Home Blog Page 300

Cara Alami Mengobati Sakit Gigi

Tahukah Encik dan Puan, bahwa gangguan pada mulut salah satunya adalah sakit gigi. Banyak faktor yang membuat gigi seseorang menjadi sakit, mulai dari tumbuh gigi, gusi bengkak, gigi berlubang, abses gigi (adanya nanah di dasar gigi), gigi retak/patah, tambalan gigi lama yang rusak dan lain sebagainya.

Rasa nyeri pada gigi tersebut ssangat menyiksa, sehingga mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Tentunya kita tidak ingin kejadian ini berlarut-larut. Nah, bagi Encik dan Puan yang ingin giginya sehat kembali, infoPKU punya beberapa tips cara mengobati sakit gigi secara alami. Yuk simak tipsnya!

  • Teh Hangat (Tanpa Gula)
    Teh hangat ternyata punya banyak manfaat untuk tubuh kita, salah satunya adalah mengobati sakit gigi. Gunakan air teh untuk berkumur beberapa kali, kemudian biarkan 15 menit. Setelahnya letakkan kantung teh bekas pada gusi untuk meringankan peradangan.
  • Jeruk Nipis
    Jeruk nipis juga bisa untuk menyembuhkan sakit gigi, yaitu dengan berkumur dengan air perasan jeruk nipis
  • Cabe Rawit
    Tumbuk cabe rawit secukupnya dan seduh kedalam air hangat, lalu berkumur
  • Air Garam
    Air garam dapat mengatasi rasa sakit dan pembengkakan pada gusi, campur 1 sendok makan garam kedalam segelas air hangat, lalu berkumur, ulangi bebeberapa kali.
  • Bawang Putih
    Bawang putih telah dipercaya sejak dulu sebagai salah satu obat sakit gigi karna bawang putih memiliki zat antiseptic alami yang efektik membunuh bakteri penyebab sakit gigi, cara pengobatanya pun sangat mudah. Kupas 1 siung bawang putih, cuci dan haluskan, jika sudah halus tempelkan pada gigi yang berlubang.

Sekian informasi tentang cara mengobati sakit gigi secara alami, sobat bisa membaca artikel seputar kesehatan lainnya di infoPKU. Semoga Encik dan Puan dapat segera sembuh dan selalu sehat.

3 Batalyon Untuk Melawan Asap Riau

Pasukan TNI Pekanbaru

Selasa (15/9), KSAD TNI Jenderal Mulyono mengirimkan sebanyak 3 batalyon ke Riau untuk melawan asap.

Sebelumnya, Sumatera Selatan telah dikirimkan pasukan sebanyak 3 batalyon juga guna membantu penanganan kabut asap.

Dengan mengerahkan pasukan TNI ini, diharapkan dapat membantu menghentikan kebakaran hutan yang ada di Sumatera.

Mulyono menjelaskan bahwa TNI  juga membantu masyarakat yang mengalami berbagai hambatan, baik yang terkait  mengenai bencana kebakaran maupun yang lainnya.

1.250 pasukan TNI ini tiba menggunakan dua pesawat Hercules dari Jakarta di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru sekitar pukul 12.00 WIB.

Pengiriman pasukan TNI ini dimulai hari ini hingga besok dan akan bertugas selama dua pekan atau 14 hari, ujar Danstagas Siaga Darurat, Brigjen Nurendi.

Pasukan ini nantinya akan disebar ke sejumlah kabupaten di Riau, terutama di lokasi yang pernah ada titik api.

Meski Riau memang nol titik api, tapi tidak tertutup kemungkinan sisa pembakaran lahan bisa muncul kembali, tutup Nurendi.

Penanganan Bekas Luka Bakar di Kulit

0

Dengan semakin banyaknya peralatan modern yang diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia, ada potensi cedera luka bakar yang ditimbulkan akibat pemakaian alat-alat tersebut.

