Pasien Sembuh Covid19 Riau Hari Ini 1.120, Total Kasus 118.721

327
Pasien Sembuh Covid19 Riau

Pasien Sembuh Covid19 Riau Hari Ini (Sabtu, 21/8/2021) bertambah 1.120 orang. Sementara itu kasus positif bertambah sebanyak 620 kasus, dan 43 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 118.721 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 105.960 pasien positif Covid19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 966 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 8.351 orang isolasi mandiri, serta 3.444 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 103.304 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 146 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 99.312 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.423 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 423 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 6.035 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 5.608 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 555.847 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Meskipun Kasus Turun, Testing COVID-19 Tidak Dikurangi

Dalam beberapa waktu belakangan ini, penambahan kasus positif COVID-19 di Riau terus mengalami penurunan.

Juru bicara Satgas COVID-19 Riau, dr Indra Yovi mengatakan, penambahan pasien positif belakangan ini terus turun dibawah angka 1.000. Ini tentunya jauh dibandingkan bulan Juli lalu yang hingga 2.000 kasus lebih per hari.

“Meskipun jumlah pasien positif COVID-19 mulai menurun, namun tim tidak menurunkan jumlah testing untuk mendeteksi COVID-19,” kata dr Yovi, Sabtu (21/8/21).

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Lebih lanjut dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.