Jejak Perjuangan Kemerdekaan di Pekanbaru

97
Jejak Perjuangan Kemerdekaan di Pekanbaru

Encik dan Puan sudah pernah tahu atau dengar terkait perjuangan kemerdekaan di Pekanbaru? sebagian mungkin sudah mengetahui, mungkin sebagian lainnya belum pernah mengenal sama sekali.

Untuk itu, karena masih suasana kemerdekaan RI ke-75 tahun. Penulis ingin mengajak Encik dan Puan kembali melihat sejarah jejak perjuangan kemerdekaan di Kota Pekanbaru, dengan harapan kita semua semakin mencintai negeri ini.

Di Pekanbaru sendiri, ada tiga lokasi sejarah perjuangan kemerdekaan. Dimana saja tempatnya? Silahkan simak ulasan berikut ini.

Di RTH Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani

Prasasti di RTH Tunjuk Ajar IntegritasTahukah Encik dan Puan, di Ruang Terbuka Hijau Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani terdapat Prasasti yang menandakan bahwa Bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di Kota Pekanbaru.

Dulunya, di kawasan itu bendera merah putih pertama kali dikibarkan di atas Kantor PTT dalam suasana perebutan kekuasaan. PTT adalah Perusahaan Djawatan Pos, Telegraf dan Telekomunikasi (skrg PT Pos Indonesia & PT Telkom).

Adapun nama pengibarnya adalah H. M. Danielsyah. Kejadian ini terjadi pada tanggal 15 September 1945 pada pukul 14.00 WIB oleh Angkatan Muda PTT Pekanbaru.

Prasasti ini diresmikan oleh Gubernur K.D.H Tingkat 1 Riau, R Soebrantas Siswanto di Pekanbaru, 10 November 1978.

Surau Al Irhash

Surau Al IrhashSurau Al Irhash dibangun tahun 1925, bangunan ini juga diklaim sebagai surau tertua di Kota Pekanbaru.

Surau ini dibangun di atas lahan yang diwakafkan oleh masyarakat Kampung Bukit. Pada zaman perang kemerdekaan, surau ini difungsikan sebagai markas besar pejuang tentara Fisabilillah.

Denah asli bangunan ini berbentuk segi empat, yang memakai gaya bangunan kolonial. Terdapat ornamen ukiran hauyu terwangan pada dinding masjid.

Tetapi pada tahun 1970 mengalami perubahan dengan adanya tambahan bangunan mihrab. Pada tahun 2007 bangunan ini mengalami renovasi total.

Rumah Yahya

Rumah YahyaRumah mediaman Keluarga Alm Hj Ramnah Yahya / Hj Nur’aini Ibrahim, SE atau yg biasa dikenal dengan nama Rumah Yahya ini merupakan saksi bisu sejarah Kota Pekanbaru.

Rumah yang berada di Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Senapelan, ini diperkirakan dibangun pada tahun 1887 dan ditempat oleh H Yahya, seorang tauke getah karet ternama pada masa itu.

Pada awal pra kemerdekaan, rumah ini pernah dijadikan basis pejuang Fisabilillah sekaligus menjadi gudang logistik dan dapur umum. Tapi karena alasan keamanan, maka basis pejuang pindah ke Surau Irhash yang terletak di Jalan Senapelan.

Pasca kemerdekaan pada tahun 1958, rumah ini dijadikan sebagai salah satu markas sekaligus tempat tinggal TNI pada era penumpasan pemberontakan PRRI di Sumatera bagian tengah, khususnya Provinsi Riau.

Saat ini rumah Yahya ini dipergunakan untuk kegiatan KSM Tenun Kain Songket, Pucuk Rebung, khususnya para ibu yang berada di lingkungan Kampung Bandar, Senapelan.

Itulah beberapa jejak perjuangan kemerdekaan di Pekanbaru yang wajib kita tahu sebagai warga Riau khususnya kota Pekanbaru ya Encik dan Puan.

Sebuah kisah sejarah yang telah mengantarkan kita sampai pada masa kemerdekaan menginjak usia 75 tahun saat ini. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang melupakan sejarah.

Selamat hari kemerdekaan…