Home Blog Page 143

Update Angka Covid19 Riau Hari Ini: Tambah 810, Total 57.701

Update angka Covid19 Riau Hari Ini (Kamis, 27/5/2021) bertambah sebanyak 810 kasus, 248 pasien yang telah sembuh, dan 14 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 56.891 kasus menjadi 57.701 kasus.

Dari update angka Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 50.427 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 862 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.902 orang isolasi mandiri, serta 1.510 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 90.825 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 197 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 86.830 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.516 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 282 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.733 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 2.323 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 319.961 sampel.

Jumlah Kasus COVID-19 Riau Meningkat, Banyak dari Klaster Keluarga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, kenaikan kasus positif COVID-19 di Riau, didominasi dari klaster keluarga yang semakin bertambah pasca 11 hari lebaran.

Untuk klaster keluarga, biasanya hanya 3 sampai 5 orang terkonfirmasi. Namun, kondisi saat ini bisa mencapai 5 sampai 10 orang terpapar COVID-19 dalam satu keluarga.

Mimi menjelaskan, sesuai dengan prediksi sebelumnya, kasus akan naik pasca lebaran. Karena sebelum lebaran kasus positif di Riau juga tinggi, dan hanya turun beberapa hari saat lebaran.

Kemudian, usai lebaran mulai naik lagi, setelah banyaknya orang yang datang ke Riau, banyaknya masyarakat yang abai terhadap prokes, dan masih meningkatnya mobilisasi, pada saat puasa, baik buka puasa bersama, kumpul-kumpul termasuk ada yang lolos mudik.

Tiap 3 Jam 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Riau

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan rata-rata ada 10 pasien positif di Riau yang meninggal. Bahkan puncaknya, pernah 26 pasien meninggal dalam satu hari.

Dengan data tersebut, lanjut Indra, jika per harinya rata-rata ada 10 kematian berarti setiap 3 jam ada pasien meninggal dunia di Provinsi Riau akibat Covid-19.

Umumnya Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di atas 50 Tahun

dr Indra Yovi juga mengingatkan, masyarakat, walau pasien meninggal didominasi oleh lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit bawaan, bukan berarti yang muda lebih aman.

Pemko Pekanbaru Lanjutkan Vaksinasi Massal, Target 45.000 Orang

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal, yang menargetkan sekitar 45.000 orang. Vaksinasi masal ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan yang telah digelar mulai Sabtu (22/5/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Angka Covid-19 Riau 26 Mei Tertinggi, Ini Penjelasan Jubir Satgas Riau

Angka Covid-19 Riau pada 26 Mei 2021 kemarin merupakan yang tertinggi sepanjang wabah ini melanda Riau, yakni 739 kasus baru.

Kasus Harian Tertinggi Nasional

Penambahan kasus tersebut disertai dengan angka kematian yang mencapai 27 kasus. Bahkan Angka Covid-19 Riau pada 26 Mei 2021 kemarin, Provinsi Riau berada di peringkat satu nasional penyumbang kasus harian terbanyak.

“Artinya kejadian kemarin adalah kejadian kasus harian tertinggi di Riau selama hampir 1,5 tahun pandemi melanda,” terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yovi dalam siaran persnya di Gedung Daerah, Kamis (27/5/2021).

Psikologi Kasus Bisa 1.000 Orang Positif Covid-19 Per Hari

Diperkirakan kasus di bulan Mei 2021 kemungkinan bisa menembus 15 ribu kasus, sementara angka psikologis Riau di angka 1.000 perhari.

Ia menjelaskan bahwa dari angka Psikologis kasus 1.000 kasus perhari, yang wajib dirawat sekitar 200 orang per hari.

“Artinya kalau kasus kita mencapai 1.000 kasus perhari itu akan terjadi kesulitan tenaga kesehatan atau rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19,” jelasnya.

RS Rujukan Covid-19 di Riau 80 Persen Sudah Terisi

Dalam beberapa hari terakhir rumah sakit besar di Pekanbaru sudah mencapai 80 persen dengan angka keterisian ICU hampir 100 persen.

Bahkan rumah sakit tersebut juga menerima rujukan-rujukan pasien dari Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, dan Bengkalis.

“Kita melihat jumlah kapasitas di kabupaten tersebut juga hampir 100 persen ruang isolasi terisi sehingga mereka harus mengirim ke Pekanbaru,” ungkap Yovi.

Kasus Varian Mutasi Covid B1617 Baru Satu Ditemukan

Sementara untuk varian mutasi Covid-19 yakni B1617, dr Yovi mengungkapkan bahwa baru diketahui satu kasus terdapat di Riau.

Varian mutasi ini ditemukan dari kapten kapal India yang bersandar di Pelabuhan Dumai yang  membawa Kapal M.T. ARK Progress. Kapal pengangkut CPO (Crude Palm Oil) ini bersandar di pelabuhan Dumai Pada 27 April 2021 lalu.

Penegakan Disiplin Prokes Diminta Disertai Sanksi

Pihaknya juga meminta pemerintah kabupaten/kota di Riau agar meningkatkan upaya penegakan disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan (Prokes) di kalangan masyarakat. Yang mana salah satunya termasuk menerapkan sanksi dan hukuman bagi para pelanggar.

dr Yovi mengatakan, perlu dilakukan gebrakan baru yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

“Perda sudah selesai, tentu kita mengharapkan penegakan disiplin ini harus disertai sanksi dan hukuman,” harapnya.

Penjelasan Jubir Satgas Covid-19 Riau Terkait Angka Kasus 26 Mei 2021:

Mobil Vaksinasi Keliling Pekanbaru Resmi Diluncurkan

Sebagai upaya menurunkan kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meluncurkan Mobil Vaksinasi Keliling Pekanbaru, Kamis (27/5/2021) di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru.

Kota Pekanbaru sendiri dalam beberapa hari terakhir tak kunjung menjadi zona hijau, bahkan menjadi kota dengan pasien tertinggi di Provinsi Riau.

Bahkan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pekanbaru, Rabu (19/5/2021) lalu, telah memerintahkan Menteri Kesehatan untuk mengirimkan jatah vaksin yang lebih banyak lagi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Vaksinasi masal yang sebelumnya digelar di Gelanggang Remaja dengan total 50.000 vaksini kemudian dilanjutkan dengan pelayanan vaksinasi massal dijalankan sejak Sabtu (22/5/2021) lalu. Pasalnya, Pemko Pekanbaru sudah menerima 50.000 dosis vaksin jenis Sinovac dari pemerintah pusat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Pekanbaru Tak Kunjung Hijau, Pelayanan Vaksinasi Keliling Dijalankan

Meski program vaksinasi masih dijalankan, Pekanbaru tak kunjung menjadi zona hijau. Bahkan terkini pelayanan vaksinasi keliling dijalankan.

Menurut Wali Kota Pekanbaru Firdaus, usaha bersama yang dilakukan belum juga membuahkan hasil. Untuk itu Pemko Pekanbaru meresmikan Bus Vaksinasi Keliling yang nantinya akan melayani masyarakat.

“Selain pelayanan vaksin reguler, kita lakukan percepatan di tempat khusus. Kita sediakan layanan keliling,” terangnya dalam peluncuran.

Sebanyak 5 unit mobil vaksin keliling Pekanbaru disiapkan untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 yang merupakan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang disulap untuk dijadikan bus vaksinasi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Menyasar Lansia

Mobil vaksin keliling ini akan menjangkau calon penerima vaksin Covid-19 ke pemukiman warga, terutama kelompok lanjut usia (lansia) di tiap kelurahan.

Hal ini disebabkan para lansia ini tak bisa bergerak terlalu jauh ke tempat vaksinasi. Jadi, bus vaksinasi keliling ini yang akan mendatangi kelompok-kelompok lansia yang sudah dipetakan.

Firdaus menyebut bahwa layanan keliling ini untuk memperkuat vaksinasi di kelurahan. Camat dan lurah bisa mengkordinir jadwal bus vaksinasi keliling.

“Ini penguatan dalam upaya percepatan vaksinasi hingga ke RT dan RW, terutama di kelurahan yang berada di zona merah,” terangnya.

