Karena menurutnya, hini akan dapat menjadi energi terbarukan.
Meski demikian, hingga kini hal tersebut urung menjadi kenyataan. Adapun penyebabnya adalah karena belum adanya investor yang setuju untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Kota Pekanbaru.
Padahal Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sendiri telah membuka peluang sebesar-besarnya investasi di bidang kelistrikan sejak tahun 2012 yang lalu.
Dikatakan oleh Edwin bahwa ada beberapa perusahan dari luar negeri, seperti dari Korea, Jepang, Amerika Serikat, hingga Australia yang telah meminta izin untuk melakukan “feasibility study”. Sayangnya hingga kini, titik cerah tersebut belum nampak.
Diakui olehnya bahwa saat ini ada dua investor yang kini maju selangkah mencoba tetap untuk mempelajari investasi listrik sampah di Pekanbaru ini dan mendalami sistem pengolahan sampah yang akan diterapkan di Pekanbaru, yakni pembakaran atau fermentasi.
Adapun teknologi pengolahan (pembakaran) sampah untuk menghasilkan energi alternatif berupa listrik sebenarnya sudah sejak lama diterapkan di negara-negara barat yang telah maju teknologinya.
Sedangkan di Indonesia sendiri penerapannya masih belum merata di seluruh wilayah, bahkan masih terjadi pro dan kontra terakait pembangunan pabrik yang mengolah sampah rakyat tersebut.
Demi mengurangi penggunaan kantong plastik, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberlakukan kebijakan plastik berbayar pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di areal Car Free Day di Jalan Gajah Mada, Ahad (14/3) yang lalu.
Saat ini sendiri, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru masih mengevaluasi teknis mengenai penggunaan plastik berbayar di gerai-gerai dan supermarket yang ada di Kota Pekanbaru.
Dikatakan oleh Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, Jumat (15/4), bahwa saat ini pihaknya masih mengevaluasi kebijakan plastik berbayar ini selama 3 bulan sebelum Peraturan Wali Kota (Perwako) ditetapkan.
Dijelaskan oleh Irba bahwa setelah 3 bulan, pihaknya akan melihat apakah kuantitas plastik yang ada saat ini berkurang atau tidak. Jika ternyata sampah plastik memang tidak berkurang, pihaknya tidak akan melanjutkan peraturan ini. Karena tujuan utama adanya aturan ini adalah untuk mengurangi sampah plastik.
Ia kemudian berujar bahwa sebenarnya hal ini dapat menjadi momen bagi para pengusaha untuk dapat menciptakan inovasi baru yang dapat mengganti kantong plastik, misalnya paper bag yang terbuat dari berkas kertas dan bahan lain yang lebih aman terhadap lingkungan.
Irba juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan meminta para pelaku usaha untuk melaporkan hasil evaluasi penggunaan plastik dalam rentang waktu sebulan ini. Karena peraturan plastik berbayar ini sendiri telah berjalan sebulan sejak penerapan plastik berbayar di Pekanbaru.
Pekanbaru – Selasa (18/04/2016/) Bang Yusfar salah satu bakal Calon Walikota Pekanbaru untuk periode 2017-2022 mengembalikan formulir calon ke Kantor DPD Demokrat Kota Pekanbaru.
Sahabat Bang Yusfar (SBY) turut hadir untuk memberikan dukungan kepada Bang Yusfar.
Bang Yusfar merupakan Putra Daerah Pekanbaru yang Lahir dan besar di Pekanbaru. Ini juga menjadi harapan bersama agar Pekanbaru dapat dipimpin oleh Putra Asli Kota Pekanbaru untuk Pertama kalinya.
Bang Yusfar diharapkan untuk lebih mengerti dan memahami situasi, kondisi, serta masyarakat untuk dapat menjadi harapan yang lebih baik mengembangkan Kota Pekanbaru serta mampu melayani masyarakat Kota Pekanbaru dengan baik.
Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru kembali merilis nomor hotline pengaduan di bidang lalu lintas.
Adapun rilis nomor hotline pengaduan di bidang lalu lintas ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan serta quick response, terutama masalah kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.
