Pergi Haji Pakai Motor, Ingin Doakan Kesembuhan Ibunya

128
Pergi Haji Pakai Motor

Pergi haji pakai motor, Bambang Sukmana (44) yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, ini ingin berniat mendoakan kesembuhan ibunya di Baitullah.

Adapun ibunya saat ini hanya terbaring sakit stroke dan tidak bisa beraktivitas apapun sejak tujuh tahun lalu.

Pria yang akrab disapa Papa Pibenk ini bertolak dari Cimahi sejak (24/12/2020) pukul 14.00 WIB lalu, menuju ke Mekkah untuk naik haji menggunakan motor solo riding.

Papa Pibenk memperkirakan perjalannya menuju kota Mekkah akan memakan waktu selama lima bulan dengan menunggangi kuda besi 200cc berwarna kuning besutan kawasaki.

Ia mengaku, ibundanya sangat ingin sekali bersama-sama naik haji. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan. Ditambah lagi biaya yang besar dan waktu tunggu yang sangat lama, maka Papa Pibenk memutuskan berangkat haji sendiri pakai motor.

Selain doa tulusnya pergi haji pakai motor ingin mendoakan kesembuhan sang ibu, ia juga ingin sekali menyempurnakan agama dengan menunaikan rukun Islam yang kelima.

“Diperkirakan saya akan sampai di Baitullah pada bulan Juli, karena pertengahan Juli sudah haji. Saya sudah izin sama ibu saya untuk berangkat haji pakai motor,” ucapnya, Selasa (5/1/2021) saat singgah di Basecamp PLC Pekanbaru.

Ia mengakui bahwa niatnya naik haji telah ada sejak 2004 lalu, namun karena keterbatasan biaya niat itu baru terealisasi saat ini.

Niat Papa Pibenk untuk pergi haji pakai motor muncul sejak Oktober 2019 lalu, kemudian pada bulan Maret 2020 ia memutuskan untuk melakukan segala macam persiapan berangkat ke Baitullah dan akhirnya berangkat pada bulan Desember 2020.

Memiliki hobi touring menggunakan motor, maka ia memutuskan untuk berangkat haji menggunakan motor. Ia ingin hobinya mendukung dan menjadi pahala bagi dirinya.

Dari Cimahi, tujuan biker muslim ini ingin ke Medan Sumatera Utara untuk berkoordinasi terkait penyebrangan dan kemungkinan bisa menyeberang ke negara Malaysia.

Ia mengaku bahwa dirinya juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta, namun diarahkan ke Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia yang ada di Medan.

“Alhamdulillah saya sudah berkomunikasi dan beliau Insyaallah membantu sebisa mungkin, dan tujuan saya ke Medan mengurus administrasi untuk nyebrang ke Malaysia,” katanya.

Sebelum menyebrang ke Malaysia, ia akan berangkat dulu ke Aceh Serambi Mekkah untuk bertemu rekan-rekan dan berziarah ke kota tersebut.

Begitu pulang dan sampai di tanah air, ia berniat akan mewakafkan motornya untuk pembangunan pondok pesantren dan masjid di sekitaran Kabupaten Bandung Barat.

Ia berharap perjalanannya berkah untuk dirinya, untuk ibunya dan bagi anak yatim yang ingin ia dirikan pondok pesantren tersebut.

Menyadari dirinya akan kesulitan memasuki berbagai negara karena situasi pandemi Covid-19, ia berharap Pemerintah Indonesia terutama Presiden RI bisa membantunya masuk negara lain.

Sebelumnya ia juga telah mengirimkan email dan mengirimkan berkas-berkasnya ke Sekretariat Negara dan berharap bisa mendapatkan respon dari presiden untuk membantunya.

“Saya berharap diberi kemudahan untuk memasuki berbagai negara yang akan saya lewati nantinya,” ucapnya.

Kita doakan niat baik nya diberikan kelancaran oleh Allah ya Encik dan Puan. Semoga bisa kembali ke tanah air dengan selamat dan berjumpa kembali dengan ibunda tercinta. Begitu pun ibunya, semoga diberikan kesehatan. Aamiin….