Sering kali kita tidak menyadari cedera luka bakar tersebut serta cara mengantisipasinya. Padahal hal itu dapat menyebabkan kerugian, hingga menurunkan kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Berikut ini pertolongan pertama yang benar yang bisa dilakukan terkait cedera luka bakar menurut Dr dr I Nyoman Putu Riasa, SpBP-RE (K), Ketua Perhimpunan Luka Bakar dan Penyembuhan Luka Indonesia:

  1. Alirkan luka bakar tersebut dengan air keran selama 10 menit sejak kejadian untuk mengurangi kedalaman luka
  2. Jangan oleskan bahan apapun kepada luka bakar tersebut
  3. Berikan minuman yang ditambahkan 5 gram tablet garam atau cairan oralit untuk mencegah dehidrasi
  4. Segera larikan korban ke rumah sakit

Selain melakukan tindakan pencegahan dan pengobatannya, seringkali masyarakat juga tidak menyadari bahwa bekas luka bakar perlu mendapatkan perawatan.

Dengan melakukan perawatan terhadap luka bakar, maka dapat menghindari turunnya kepercayaan diri karena bekas luka bakar tersebut.

Perlu diketahui bahwa luka atau bekas luka harus ditangani dengan terapi yang tepat agar semakin besar pula kemungkinan bekas luka bakar dapat disamarkan dengan lebih sempurna.

Pelaksanaan Shalat Istisqa di Halaman Kantor Gubernur Riau

Selasa (15/9) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, Pemerintah Provinsi Riau melaksanakan ibadah Shalat Istisqa di Halaman Kantor Gubernur Riau. Tujuannya agar hujan segera diturunkan dan kabut asap yang menyelimuti Riau segera menghilang.

Riau Kembali Dapat Asap Kiriman

Water Boombing Pekanbaru

Kabut asap yang menyelimuti wilayah di Riau, lagi-lagi merupakan kiriman dari provinsi tetangga. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Willem Rampengilei.

Tercatat 575 sebaran titik panas di Sumatera. Hal tersebut membuat jarak pandang di sejumlah kawasan di Riau ada yang di bawah 100 meter.

Berdasarkan data dari BMKG Pekanbaru, Jumat (11/9) sebaran titik panas paling banyak berada di Sumsel 449 sebanyak titik panas, kemudian Jambi 59 titik panas, disusul Babel 49 titik panas, sedangkan Riau ada 11 titik panas, serta Lampung sebanyak 7 titik.

Provinsi Sumsel tahun ini dilanda kebakaran lahan dan hutan terparah. Untuk membantu pemadaman api karhutla di provinsi tersebut, 1.150 tentara dari pusat kemarin dikirim Panglima TNI.

Cuaca di wilayah Provinsi Riau hari ini cerah berawan yang disertai kabut asap. Ada peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata diperkirakan terjadi pada siang atau sore hari terjadi di wilayah Riau bagian Utara dan Pesisir Timur.

Berikut ini jarak pandang di beberapa wilayah di Riau:

  1. Pekanbaru jarak pandang maksimal hanya 500 meter
  2. Rengat jarak pandang maksimal hanya  200 meter
  3. Kabupaten Pelalawan jarak pandang maksimal 200 meter
  4. Perawang jarak pandang maksimal 50 meter

Akibat jarak pandang yang rendah tersebut, diharapkan bagi pengguna kendaraan bermotor untuk menyalakan lampu. Tentunya agar menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

32 Kasus Karhutla Terjadi di Pekanbaru

Water Boombing Pekanbaru

Selama bulan September, telah terjadi kebakaran hutan dan lahan sebanyak 32 kasus di Kota Pekanbaru. Hal ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru.

Jika dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu, memang terjadi peningkatan. Hal tersebut diakui oleh Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Burhan Gurning, Kamis (10/9) di Pekanbaru.

Bahkan dalam satu hari bisa terjadi dua kali kasus karhutla yang membuat tim pemadam kebakaran harus bekerja lebih ekstra lagi serta kewalahan.

Karena tak jarang satu tim yang tergabung dalam shift 1×24 jam juga memadamkan api di dua tempat berbeda dalam waktu yang berdekatan.