Nomor hotline Satlantas Polresta Pekanbaru ini dapat Encik dan Puan hubungi di nomor 081-911-911-001. Sebelumnya Satlantas Polresta Pekanbaru juga telah memiliki nomor pelayanan dan pengaduan, yakni di nomor 0811-7272-444.
Dikatakan oleh Kepala Satlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Zulanda SIK, nomor tersebut merupakan hasil kerja sama dari provider XL dan untuk menambahkan nomor Hotline yang telah ada sebelumnya.
Dijelaskan oleh Zulanda bahwa tujuan dibuatnya nomor hotline untuk pelayanan dan juga pengaduan tersebut adalah untuk membantu kepolisian dalam meningkatkan quick response terhadap informasi yang berasal dari kiriman masyarakat.
Nomor pengaduan ini dilengkapi aplikasi Telegram, WeChat, Whatsapp, Line, serta SMS yang siap melayani dan meneriman informasi serta pengaduan masyarakat.
Dengan demikian, jika ada kejadian kecelakaan, kemacetan lalu lintas, serta traffic light yang tidak berfungsi, maka masyarakat dapat mengirim foto dan lokasinya.
Selain adanya nomor pengaduan tersebut, Encik dan Puan dapat mengirimkan pengaduan ke media sosial milik Satlantas Polresta Pekanbaru di:
Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Kota Pekanbaru kembali dinobatkan menjadi Kota tujuan investasi terbaik di Indonesia. Sebelumnya Kota Pekanbaru menerima penghargaan ini sejak tahun 2014 yang lalu.
Adapun penghargaan Kota tujuan investasi terbaik di Indonesia ini merupakan hasil dari penelitian Sindo weekly group MNC yang bekerjasama dengan Bappenas RI, Kementerian Dalam Negeri dan DPD RI.
Selain berhasil meraih penghargaan sebagai Kota tujuan investasi terbaik di Indonesia, Wali Kota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dinobatkan menjadi Wali Kota Inspiratif di Indonesia Tahun 2016.
Kedua penghargaan tersebut diumumkan serta diserahkan pada Selasa (12/04) oleh Kepala Bappenas RI Sofyan Jalil dan Ketua DPD RI Irman Gusman dan diterima langsung oleh Wali Kota Pekanbaru.
Acara Government Award yang ditaja oleh MNC Group ini dihadiri oleh 17 Bupati dan 17 Walikota serta 5 Gubernur penerima penghargaan tersebut. Yang lebih membanggakan lagi, Kota Pekanbaru menjadi satu-satunya daerah yang menerima dua penghargaan sekaligus.
Dalam tiga tahun terakhir ini Kota Pekanbaru dinilai telah berkembang dengan sangat pesat, yang mana konsep pembangunan smart city menjadi catatan khusus bagi pihak MNC, Bappenas, Kemendagri dan DPD RI.
Wali Kota sendiri usai menerima penghargaan tersebut menyampaikan ungkapan terima kasihnya. Ia menyebutkan bahwa prestasi ini merupakan prestasi masyarakat, kelompok masyarakat, dan organisasi serta para penyelenggara pemerintahan.
Puncak dari aksi pemukulan yang dilakukan oleh pihak protokoler dan Satpol PP, Rabu (13/4) yang lalu akhirnya menyebabkan ribuan mahasiswa dari berbagai BEM se-Riau menyerbu ke Halaman Kantor Gubernur Riau, Jumat (16/4) sore kemarin.
Ribuan massa tersebut kemudian menuntut kepada Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, agar secepatnya segera menonjobkan pelaku pemukulan salah seorang mahasiswa UR, Muhammad Fauzi.
Plt Gubernur Riau yang menemui para massa kemudian mengatakan bahwa pihaknya akan membentuk tim untuk mengatasi dan mengusut tindakan pemukulan tersebut. Di dalam tim tersebut juga akan melibatkan mahasiswa.
Selama proses penyelidikan ini berjalan, Plt Gubernur Riau menegaskan akan menonaktifkan sementara waktu para pejabat dan PNS yang terduga melakukan pemukulan.
Sebelumnya, Rabu (13/4), tiga orang mahasiswa yang berasal dari BEM UR berhasil masuk ke dalam aula Balai Serindit Gedung Daerah Riau pada saat acara rapat koordinasi, supervisi pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi di Provinsi Riau antara KPK dan Pemangku adat di Provinsi Riau.
