Home Blog Page 150

Jumlah Penyebaran Covid-19 Riau Capai 35.270 Kasus

Jumlah Penyebaran Covid-19 Riau Hari Ini (Sabtu, 3/4/2021) bertambah sebanyak 117 kasus, 121 pasien yang telah sembuh, dan 3 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 35.270 kasus.

Dari jumlah Penyebaran Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 32.945 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 507 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 954 orang isolasi mandiri, serta 864 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 79.568 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 87 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 77.050 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 2.181 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 250 orang.

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 447 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 376 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 243.411 sampel.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa sejak awal tahun 2021 ini, banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan pertemuan tanpa peduli dengan protokol kesehatan.

Adapun kebanyakan kasus positif Covid banyak dari klaster keluarga. Saat ini banyak yang mengadakan pesta tanpa mengindahkan protokol kesehatan, keluarga yang keluar daerah, serta mengadakan acara bersama keluarga.

Di lain pihak, Juru bicara Satgas COVID-19 Riau Indra Yovi berpesan agar tim Satgas COVID-19 kabupaten/kota harus lebih ketat lagi dalam memberikan izin keramaian.

Karena di saat kondisi pandemi ini sudah diatur pelaksanaan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan. Mulai dari jumlah undangan yang diperbolehkan datang, penerapan protokol kesehatan, dan hal lainnya.

Manfaat Donor Darah Secara Rutin

Ada banyak sekali manfaat donor darah bagi diri kita dan orang lain, beberapa di antaranya adalah:

Mengajarkan Kita untuk Ikhlas Dalam Berbagi
Setetes darah kita berguna untuk orang lain, memang bukan sekedar jargon saja. Donor darah yang kita lakukan terkadang membantu untuk mengobati pasien yang sedang sangat membutuhkan.

Memberikan Kita Manfaat Dalam Kesehatan
Saat kita donor darah, kurang lebih 500ml darah yang keluar dari dalam tubuh kemudian memberi ruang baru bagi oksigen dan juga meregenerasi sel darah merah yang baru.

Belajar Rutin Dalam Berbagi
Berbagi merupakan hal yang sangat penting untuk kita lakukan, baik berguna untuk diri sendiri dan orang lain, rutin melakukan donor darah bisa mengajarkan kita untuk konsistensi berbagi.

Meski demikian ada beberapa syarat yang harus Encik dan Puan penuhi sebelum donor darah:

  1. Kondisi fisik harus dalam keadaan sehat, jasmani, maupun rohani.
  2. Berusia 17-60 tahun. Usia 17 tahun boleh donor darah jika mendapat izin tertulis dari orang tua dan memenuhi persyaratan lain.
  3. Memiliki berat badan minimal 45 kilogram.
  4. Suhu tubuh 36,6-37,5 derajat Celcius.
  5. Tekanan darah harus berada di angka 100-160 untuk sistolik dan 70-100 untuk diastolik.
  6. Saat pemeriksaan, denyut nadi harus sekitar 50-100 kali per menit.
  7. Kadar hemoglobin minimal 12 gr/dl untuk wanita, dan minimal 12,5 gr/dl untuk pria.

Selain itu ada juga beberapa kelompok orang yang tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya:

  1. Pengidap hipertensi.
  2. Pengidap Hepatitis B dan C.
  3. Ibu hamil.

Meski sangat jarang terjadi, nyatanya ada beberapa efek samping dari donor darah diantaranya:

  1. Memar di daerah bekas suntikan untuk pengambilan darah.
  2. Pusing dan pingsan.
  3. Nyeri pada lengan bekas suntikan.

Tapi tak perlu khawatir Encik dan Puan, kondisi tersebut biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Encik dan Puan bisa berbaring dengan kaki yang diposisikan sedikit lebih tinggi sampai merasa lebih baik.

Demikianlah beberapa manfaat donor darah, tertarik untuk donor darah Encik dan Puan?

Total Penyebaran Covid-19 Riau Capai 35.154 Kasus

Total Penyebaran Covid-19 Riau Hari Ini (Jumat, 2/4/2021) bertambah sebanyak 203 kasus, 132 pasien yang telah sembuh, dan 4 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 34.951 kasus menjadi 35.154 kasus.

Dari total Penyebaran Covid-19 Riau Hari Ini, sebanyak 32.824 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 449 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 1.020 orang isolasi mandiri, serta 861 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 79.552 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 89 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 77.022 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 2.193 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 248 orang.

