Ekspedisi Dakwah Pekan Muharram ke Desa Tasik Serai, Melintas Dakwah Tanpa Batas - InfoPKU
Home » Berita » Berita Riau » Ekspedisi Dakwah Pekan Muharram ke Desa Tasik Serai, Melintas Dakwah Tanpa Batas

Ekspedisi Dakwah Pekan Muharram ke Desa Tasik Serai, Melintas Dakwah Tanpa Batas


Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Dompet Dhuafa Riau melakukan Ekspedisi Dakwah Pekan Muharram Da’i Pedalaman, Sabtu (15/9) di Dusun Bagan Benio, Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. 

Adapun untuk pergi ke sana, dibutuhkan waktu 2 jam dari pusat kota Duri menuju titik Desa Tasik Serai. Berikut ini salah seorang relawan Dompet Dhuafa Riau, redovan_jamil mengisahkan:

Dari Desa Tasik Serai kita tidak bisa lagi memakai transportasi mobil, maka harus memakai kendaraan bermotor. Jika bagusnya memakai motor besar seperti trail dikarenakan medan yang kita lalui tanah gambut, yang jika hujan berlumpur yang sangat basah dan jika panas akan berdebu.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Redovan Jamil (@redovan_jamil) on

Juga kita melewati rimba yang hanya dikasih warga sebilah papan untuk bisa melewatinya. Ini sangat membutuhkan keahlian dan tentunya penuh tantangan bagi orang-orang baru yang datang ke sana. Di suatu titik kita akan melewati jembatan kecil yang hanya di belintangkan balok kecil sejengkal orang dewasa.

Jika tidak stabil sudah jelas akan masuk kanal yang ada di sana. Kita juga melewati beberapa jembatan serupa hingga sampai di sungai yang sungai itu bermuara ke sungai Siak. Kita terpaksa menyeberangkan motor dengan sampan kecil yang hanya bisa mengangkut 3 motor dengan penumpang beberapa saja.

Sampannya tanpa mesin dan hanya didayung hingga seberang. Sekitar 15 menit baru kita sampai di pemukiman warga yang dihuni 104 kepala keluarga (KK). Waktu perjalanan yang dibutuhkan dari desa ke tempat lokalisasi dakwah lebih kurang 1,5 jam. Di dusun Bagan Beneo itu termasuk dalam cagar alam biosfer.

Yang memiliki undang-undang dan ketentuan yang terikat untuk membangun bangunan dan hal-hal lainnya. Tapi sesungguhnya sebelum wilayah itu disahkan dalam lingkupan cagar alam biosfer, warga sudah hidup bertahun-tahun di sana, kisah dari tetua.

Paguyuban suku Melayu itu berasal dari kerajaan Siak. Tentu mereka punya hak dan suara-suara serta jeritan yang harus kita dengarkan. Kita Dompet Dhuafa Riau In sya Allah hadir untuk memecahkan kebuntuan itu. Melintas dakwah tanpa batas.

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila