Gubri Tinjau Tugu Integritas HAKI 2016

17

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Ketua KPK Agus Raharjo, Jaksa Agung HM Prasetyo, bersama para tamu undangan meninjau langsung Tugu Integritas yang berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, Jumat (9/12) pagi tadi.

Adapun rencananya tugu yang dibangun dalam rangka memperingati Hari AntiKorupsi Internasional (HAKI) 2016 yang setiap tahun jatuh pada tanggal 9 Desember tersebut akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Namun Jokowi dipastikan tidak hadir karena masih berada di Aceh untuk memantau kondisi korban pasca gempa.

Dalam sambutannya, Andi Rachman, begitu Gubernur Riau biasa disapa mengatakan bahwa penamaan RTH Tunjuk Ajar Integritas ini mengandung cita-cita dan harapan.

“Tempat ini juga menunjukkan jalinan sejarah, sekaligus hasrat mengusung kearifan lokal dan modernisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Andi, dalam buku budayawan Riau, (Alm) Tenas Effendy, yang berjudul Tunjuk Ajar Melayu menyebutkan bahwa Tunjuk ajar adalah segala yang meliputi jenis petuah, petunjuk, nasehat, amanah, pengajaran dan contoh teladan.

Sedangkan integritas sendiri memiliki makna yaitu keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Integritas juga senantiasa dikaitkan dengan nasionalisme dan manajemen, terutama yang berkaitan dengan pemimpin.

“Sehingga penamaan Taman Tunjuk Ajar Integritas ini memuat hasrat bagaimana integritas tersebut dicontohkan, ditegakkan, dan diwariskan, yang mana terdapat proses belajar mengajar dan saling menasehati untuk memancarkan kewibawaan maupun kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Andi.

Pada taman yang memiliki luas hingga 1,7 hektare ini terdapat prasasti pengibaran bendera merah putih untuk pertama kalinya di Provinsi Riau, amphitheatre, taman bunga dan Tugu Integritas.

Tugu Integritas ini menampilkan Bono Sungai Kampar yang dikenal sebagai Bono Jantan dan Bono Sungai Rokan yang dikenal sebagai Bono Betina, serta Keris Melayu, Pendua, yang menjadi bentuk perwakilan dari diri untuk menancapkan semangat integritas penuh dari segala lapisan masyarakat.

Untuk diketahui bahwa Keris Pendua ini merupakan keris melayu Riau, keris ini biasanya lebih sering digunakan sebagai keris cadangan (bukan keris utama).

Usai menjelaskan makna Tugu Integritas, Gubernur Riau bersama Ketua KPK, Jaksa Agung, dan para tamu undangan kemudian berfoto bersama di tugu yang bernilai hampir Rp500 juta ini. Dalam peninjauan ini juga turut hadir  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dari pantauan infopku.com, tampak Tugu Integritas ini masih belum selesai pengerjaannya. Taman bunga serta rumput di Ruang Terbuka Hijau Tunjuk Ajar Integritas ini pun masih baru ditanam.