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 534 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 502 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 242.964 sampel.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa sejak awal tahun 2021 ini, banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan pertemuan tanpa peduli dengan protokol kesehatan.

Adapun kebanyakan kasus positif Covid banyak dari klaster keluarga. Saat ini banyak yang mengadakan pesta tanpa mengindahkan protokol kesehatan, keluarga yang keluar daerah, serta mengadakan acara bersama keluarga.

Di lain pihak, Juru bicara Satgas COVID-19 Riau Indra Yovi berpesan agar tim Satgas COVID-19 kabupaten/kota harus lebih ketat lagi dalam memberikan izin keramaian.

Karena di saat kondisi pandemi ini sudah diatur pelaksanaan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan. Mulai dari jumlah undangan yang diperbolehkan datang, penerapan protokol kesehatan, dan hal lainnya.

SMK Kesehatan Genus Pekanbaru Hadirkan Tenaga Medis Baru

Ncik dan Puan sedang mencari sekolah SMK jurusan kesehatan? Sudah pernah mendengar SMK Kesehatan Genus Pekanbaru? Jika belum yuk simak dulu.

Di masa pandemi ini tentunya semakin banyak dibutuhkan tenaga kesehatan atau medis untuk turut membantu penanganan kasus Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Maka dari itu sangat disarankan Ncik dan Puan yang ingin memasuki jenjang Sekolah Menengah Kejuruan untuk memilih bidang kesehatan.

Kini di Pekanbaru telah hadir SMK Kesehatan Genus Pekanbaru yaitu sekolah kejuruan dalam bidang kesehatan yang dapat memberikan pembekalan ilmu di bidang kesehatan. Para siswa/siswi di sini diharapkan nantinya dapat menjadi tenaga medis dan membantu kita semua.

SMK Kesehatan ini memiliki 4 keahlian dan kompetensi, di antaranya:

  • Farmasi
  • Asisten Keperawatan
  • Keperawatan Gigi
  • Analisis Kesehatan

Selain itu, SMK Kesehatan ini juga memberi peluang kepada siswa/siswi untuk dapat bekerja di Rumah Sakit, Laboraturium & BPOM, Puskesmas, dan Klinik Kesehatan.

SMK Kesehatan ini membuka penerimaan siswa/siswi baru tahun ajaran 2021/2022 untuk jurusan Asisten Keperawatan dan Farmasi dengan syarat:

  • Fotocopy Rapor, SKL, Akte Kelahiran, dan KTP Orang Tua.
  • Pas Foto 3×4 5 Lembar.
  • Pas Foto Kartu Indonesia Pintar (Bagi yang punya).

Untuk pendaftaran langsung ke Jalan Bhakti, Tangkerang Baru, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Hubungi 0821 7111 5042 untuk informasi lebih lanjut.

Total Penyebaran Covid19 Riau Capai 34.951 Kasus

Total Penyebaran Covid19 Riau Hari Ini (Kamis, 1/4/2021) bertambah sebanyak 199 kasus, 75 pasien yang telah sembuh, dan 6 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 34.752 kasus menjadi 34.951 kasus.

Dari total Penyebaran Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 32.692 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 422 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 980 orang isolasi mandiri, serta 857 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 79.516 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 85 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 77.004 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 2.179 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 248 orang.

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 480 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 449 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 242.430 sampel.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa sejak awal tahun 2021 ini, banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan pertemuan tanpa peduli dengan protokol kesehatan.

Adapun kebanyakan kasus positif Covid banyak dari klaster keluarga. Saat ini banyak yang mengadakan pesta tanpa mengindahkan protokol kesehatan, keluarga yang keluar daerah, serta mengadakan acara bersama keluarga.

Di lain pihak, Juru bicara Satgas COVID-19 Riau Indra Yovi berpesan agar tim Satgas COVID-19 kabupaten/kota harus lebih ketat lagi dalam memberikan izin keramaian.

Karena di saat kondisi pandemi ini sudah diatur pelaksanaan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan. Mulai dari jumlah undangan yang diperbolehkan datang, penerapan protokol kesehatan, dan hal lainnya.

Riau International Fashion Festival 2021 Resmi Dihelat

Yayasan Pesona Kreasi Riau menggelar acara Riau International Fashion Festival 2021 di Living World Pekanbaru, Kamis (1/4/2021).