Firdaus mengajak masyarakat untuk mendukung upaya percepatan vaksinasi. Ia juga mengajak masyarakat berperan menekan angka penularan covid-19 agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Cukup Tunjukkan KTP

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih, Rabu (26/5/2021), mengatakan bahwa untuk kelompok Lansia yang belum memiliki KTP Pekanbaru namun berdomisili di Pekanbaru, tetap dapat melaksanakan vaksin.

Update Angka Covid Riau Hari Ini: Tambah 739, Total 56.891

Update angka Covid Riau Hari Ini (Rabu, 26/5/2021) bertambah sebanyak 739 kasus, 349 pasien yang telah sembuh, dan 27 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 56.152 kasus menjadi 56.891 kasus.

Dari update angka Covid Riau Hari Ini, sebanyak 56.891 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 848 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.368 orang isolasi mandiri, serta 1.496 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Data Sebaran Pasien Meninggal

Angka kematian ada 27 pasien yang meninggal, warga Bengkalis sebanyak 2 orang, Indragiri Hilir 1 orang, Indragiri Hulu 5 orang, Kampar 3 orang, Pelalawan 1 orang, Rokan Hilir 1 orang, Rokan Hulu 3 orang, Siak 1 orang, Dumai 3 orang, dan Kota Pekanbaru 7 orang.

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 90.095 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 202 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 86.078 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.534 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 281 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.195 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.936 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 317.228 sampel.

Jumlah Kasus COVID-19 Riau Meningkat, Banyak dari Klaster Keluarga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, kenaikan kasus positif COVID-19 di Riau, didominasi dari klaster keluarga yang semakin bertambah pasca 11 hari lebaran.

Untuk klaster keluarga, biasanya hanya 3 sampai 5 orang terkonfirmasi. Namun, kondisi saat ini bisa mencapai 5 sampai 10 orang terpapar COVID-19 dalam satu keluarga.

Mimi menjelaskan, sesuai dengan prediksi sebelumnya, kasus akan naik pasca lebaran. Karena sebelum lebaran kasus positif di Riau juga tinggi, dan hanya turun beberapa hari saat lebaran.

Kemudian, usai lebaran mulai naik lagi, setelah banyaknya orang yang datang ke Riau, banyaknya masyarakat yang abai terhadap prokes, dan masih meningkatnya mobilisasi, pada saat puasa, baik buka puasa bersama, kumpul-kumpul termasuk ada yang lolos mudik.

Tiap 3 Jam 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Riau

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan rata-rata ada 10 pasien positif di Riau yang meninggal. Bahkan puncaknya, pernah 26 pasien meninggal dalam satu hari.

Dengan data tersebut, lanjut Indra, jika per harinya rata-rata ada 10 kematian berarti setiap 3 jam ada pasien meninggal dunia di Provinsi Riau akibat Covid-19.

Umumnya Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di atas 50 Tahun

dr Indra Yovi juga mengingatkan, masyarakat, walau pasien meninggal didominasi oleh lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit bawaan, bukan berarti yang muda lebih aman.

Pemko Pekanbaru Lanjutkan Vaksinasi Massal, Target 45.000 Orang

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal, yang menargetkan sekitar 45.000 orang. Vaksinasi masal ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan yang telah digelar mulai Sabtu (22/5/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Update Angka Corona Riau Hari Ini: Tambah 642, Total 56.152

Update angka Corona Riau Hari Ini (Selasa, 25/5/2021) bertambah sebanyak 642 kasus, 182 pasien yang telah sembuh, dan 19 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid menjadi 56.152 kasus.

Dari update angka Corona Riau Hari Ini, sebanyak 49.833 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 845 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.005 orang isolasi mandiri, serta 1.469 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 89.929 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 132 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 86.023 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.493 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 281 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 2.175 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.928 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 315.033 sampel.

Jumlah Kasus COVID-19 Riau Meningkat, Banyak dari Klaster Keluarga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, kenaikan kasus positif COVID-19 di Riau, didominasi dari klaster keluarga yang semakin bertambah pasca 11 hari lebaran.

Untuk klaster keluarga, biasanya hanya 3 sampai 5 orang terkonfirmasi. Namun, kondisi saat ini bisa mencapai 5 sampai 10 orang terpapar COVID-19 dalam satu keluarga.