Pada awalnya ketiga mahasiswa ini mengaku terlambat mengikuti rapat yang dihadiri oleh Wakil ketua KPK Saut Situmorang dan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Kemudian oleh pihak keamanan protokoler serta Satpol PP memberikan izin masuk dan diberi kursi tempat duduk, bahkan diberi makanan ringan.
Namun, ketiga mahasiswa tersebut akhirnya melakukan aksi yang tiba-tiba hendak maju ke depan sambil berorasi di depan Wakil Ketua KPK. Mereka pun berupaya membentangkan spanduk yang bertuliskan “Bapak wakil rakyat (KPK) tolong selamatkan kami dari koruptor SKK Migas”.
Adapun aksi orasi yang tanpa izin tersebut kemudian membuat kegaduhan serta dapat membahayakan keselamatan Wakil Ketua KPK, Plt Gubri, Kapolda Riau, Danrem, Kejati, BPK dan seluruh tamu undangan lainnya.
Atas aksi yang tidak beretika serta tidak sopan tersebut, kemudian pihak keamanan protokoler dan Satpol PP langsung mengamankan dua orang mahasiswa tersebut.
Sedangkan M Fauzi diseret keluar aula hingga ke halaman Gedung Daerah karena mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak pantas kepada petugas. Setelah diseret, ia kemudian dipukul dan ditendang berkali-kali oleh protokoler dan Satpol PP. Kemudian barulah ia diamankan di pos pengamanan gedung daerah.
Setelah aksi pemukulan tersebut, dua hari berturut-turut, Rabu (14/4) dan Kamis (15/4), para mahasiswa yang tidak terima salah seorang temannya mengalami penganiayaan kemudian melakukan aksi demonstrasi besar-besaran.
Tindakan protokoler menggunakan kekerasan terhadap Muhammad Fauzi ini memang tidak bisa dibenarkan. Akan tetapi bukankah tindakan tanpa aturan dan penerobosan pemasangan banner tanpa izin, penipuan identitas masuk, hingga penggunaan kata-kata yang tidak layak oleh mahasiswa tersebut juga dapat dibenarkan?
Melawan Tirani. Itulah yang disuarakan Mahasiswa Riau. Dalam aksi gabungan BEM Universitas Se-Riau, ada BEM Universitas Riau (UR), BEM Universitas Islam Riau (UIR), BEM Universitas Islam Negeri (UIN) SUSKA, BEM STMIK AMIK, BEM Universitas Abdurrab, BEM Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan lainnya.
Aksi yang ketiga ini merupakan tindaklanjut atas aksi pertama dan kedua yang sudah berlangsung pada 13-14 April 2016. Setelah aksi pertama yang hanya di lakukan oleh tiga Mahasiswa saja. Itu karena acara resmi yang memang hanya diwakilkan oleh beberapa mahasiswa saja.
Sedikit mengulang kejadian hari Rabu (13/4) yaitu kekerasan dan pemukulan terhadap ketiga mahasiswa Riau oleh petugas protokoler dan satpol pp. Ketika itu, perwakilan mahasiswa ingin membentangkan spanduk aspirasi rakyat Riau. Aspirasi itu menuntut agar permasalahan korupsi dan permasalahan perpanjang migas di Riau agar segera ditemukan titik terangnya.
Aksi kedua yang tidak membuahkan hasil akan tuntutan mahasiswa atas nama suara rakyat Indonesia. Ini membuat mahasiswa se-Riau mengadakan rapat akbar konsolidasi di Sekre BEM UR. Memang seperti yang di tulis pada akun FB BEM UR (Kabinet Sejuta Karya) yang hadir pada rapat akbar yaitu BEM UIN SUSKA, BEM UIR, dan BEM UNILAK serta BEM STMIK AMIK RIAU. Aksi ini dibernama “MAHASISWA RIAU BICARA UNTUK MELAWAN TIRANI”,
Kronologi Aksi Pada Jumat, 15 April 2016
Pada Kamis (14/4) pukul 22.16 WIB mahasiswa se-Riau gelar rapat akbar konsolidasi di Sekre BEM UR. Ini saya kutip di akun FB BEM UR (Kabinet Sejuta Karya).