Berlangsung selama 4 hari, event ini akan menampilkan fashion show Ibu Gubernur Riau beserta ibu-ibu Kepala Dinas Pemerintah Provinsi Riau. Selain itu fashion show ini juga akan memperagakan koleksi batik Riau yang didesain sendiri oleh Ibu Gubernur Riau.

Busana yang dikenakan merupakan hasil karya para desainer yang berpartisipasi dalam Riau International Fashion Festival 2021. Adapun tokoh-tokoh berprofesi sebagai dokter, pengusaha, dan para profesional lainnya.

Selain peragaan busana, event ini akan dimeriahkan oleh hiburan dengan bintang tamu Haikal AFI, Micky AFI, dan Delia Ecoutez.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Masrul Kasmy dalam sambutannya mengungkapkan, agenda ini merupakan kebanggaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dimana kreatifitas dan inovasi yang dilakukan oleh istri Gubernur Riau Misnarni Syamsuar bersama tim kreasi.

Riau international fashion festival ini, menurutnya merupakan bentuk kepedulian terhadap kebudayaan Riau dengan melakukan kreativitas seperti batik Riau.

Kegiatan seperti ini, menurutnya, juga dapat menggerakkan pertumbuhan perekonomian daerah yang pada akhirnya juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi nasional.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesona Kreasi Riau Amnah Awaloeddin mengatakan, penyelenggaraan event ini agar Riau menjadi pusat fashion di Pulau Sumatera, melestarikan budaya melayu Riau melalui kain tenun dan batik yang dapat digunakan dengan bangga oleh masyarakat Riau sehari-hari.

Selain itu agenda ini juga bertujuan merangsang semangat daya saing perancang busana Riau agar karya kreatifnya diterima pasar nasional maupun di kancah internasional. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan UMKM dan pengrajin kain tenun batik Riau.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Total Penyebaran Covid Riau Capai 34.752 Kasus

Total Penyebaran Covid Riau Hari Ini (Rabu, 31/3/2021) bertambah sebanyak 160 kasus, 144 pasien yang telah sembuh, dan 5 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 34.752 kasus.

Dari total Penyebaran Corona Riau Hari Ini, sebanyak 32.617 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 438 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 846 orang isolasi mandiri, serta 851 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 79.211 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 83 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 76.854 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 2.029 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 245 orang.

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 548 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 463 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 241.950 sampel.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa sejak awal tahun 2021 ini, banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan pertemuan tanpa peduli dengan protokol kesehatan.

Adapun kebanyakan kasus positif Covid banyak dari klaster keluarga. Saat ini banyak yang mengadakan pesta tanpa mengindahkan protokol kesehatan, keluarga yang keluar daerah, serta mengadakan acara bersama keluarga.

Di lain pihak, Juru bicara Satgas COVID-19 Riau Indra Yovi berpesan agar tim Satgas COVID-19 kabupaten/kota harus lebih ketat lagi dalam memberikan izin keramaian.

Karena di saat kondisi pandemi ini sudah diatur pelaksanaan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan. Mulai dari jumlah undangan yang diperbolehkan datang, penerapan protokol kesehatan, dan hal lainnya.

Pot Bunga Unik Dari Sabut Kelapa, Kreativitas Saat Pandemi

0

Pandemi Covid-19 membuat orang memutar otak agar bisa bertahan hidup, salah satunya  pot bunga unik dari sabut kelapa.

Sebagai salah satu kreativitas dan seni, pot bunga unik dari sabut kelapa ini memiliki daya jual yang tinggi untuk menyambung hidup di tengah masa sulit sekarang. Terlebih lagi kebanyakan orang tidak terpikir bagaimana membuat sabut kelapa menjadi nilai guna.

Pot Bunga Serabut Kelapa

Pengrajin pot bunga unik dari sabut kelapa, Efri Effendi mengaku telah menekuni pembuatan pot bunga ini sejak masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu akibat munculnya pandemi Covid-19.

Bapak yang bekerja di kawasan wisata Danau Buatan, Rumbai, Pekanbaru ini mengaku awalnya kebingungan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kesulitan tersebut, lalu muncullah ide untuk membuat pot dari sabut kelapa.