Kabar baiknya, saat ini Pemerintah pusat terus menyusun kekuatan untuk menanggulangi karhutla di Sumatera, termasuk di Riau. Kepala BNPB RI, Willem Rampangilei berusaha membuktikan janjinya melenyapkan asap dalam waktu dua pekan.

Kamis (10/9) pagi dia memimpin apel siaga dan gelar pasukan di Markas Operasi TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Diperkirakan sekitar 2.500 personel siap diterjunkan kapan pun dan dimana pun, agar asap hilang.

Saat ini pun, Polri mulai bergerak cepat untuk memenjarakan para pembakar lahan. Sebanyak 59 kasus pembakaran di Sumatera dan Kalimantan telah ditangani oleh Polri. Tak tanggung-tanggung, sekarang sudah ada 73 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kabut Asap Kembali Menyelimuti Pekanbaru

Patung Tepak Sirih Pekanbaru

Meski Rabu (9/9), Kota Pekanbaru sempat diguyur hujan, kini kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Adapun jarak pandangnya, kini di bawah 500 meter.

Karena jarak pandang yang rendah, diharapkan bagi pengguna kendaraan bermotor untuk menyalakan lampu. Hal tersebut bertujuan agar menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dengan jarak pandang dibawah 500 meter, dua maskapai penerbangan, yakni JT 393 dan Garuda GA 171 tujuan Jakarta memilih take off. Meski demikian, penerbangan menuju Bandara SSK II Pekanbaru, masih ditunda.

Meski kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, siswa sekolah tetap melanjutkan aktivitas belajar mengajar. Karena sebelumnya siswa sekolah di Kota Pekanbaru telah diliburkan sebanyak tiga kali.

Untuk Encik dan Puan yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan untuk menggunakan masker dan perbanyak minum air putih.

Riau Masih Diselimuti Asap

514

Meski Rabu (9/9), Pekanbaru dan beberapa kota di Riau diguyur hujan. Kamis (10/9), Riau masih diselimuti asap.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Kamis (10/9) pagi, ada 210 titik panas di wilayah Sumatera. Dari 210 titik tersebut, empat titik diantaranya tersebar di Riau.

Empat titik panas tersebut tersebar diantaranya di Indragiri Hilir satu titik panas dan di Indragiri Hulu ada tiga titik panas.

Sementara itu wilayah di Provinsi Riau yang masih diselimuti asap antara lain:

  1. Pekanbaru dengan jarak pandang 1.500 meter
  2. Dumai dengan jarak pandang 300 meter
  3. Rengat dengan jarak pandang 200 meter
  4. Pelalawan dengan jarak pandang 100 meter

Kabar baiknya, meski cuaca di wilayah Provinsi Riau disertai kabut asap. Ada peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata yang terjadi pada siang atau sore hari, di wilayah Riau bagian utara, tengah dan pesisir timur.

Hujan Semalaman, Kondisi Udara Pekanbaru Membaik

Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru semalaman, membuat kabut asap di Kota Pekanbaru menipis. 

Pekanbaru Diguyur Hujan, Kabut Asap Mereda

Hujan Deras Pekanbaru

Alhamdulillah, Rabu (9/9) dinihari tadi, Kota Pekanbaru diguyur hujan. Kabut asap yang selama ini menyelimuti Kota Pekanbaru pun menghilang dan berganti udara segar nan sejuk.

Hampir semua netter mengupdate status hujan di media sosialnya. Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru berhenti sekitar pukul 07.30 WIB.

Pemko Pekanbaru yang merencanakan shalat Istisqa pagi ini menggantinya dengan shalat Istighosah pada pukul 08.00 WIB.

Para PNS, pejabat dan masyarakat diminta untuk menggunakan baju muslim berwarna putih. Nanti juga akan ada tausiah dari Dr KH Ridwan Hasbi LC MA.

Shalat Istighosah sendiri adalah shalat untuk meminta pertolongan agar dihilangkan atau terlepas dari bala bencana. Istighosah berisi do’a permintaan pada Allah Subahanahu wa Ta’ala.

Semoga doa kita kembali diijabah oleh Allah SWT dan negeri Lancang Kuning ini terlepas dari segala bencana.