News_SejutaKarya :”Sedang berlangsung konsolidasi akbar pasca aksi sore tadi untuk persiapan aksi terkait tuntutan aksi 1×24 jam yang di hadiri seluruh ketua kelembagaan se-Universitas Riau dan perwakilan dari BEM UIN SUSKA, BEM UIR dan BEM UNILAK”.
#MahasiswaDipukuliLagi
#HanyaSatuKata_LAWAN
Assalamualaikum wr wb Hidup Mahasiswa!!! Hidup Rakyat Indonesia
MAHASISWA RIAU BICARA UNTUK MELAWAN TIRANI
Kasus pemukulan atau kekerasan terhadap mahasiswa dalam pembungkaman terhadap mahasiswa, menjadi simbol pelecehan terbesar yg dilakukan pemerintah tirani antikritik, pasca kejadian yg terjadi di gedung serindit mahasiswa kembali kejalan untuk menuntut pertanggung jawaban atas kejadian tersebut dan meminta oknum yg tidak bertanggung jawab tersebut untuk menjumpai pihak mahasiswa.
Namun permintaan kita tersebut berbanding terbalik hasilnya, satpol PP kembali melayangkan pukulan kepada mahasiswa salah satunya Presma BEM Universitas Riau hingga babak belur korban lain dari FE, FH, FKIP, FAPERIKA, FMIPA, dan FT.
Apakah kita hanya diam melihat pembungkaman suara mahasiswa? Tidakkah kita merasakan apa yg dirasakan korban pemukulan? Layakkah almamater kita dihina?
Seruan Aksi, melawan Tirani :
Hari : Jumat, 15/04/16 Pukul : 13:30 wib Titik Kumpul : BEM Universitas Riau
“SEJARAH MENCATATKAN BAHWA MAHASISWA MENJADI UJUNG TOMBAK TERAKHIR MASYARAKAT DALAM MELAWAN TIRANI”
#Presma_Andres P #Korlap_Indra Rangkuti Mahasiswa Riau Menggugat (UNRI,UIR,UIN,STMIK AMIK)
=BEM Universitas Riau Kabinet Sejuta Karya=
Itulah seruan dan ajakan untuk aksi pada hari Jumat, 15 April 2016. Seperti biasa ajakan untuk aksi di lakukan melalui media sosial dan BC lewat BBM. Karena tidak hanya rapat akbar atau tatap muka saja kita mengajak mahasiswa untuk ikut aksi.
Tepat pada pukul 12.00 WIB, Plt Gubernur Riau dan beserta jajarannya menjenguk M Fauzi korban mahasiswa yang dipukul oleh petugas protokoler dan Satpol PP pada Rabu (13/4). Ini saya kutip di akun FB Muhammad Fauzi.
Assalamualaikum wr wb.
Pukul 12.00 wib siang ini Plt. Gubernur Riau beserta jajaran nya Asisten I prov. Bapak Ahmad Syah harrofi, kasatpol PP Riau mengjenguk saya yg lg terbaring dirumah dan saya didampingi oleh keluarga dan Presiden Mahasiswa UR kakanda Andres Pransiska aktivis Riau kakanda Zulfa Hendri Nofri Andri Yulan Yulan, Yopi Pranoto dan rekan-rekan media. Gubri meminta maaf atas kejadian tsb dan proses hukum tetap berjalan dan kawan2 semngat untuk menyampaikan aspirasinta hari ini.
Mulai aksi untuk bersuara di Kantor Gubernur Riau. Ini yang akan dimulai pada pukul 13.30 WIB yaitu pengumpulan massa dan penjemputan massa kesetiap fakultas yang ada di Universitas Riau. Massa yang sudah terkumpul di setiap fakultas, seperti FKIP, FISIP, FE, F.Teknik, FMIPA, Faperta, Faperika, dan FH. Setelah massa terkumpul barulah menuju Kantor Gubernur Riau. Sekitar pukul 15.00 WIB Massa dari Universitas Riau berangkat menuju Kantor Gubernur Riau.
Di sekitar Kantor Gubernur Riau sudah menunggu aparat keamanan dari pihak kepolisian dan satpol pp yang sudah melakukan pengarahan terhadap petugas keamanan. Ini bertujuan agar tidak adalagi kekerasan dan anarkis antara mahasiswa dan pihak keamanan. “Kita bermediasi dan tidak ada kekerasan,” kata Petugas Kepolisian saat memberikan arahan kepada anggotanya. Ini sekitar pukul 14.00 WIB tepat di Jalan Cut Nyak Dien.