Sebelumnya, Efri juga memiliki bisnis cocopeat, yaitu media tanam yang dibuat dari sabut kelapa. Sabut kelapa yang dimasukkan ke dalam mesin memisahkan cocopeat dengan serabut (coco fiber) namun juga berdampak akibat pandemi.


Dari sinilah menumpuk serabut kelapa yang tidak lagi dipakainya di sekitar tempat tinggalnya. Dulunya, sabut kelapa yang tidak dipakainya untuk cocopeat dibuang begitu saja bahkan hanya untuk memancing api untuk membakar sampah di sekitar rumahnya.

Namun karena pandemi memaksanya untuk berpikir lebih keras untuk mendapatkan sumber penghasilan, dia lalu memanfaatkan sabut kelapa tersebut untuk membuat pot dengan bermodalkan pengalamannya menonton youtube dan mencari informasi di sosial media.

Setelah beberapa kali mengalami kegagalan, akhirnya Efri bisa membuat pot bunga unik dari sabut kelapa dengan berbagai bentuk yang sangat menarik.

workshop pot bunga serabut kelapa

“Corona ini berimbas ke ekonomi keluarga kami, pas corona masuk, kami di rumah saja, mikir bagaimana ekonomi bisa hidup lagi. Saya pikirkan bagaimana caranya agar limbah serabut ini bisa bermanfaat, dibuat apa gitu,” katanya.

Kerangka pot yang dibuatnya terdiri dari kawat ram yang dibuat sedemikian rupa, ada yang berbentuk tabung, balok, dan lainnya, serta menyisakan ruang di bagian dalam untuk ditanami tumbuh-tumbuhan.

Ada banyak jenis pot bunga unik dari sabut kelapa yang dihasilkannya, seperti pot portabel, atau pot gantung bahkan juga turus, yang berbentuk seperti pipa yang memanjang, biasanya digunakan untuk menanam tanaman menjalar.

Agar pot bunga unik dari sabut kelapa ini padat dan memiliki ruang, Efri menggunakan alat pres manual, yang membuat serabut menjadi lebih kuat dan padat. Di bagian atas kawat ram dilipat ke dalam, kemudian dipasang penahan di sekeliling lingkaran agar lebih kuat.

Produk pot dari serabut kelapa tersebut milik Efri dijual mulai dari Rp17.500,00-Rp 75.000,00. Sementara untuk turus berkisar Rp30 ribu–Rp50 ribu.

Dalam hal pemasaran dan pembuatan, Efri dibantu oleh keluarganya dengan memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Whats App, dan lain-lain.


Jadi bagi Encik dan Puan yang berminat melihat koleksinya bisa langsung datang ke produk sanggar pot Yuslifia Kawasan Wisata Danau Buatan Keluarahan Sungaiambang, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, atau bisa juga menghubungi melalui Whatsapp di 0887 0819 7335

“Produk kita lebih bagus, karena seratnya lebih halus, pemisahan dari sabut kita menggunakan mesin. Kemudian setelah semuanya sudah jadi, dipernis biar kinclong dan tahan. Kita tetap mempertahankan kualitasnya,” ungkap Efri.

Perjalanan bisnis pembuatan pot bunga unik dari sabut kelapa ini bukan berjalan mulus begitu saja, Efri sempat mengaku kebingungan untuk mencari sabut kelapa karena Pekanbaru sendiri tidak memiliki sumber kelapa yang luas, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari sabut kelapa ke Tembilahan Indragiri Hilir.

Tidak hanya terkendala sabut kelapanya, Efri juga mengaku dirinya juga mengalami kendala pada modal untuk bahan baku, seperti kawat, bahan bakar, dan lain-lain.

Efri berharap, pemerintah dapat membantu usahanya dalam menjalankan bisnis ini. Sehingga pelaku usaha seperti dirinya dapat bertahan dan bisa terus berkarya, terlebih di masa pandemi sekarang ini, baik itu dari permodalan, atau pun pemasaran.

Total Penyebaran Corona Riau Capai 34.460 Kasus

Total Penyebaran Corona Riau Hari Ini (Selasa, 30/3/2021) bertambah sebanyak 132 kasus, 140 pasien yang telah sembuh, dan 2 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 34.460 kasus.

Dari total Penyebaran Corona Riau Hari Ini, sebanyak 32.473 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 437 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 836 orang isolasi mandiri, serta 846 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 79.103 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 76 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 76.818 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 1.965 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 244 orang.

