Sejarah Petang Megang
Home » Melayu » Sejarah Petang Megang

Sejarah Petang Megang


Petang Megang merupakan tradisi budaya melayu Pekanbaru dalam menyambut datangnya bulan ramadhan. Sebelum seperti saat ini, Petang Megang sudah ada sejak zaman pemerintahan Kerajaan Siak Sri Indrapura yang waktu itu pusat pemerintahannya terletak di Bandar “Senapelan”.

Inti dari tradisi Petang Megang ini, adalah Mandi Balimau. Pada ritual inti ini terdapat 20 orang laki-laki dan perempuan yang akan masuk ke dalam Sungai Siak. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Pekanbaru membersihkan diri dari berbagai kotoran dan hal-hal buruk sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Meskipun tradisi ini telah turun temurun selama beratus tahun lamanya, ternyata tradisi petang megang sempat menghilang pada Tahun 1970-an. Kondisi Sungai Siak mulai kotor dan tercemar menyebabkan tak ada lagi warga yang mau menjalani ritual petang megang.

Namun pada tahun 1997, tradisi ini kembali dihidupkan oleh beberapa tokoh masyarakat. Lalu barulah pada tahun 2001, Pemko Pekanbaru memasukkan acara ini dalam agenda tahunan mereka. Bahkan nantinya Petang Megang akan dijadikan iven nasional lho.

Petang Megang sendiri sangat dinantikan oleh masyarakat. Mereka kemudian membuat beraneka macam kue, serta masakan khas melayu yang dikemas dalam bentuk wadah seperti tabak (khas Indragiri Hulu) yang diisi dengan telur dan makanan lain kemudian dihias sedemikian rupa dan diarak keliling hingga ke Sungai Siak.

Untuk mandi balimau sendiri digunakan air limau. Adapun air rebusan yang digunakan untuk Mandi Belimau nantinya terdiri dari air rebusan limau purut dicampur dengan serai wangi, ako siak-siak, daun nilam, mayang pinang, lalu dilengkapi dengan irisan bunga rampai.

About Admin