Operasi TMC di Riau Kembali Dilakukan

0
97
Operasi TMC di Riau

Dalam rangka penanganan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan kembali dilakukan.

Dalam agendanya, operasi TMC di Riau akan diselengarakan selama enam hari. Mulai tanggal 6-12 Oktober 2023 yang akan dilaksanakan oleh pihak swasta, PT Smart Cakrawala Aviation.

Supervisi TMC Riau Perekayasa Muda Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Fikri Nur Muhammad menjelaskan jika saat ini pihak swasta yang akan menyelenggarakan TMC di Riau. Namun BRIN maupun BMKG sebagai supervisi pelaksanaan teknis kegiatannya.

Potensi Awan Hujan Tinggi

Fikri melanjutkan, saat ini potensi pertumbuhan awan hujan hingga sepekan kedepan di Provinsi Riau masih dalam keadaan baik. Bahkan jika berdasarkan data BMKG, potensi awan hujan di Riau berada dengan kategori tinggi atau lebih dari 70 persen.

Akan tetapi, kondisi cuaca dalam sepekan ke depan diprakirakan cenderung cerah berawan. Namun juga masih berpotensi hujan ringan-sedang pada siang, bahkan sore maupun malam hari.

Jenis Pesawat

Adapun jenis pesawat yang digunakan untuk program TMC di Riau menggunakan jenis Pilatus PC 6. Sedangkan untuk jumlah garam yang tersedia untuk disemai sebanyak 7 ton.

Diketahui, pelaksanaan TMC di Riau untuk mengendalikan Karhutla ini sudah berulang kali dilaksanakan. Terakhir dilaksanakan pada bulan September lalu, dengan jumlah yang disemai di langit Riau sebanyak 10,4 ton NaCl atau garam telah disemai di langit Riau.

Pelaksanaan TMC Riau pada Bulan September lalu berlangsung selama 11 hari. Kegiatan tersebut sukses menurunkan hujan, serta meningkatkan tren kenaikan tinggi muka air tanah (TMAT).

Selama periode September itu dilaksanakan pada tanggal 12-22 September 2023 yang dilaksanakan selama 13 kali penerbangan.

“Selalu dilaksanakan evaluasi setelah pelaksanaan kegiatan bersama pihak-pihak terkait,” ucapnya, Jumat (6/10/2023).

Kondisi Udara di Riau

Diketahui bahwa saat ini kondisi udara di Pekanbaru mulai diselimuti kabut asap, hal tersebut tersebut karena terjadinya Karhutla di wilayah Riau dan wilayah Sumatera lainnya. Oleh karena itu, jika dilihat dari data BMKG, saat ini kondisi udara di Riau berada pada level kuning atau tidak sehat.

1.000 kg Garam Telah Disemai

Sementara itu, sebanyak 500 kilogram garam telah disemai di langit Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan. Demikian yang diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edy Afrizal, Senin (9/10/2023).

Selain Siak dan Pelalawan, BRIN sebagai supervisor pelaksana hujan buatan juga telah menyemainya di Kabupaten Bengkalis. Dimana total jumlah garam yang disemai di tiga daerah tersebut adalah sebanyak 1.000 Kg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.