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 632 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 515 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 241.402 sampel.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa sejak awal tahun 2021 ini, banyak masyarakat yang mengadakan kegiatan pertemuan tanpa peduli dengan protokol kesehatan.

Adapun kebanyakan kasus positif Covid banyak dari klaster keluarga. Saat ini banyak yang mengadakan pesta tanpa mengindahkan protokol kesehatan, keluarga yang keluar daerah, serta mengadakan acara bersama keluarga.

Di lain pihak, Juru bicara Satgas COVID-19 Riau Indra Yovi berpesan agar tim Satgas COVID-19 kabupaten/kota harus lebih ketat lagi dalam memberikan izin keramaian.

Karena di saat kondisi pandemi ini sudah diatur pelaksanaan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan. Mulai dari jumlah undangan yang diperbolehkan datang, penerapan protokol kesehatan, dan hal lainnya.

Hari Film Nasional di Tengah Pandemi

0

Hari ini, 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional (HFN). Untuk tahun 2021 ini merupakan perayaan yang ke-71. Menilik dari sejarahnya, Film Indonesia sebenarnya sudah mulai diproduksi sejak zaman penjajahan Belanda.

Film Pertama

Film Indonesia pertama bahkan sudah dirilis di tahun 1926 berjudul Loetoeng Kasaroeng dan Lily Van Shanghai di tahun 1928. Sayangnya, meski menghadirkan banyak aktor lokal, dua film tersebut disutradarai oleh orang asing, L Heuveldorp yang berkebangsaan Belanda. Selain itu film ini mencerminkan adanya dominasi Belanda dan Tiongkok. Oleh karenanya film itu tidak dijadikan patokan penetapan Hari Film Nasional.

Penetapan Hari Film Nasional

Meski Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945, perusahaan film nasional sendiri baru berdiri 5 tahun setelahnya. Pada tahun 1950, Umar Ismail dan kawan-kawan mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini).

Adapun film yang diproduksi Perfini adalah Darah dan Doa yang mulai pengambilan gambar perdana pada 30 Maret 1950 dan Umar Ismail sebagai sutradaranya.

Film ini kemudian menuai sukses karena menggambarkan ideologi yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka.

Kemudian tanggal 30 Maret ditetapkan sebagai Hari Film Nasional dalam Konferensi kerja Dewan Film Indonesia bersama Organisasi Perfilman pada 11 Oktober 1962 di Jakarta. Usmar Ismail (Perfini) dan Djamaludin Malik (Persari) lalu diangkat sebagai Bapak Perfilman Nasional.

Dari situ pula momen ini dianggap menjadi titik bangkitnya perfilman Tanah Air pada era Presiden BJ Habibie dan diresmikan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999.

Perkembangan Film Nasional

Namun perfilman Indonesia sendiri dalam perjalanannya sempat pasang-surut, dimana film Indonesia selama tahun 980-an dan tahun 1990-an terpuruk karena tidak berkutik menghadapi arus film impor.

Selain itu, perfilman Indonesia juga harus bersaing dengan sinetron yang ditayangkan oleh televisi swasta, yang mana lebih digemari masyarakat saat itu.

Perfilman Indonesia sendiri mulai bangkit setelah berakhirnya Orde Baru, dengan munculnya film hasil karya sineas seperti Garin Nugroho, Riri Reza, Rizal Mantovani, Jose Purnomo, dan beberapa sineas lainnya.

Kehadiran mereka seperti memberikan semangat baru pada industri film Indonesia yang sempat mati suri. Pada tahun 2002, Indonesia hanya memproduksi 11 judul film. Tahun 2004 dengan 22 judul film, tahun 2005 dengan 34 judul film, dan tahun 2006 dengan 33 judul film.

Sejak tahun 2018, pencapaian jumlah penonton naik pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Yang mana pada tahun itu perfilman Indonesia menyentuh angka 50 juta penonton dari total 132 film yang rilis.

Merayakannya di Tengah Pandemi

Di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, tak pelak juga memengaruhi perfilman Indonesia. Sejak 2020 silam sejumlah bioskop di Indonesia ditutup, meski kemudian akhirnya beberapa bioskop akhirnya diizinkan dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Di Pekanbaru sendiri bioskop akan dibuka keesokan hari (Rabu, 31/3/2021) yang menjadi kabar baik bagi Encik dan Puan pecinta film.