Pola Asuh Anak Bagi Orang Tua di Masa New Normal

62
Pola Asuh Anak

Pengembangan pola asuh anak yang tepat bagi orang tua di masa new normal pandemi Covid-19 sangat penting saat ini.

Karena tatanan hidup yang berubah, Encik dan Puan sebagai orang tua juga harus mempersiapkan sebaik mungkin pola asuh anak yang tepat. Hal tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut psikolog bidang pendidikan dan pengasuhan anak, Aisha Salsabila, M.si,Psikolog, menyebutkan bahwa saat ini yang paling penting terkait pola asuh di masa pandemi ini adalah manajemen emosi.

Adanya pandemi menyebabkan tantangan para orang tua bertambah. Semua bekerja dan belajar dari rumah, ruang gerak terbatas dan ditambah lagi adanya kecemasan terkait kesehatan diri dan keluarga.

Kondisi ini memang tidak mudah dan rentan membuat orang tua menjadi emosional. Oleh karena itu, manajemen emosi yang baik perlu dimiliki Encik dan Puan orang tua agar bisa beradaptasi secara efektif dalam menghadapi pandemi ini dan tetap bisa mengasuh anak dengan baik.

Masa pandemi, kita dituntut untuk hidup lebih bersih dan mengajak anak-anak untuk menerapkan pola hidup bersih. Menurutnya, ada langkah yang baik dan efektif dalam menyampaikan kebiasaan hidup bersih kepada anak, yaitu dengan menggunakan metode penyampaian informasi yang disesuaikan dengan usia dan pemahaman anak.

Kategori usia anak tersebut yaitu:

  • Bagi anak usia dini Encik dan Puan bisa menyampaikannya melalui buku bacaan sesuai usianya juga eksperimen sains sederhana (yang sudah banyak beredar di internet) dimana anak bisa mengamati secara konkret bahwa menjaga kebersihan dan mencuci tangan dengan sabun bisa menghindarkan diri dari virus/ bakteri.
  • Sementara untuk anak yang usianya sudah lebih besar seperti usia sekolah, selain melalui buku atau eksperimen sains, kita juga bisa mengajaknya mengamati berita tentang kondisi yang terjadi saat ini lalu berdiskusi juga mencari tahu bersama-sama mengenai hal apa saja yang perlu dilakukan agar tubuh kita bisa tetap bersih dan terhindar dari penyakit.

Kemudian ia mengingatkan juga, sebagai orang tua, Encik dan Puan harus menjadi contoh/role model menjalani kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak. Karena jika orangtua tidak melaksanakannya maka anak pun juga tidak akan mau melaksanakannya.

Sebagai orang tua, Encik dan Puan memiliki peran tonggak dalam keluarga, yang menjadi contoh bagi anak, kemampuan untuk mengatasi konflik perasaan atau kemampuan manajemen emosi ini memiliki peran yang sangat besar terhadap kesehatan jiwa anak.

Jika orang tua tidak bisa mengatasi konflik emosinya dengan baik maka ia pun tidak bisa berpikir jernih dan bertindak secara tepat.

Hal ini bisa membuat orang tua melakukan kesalahan pada anak seperti melakukan kekerasan verbal maupun fisik yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan jiwa anak.

Anak menjadi tidak nyaman dan aman dan jika diteruskan bisa membuat anak menjadi stres bahkan trauma yang terbawa hingga dewasa.

Itulah mengapa perlu menerapkan manajemen emosi pada orang tua ditambah lagi situasi saat ini menuntut orang tua ekstra bersabar dengan tingkah anak-anak yang mulai jenuh atau bosan di rumah.