Pada pukul 14.40 WIB massa dari Universitas Lancang Kuning (Unilak), UIR, UIN SUSKA, dan beberapa universitas sudah ada di sekitar Kantor Gubernur Riau tepatnya di Jalan Cut Nyak Dien.
Setelah melakukan pengarahan terhadap seluruh pasukan keamanan sekitar 300 an di kerahkan untuk mengamankan aksi damai mahasiswa se-Riau. Pukul 15.00 WIB petugas keamanan membubarkan diri setelah selesai mendapatkan arahan. Kemudian, pihak keamanan membentuk dan menjaga setiap pintu masuk yang ada di Kantor Gubernur Riau. Misalnya, di pintu gerbang belakang yang sempat jebol karena tidak ada kawalan oleh petugas. Itu pada hari Kamis, 14 April 2016. Pintu gerbang belakang nampak penuh oleh petugas dan sudah di rantai sehingga sulit membuat mahasiswa untuk masuk ke Halaman Kantor Gubernur Riau.
Pada sekitar pukul 15.05 WIB massa dari Universitas Riau sudah sampai di Jalan Nangka. Dengan dikawal oleh Polantas massa dari Universitas Riau menjemput massa yang ada di Fakultas Hukum Kampus UNRI Gobah.
Baru tepatnya sekitar pukul 15.50 WIB massa dari Universitas Riau padat merayap mendatangi Kantor Gubernur. Namun, sebelum melakukan orasinya mahasiswa se-Riau melakukan Sholat Ashar bersama di Jalan Cut Nyak Dien. Setelah selesai melakukan sholat Ashar massa gabungan mahasiswa se-Riau masuk memadati Halaman Kantor Gubernur Riau.
Orasi menunggu Plt Gubernur Riau foto : dokwayan
Seperti biasa massa gabungan mahasiswa se-Riau ini berorasi. Hidup Mahaiswa ! Seruan semangat darah pejuang mahasiswa se-Riau. Dengan koordinator lapangan Faizal Indra Rangkuti dan beberapa kementerian BEM UR. Massa ini menunggu kedatangan dari Plt Gubernur Riau. “Mari kawan-kawan kita tunggu Plt Gubernur Riau agar bisa hadir bersama kita. Kita tunggu sampai 15 menit,” ucap Indra.
Sembari menunggu kedatangan Plt Gubernur Riau yang masih berada di jalan sedang menuju Kantor Gubernur Riau. Mahasiswa gabungan se-Riau berorasi siling berganti diatas mobil pick up yang semakin membakar semangat para pejuang menuntut keadilan dan kebenaran itu. Seluruh Gubernur BEM se-Riau dan atau yang mewakili setiap BEM Universitas memberikan orasinya. Semangat untuk memperjuangkan keadilan. Bendera merah putih yang selalu di depan dan menajdi penyemangat para pejuang melawan tirani.
Tidak hanya berorasi. Aksi melawan tirani. Ini juga semakin membuat semangat para pejuang. Ketika pembacaan sajak oleh Padli AR aktivis Riau. Pembacaan sajak “untuk mu wahai para pejuang” oleh aktivis Riau. “Sajak sajak perlawanan untuk mu wahai pejuang. Kau mungkin bisa mencumbu muka ku dengan tinju, kau mungkin bisa mencemah badan ku dengan sepatu. Tapi jangan sekali kali kau lukai almamater ku, karena ku kan melawan mu. Biru, Kuning, Merah, Hijau dan semua almamater ku,”
Setelah menunggu sekitar 30 menit, Plt Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman datang menjumpai mahasiswa gabungan se-Riau. Kedatangan Beliau disambut baik oleh ribuan mahasiswa sore sekitar pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, pembacaan tuntutan oleh perwakilan yaitu Andres Pransiska Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau.
