Peninggalan Kesultanan Siak di Pekanbaru, Ada Apa Saja

0
151

Telusuri jejak sejarah melalui daftar peninggalan Kesultanan Siak di Pekanbaru. Mulai dari Masjid Raya Senapelan hingga Rumah Singgah Sultan, temukan kisahnya di sini.

Meskipun Kesultanan Siak terpusat dan berada di Siak Sri Indrapura, namun sejarah lahirnya Kota Pekanbaru tidak terlepas dari peran Kesultanan Siak. Nah untuk mengetahui lebih lanjut jejak Kesultanan Siak di Pekanbaru yuk kita bahas secara rinci di bawah ini.

Pekanbaru Bagian dari Kesultanan Siak

Untuk Encik dan Puan ketahui, Pekanbaru sebenarnya lahir dari rahim Kesultanan ini. Pekanbaru awalnya bernama Senapelan dan merupakan pusat pelabuhan dagang strategis Kesultanan Siak waktu dulu.

Tidak hanya itu, Sungai Siak juga menjadi salah satu saksi bisu banyaknya kapal dan hilir mudiknya Kesultanan Siak. Yakni dari Siak ke Senapelan atau yang saat ini dikenal dengan Kota Pekanbaru.

Jejak Sejarah Kesultanan Siak di Pekanbaru

Untuk informasi lebih lanjut, mari kita bahas beberapa bukti jejak peninggalan sejarah Kesultanan Siak di Pekanbaru yang masih bisa kita kunjungi hingga saat ini:

Masjid Raya Pekanbaru (Masjid Senapelan)

Masjid Raya Pekanbaru

Encik dan Puan pernah berkunjung ke Masjid Raya Pekanbaru? Yang merupakan masjid tertua di Kota Pekanbaru, dulu bernama Masjid Raya Senapelan. Lokasinya berada di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.

Masjid Raya merupakan salah satu jejak sejarah Kesultanan Siak yang paling ikonik. Mulai dari bentuk bangunannya, desain, dan masih banyak keunikan lainnya.

Masjid Raya dibangun pertama kali pada tahun 1762 oleh Sultan Siak ke-4 yaitu Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Selain itu, masjid ini juga merupakan bukti perpindahan pusat kekuasaan dari Mempura (Siak) ke Senapelan (Pekanbaru).

Kompleks Makam Marhum Bukit & Marhum Pekan

Komplek Makam Marhum Pekan

​Napak tilas jejak Kesultanan Siak di Pekanbaru selanjutnya adalah Komplek Makam Marhum Bukit dan Marhum Pekan yang terletak di sekitar Masjid Raya Pekanbaru.

Di makam tersebut tempat bersemayamnya para pendiri Kota Pekanbaru yang berasal dari keluarga Kesultanan Siak. Di antaranya Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) yaitu Sultan Siak ke-4 yang memindahkan pusat pemerintahan ke Senapelan.

Selanjutnya adalah makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (Marhum Pekan) atau Sultan Siak ke-5 yang dikenal sebagai pendiri “Pekan Baru” (pasar baru) pada 23 Juni 1784, yang kemudian menjadi hari jadi Kota Pekanbaru.

Rumah Singgah Tuan Kadi

Rumah Singgah Tuan Kadi

Tidak hanya sebagai rumah unik khas Melayu yang berada di bawah Jembatan Siak III Pekanbaru, ternyata rumah yang disebut dengan Rumah Tuan Kadi ini juga menyimpan sejarah lahirnya Kota Pekanbaru.

Rumah Singgah Tuan Kadi persis menghadap ke sungai Siak yang dulunya menjadi pusat pelabuhan perdagangan di Senapelan masa Kesultanan Siak.

Situs cagar budaya ini terletak di Jalan Perdagangan, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan. Menjadi persinggahan resmi bagi Sultan Siak Sri Indrapura, khususnya Sultan Syarif Kasim II, setiap kali beliau berkunjung ke wilayah Senapelan.

Sultan yang datang menggunakan jalur air untuk langsung bersandar di dermaga (pelataran) depan rumah tersebut sebelum melanjutkan agenda kerajaan atau beristirahat.

Istana Hinggap

Istana Hinggap Pekanbaru Peninggalan Kesultanan Siak

Dikenal juga sebagai Rumah Singgah Sultan Siak, Istana Hinggap merupakan bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Senapelan, Kota Pekanbaru.

Sesuai namanya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat beristirahat atau bermalam bagi Sultan Syarif Kasim II (Sultan Siak ke-XII) setiap kali beliau berkunjung ke Senapelan (sekarang Pekanbaru) sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah lain.

Didirikan pada tahun 1929, bangunan ini awalnya merupakan rumah pribadi milik Haji Zakaria, yang menjabat sebagai Tuan Kadi (hakim agama) di Kerajaan Siak.

Karena hubungan dekat antara Tuan Kadi dan pihak kesultanan, rumah ini secara khusus difungsikan sebagai rumah inap resmi bagi Sultan. Selain menjadi tempat beristirahat, lokasi ini juga sering dijadikan tempat rapat penting kerajaan.

Pasar Bawah

Pasar Bawah Pekanbaru

Sejarah Kota Pekanbaru tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Pasar Bawah, pasar yang terletak di tepian Sungai Siak ini bukan sekadar tempat transaksi ekonomi. Melainkan cikal bakal dan alasan utama di balik perubahan identitas wilayah dari sebuah kampung bernama Senapelan menjadi kota yang kini kita kenal sebagai Pekanbaru.