Dan menanggapi tuntutan mahasiswa se-Riau yakni, Pertama meminta maaf secara terbuka oleh Pemerintah Daerah Provinsi Riau atas tindakan anarki pihak keamanan pada acara di Gedung Serindi serta kasus pemukulan terhadap mahasiswa di kantor Gubernur Riau. Kedua pecat Oknum pemukul mahasiswa, Kepala Biro Humas Pemprov Riau (Darusman), oknum Protokoler, dan Komandan Satpol PP Provinsi Riau serta oknum Satpol PP yang telah melakukan pemukulan terhadap mahasiswa.
Plt Gubri saat menyampaikan dan menerima tuntutan mahasiswa. foto : BEM UR
Plt Gubernur Riau dalam sambutannya, menerima dan akan memproses baik secara hukum atau instansi pemerintahan. “Saya menerima tuntutan mahasiswa se-Riau. Perlu, diingat kita (saya) sebagai Plt Gubernur Riau juga harus mematuhi aturan hukum yang ada. Dan saya tidak boleh bertindak sewenang-wenang. Untuk itulah kejadian pemukulan, sangat saya sesali. Apalagi yang melakukannya oknum pemerintahan,” Jelasnya
“Selanjutnya, kita akan bentuk tim internal untuk melakukan penyelidikan dan pengawasan mengenai masalah oknum yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa. Di dalam tim internal, mahasiswa boleh ikut. Nanti, tinggal pilih siapa saja mahasiswa yang akan mewakili di tim internal,” tambah Arsyad Juliandi Rachman.
Meminta maaf kepada seluruh Mahasiswa dan BEM Seluruh Indonesia terkait insiden pemukulan mahasiswa di hadapan mahasiswa Riau. Dan beliau bersedia akan mengagendakan pertemuan serta konference pers terkait permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa di Universitas Riau. Tinggal mengfixan waktunya saja lagi.
Membentuk tim pemecatan Kabiro Humas Pemprov dan KasatPol PP Prov Riau serta oknum Protokoler. Dan meminta waktu satu minggu untuk mengusut prosedur pemecatan. Selalin itu, meminta mahasiswa untuk membentuk tim pengawasan untuk mengawasi kerja tim khusus Pemprov.
Menjamin kebebasan berdemokrasi dan hak menyampaikan pendapat di muka umum bagi mahasiswa Riau.
Rekan rekan Mahasiswa, Mari kita kawal ! Hidup Mahasiswa !
Gubernur Riau mengajak mahasiswa buat Forum Terbuka. Arsyadjuliandi Rachman, mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk dapat kita membuka forum terbuka mengenai permasalahan yang ada di Riau. Saya juga bersedia hadir untuk memenuhi undangan setiap mahasiswa yang ada di Riau ini. Ini bertujuan agar saya dapat mengetahui apa aspirasi adek-adek mahasiswa Riau. Karena saya tidak menginginkan kejadian kekerasan dan pemukulan tidak terjadi kembali. Kita akan lebih terbuka.
“Saya siap di undang mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Ini untuk kemajuan Riau,” ajaknya.
Lebih lanjutnya, pertama tim yang akan berjalan untuk menyelidiki dan melakukan pengawasan terhadap oknum yang melakukan pemukukan dan tindak m kekerasan terhadap mahasiswa berjalan selama satu minggu kedepan (Jumat, 15/4 – Jumat, 22/4). Kedua oknum terlibat pemukulan yang akan di non-aktifkan.
Setelah selesai menjumpai mahasiswa, Plt Gubernur Riau langsung memasuki Gedung Kantor Gubernur Riau. Sekitar puluhan aparat keamanan berjaga-jaga di depan pintu masuk gedung Kantor Gubernur Riau.
Setelah Plt Gubernur Riau menerima tuntutan mahasiswa se-Riau, Suhardi Ketua DPM UR mengatakan proses di Pemerintah Provinsi Riau sudah berjalan dengan membentuk tim internal untuk mengawasi dan menyelidiki oknum pemerintah yang melakukan tindak kekerasan. Namun, proses hukum tetap berjalan di Polresta. Jika, pada hari Senin (18/4) tidak ada respon atau tidak ada tindaklanjut dari Polresta, maka massa mahasiswa se-Riau akan kita alihkan ke Kapolda Riau.
Sekitar pukul 17.30 WIB massa gabungan mahasiswa se-Riau membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke rumah masing-masing. Massa juga mendapat kawalan dari pihak Polantas.