Mimi menjelaskan, sesuai dengan prediksi sebelumnya, kasus akan naik pasca lebaran. Karena sebelum lebaran kasus positif di Riau juga tinggi, dan hanya turun beberapa hari saat lebaran.

Kemudian, usai lebaran mulai naik lagi, setelah banyaknya orang yang datang ke Riau, banyaknya masyarakat yang abai terhadap prokes, dan masih meningkatnya mobilisasi, pada saat puasa, baik buka puasa bersama, kumpul-kumpul termasuk ada yang lolos mudik.

Tiap 3 Jam 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Riau

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan rata-rata ada 10 pasien positif di Riau yang meninggal. Bahkan puncaknya, pernah 26 pasien meninggal dalam satu hari.

Dengan data tersebut, lanjut Indra, jika per harinya rata-rata ada 10 kematian berarti setiap 3 jam ada pasien meninggal dunia di Provinsi Riau akibat Covid-19.

Umumnya Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di atas 50 Tahun

dr Indra Yovi juga mengingatkan, masyarakat, walau pasien meninggal didominasi oleh lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit bawaan, bukan berarti yang muda lebih aman.

Pemko Pekanbaru Lanjutkan Vaksinasi Massal, Target 45.000 Orang

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal, yang menargetkan sekitar 45.000 orang. Vaksinasi masal ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan yang telah digelar mulai Sabtu (22/5/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Ingin Berat Badan Naik Setelah Puasa, Ini Tipsnya

Biasanya usai berpuasa di bulan Ramadan, berat badan kebanyakan akan turun. Tentunya ada pula yang ingin berat badan naik setelah puasa.

Jadi Ajang Turunkan Berat Badan

Sebagaimana diketahui, ada beberapa orang juga yang menjadikan momen tersebut sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Bagi sebagian orang mengalami penurunan berat badan yang drastis saat puasa.

Penurunan berat badan ketika puasa cukup efektif karena saat berpuasa kita hanya akan makan ketika malam dan menjelang Subuh, sehingga hal tersebut membuat bobot tubuh kita menjadi tidak ideal.

Tips Menaikkan Berat Badan

Nah, bagi Ncik dan Puan yang memiliki masalah turun berat badan setelah puasa, yuk simak 6 cara ampuh bagi yang ingin berat badan naik setelah puasa:

  • Banyak Minum Air Putih

Air putih memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Terlebih saat kita berpuasa, di mana tubuh kita kekurangan cairan. Air putih sangat dibutuhkan untuk kelancaran fungsi organ tubuh, termasuk usus dan lambung dalam menyerap nutrisi. Ncik dan Puan bisa mengkonsumsi 2 liter air putih pada tiga sesi yaitu pagi, siang, dan malam hari.

  • Perbanyak Konsumsi Makanan Karbohidrat

Mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat merupakan cara menggemukan badan dengan cepat. Karbohidrat akan memicu banyak kalori yang diperlukan tubuh menaikkan berat badan setelah puasa. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat yaitu kentang, ubi jalar, nasi, terigu, dan singkong.

  • Konsumsi Susu, Yogurt, dan Es Krim

Mengkonsumsi susu ternyata efektif untuk menaikkan berat badan. Tidak hanya susu murni saja, tapi juga olahan berbahan dasar susu juga bisa. Seperti yogurt, puding susu, atau es krim. Apabila malas makan olahan seperti ini, Ncik dan Puan bisa meminum susu secara pribadi sesudah makan siang.

  • Konsumsi Makanan Berprotein

Agar berat badan bertambah dengan ideal, Ncik dan Puan perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung protein yang berkualitas. Seperti mengkonsumsi telur, daging, ikan, susu, dan biji-bijian. Beberapa jenis makanan berprotein tersebut sangat diperlukan untuk tubuh dan dapat membantu proses pembentukan otot bisa berjalan dengan baik.

  • Membiasakan Selalu Sarapan

Sarapan merupakan aktivitas penting yang tidak boleh dilewatkan, apabila kita ingin menaikkan berat badan setelah berpuasa. Ncik dan Puan bisa mengkonsumsi 1 butir telur dan segelas jus buah setiap kali sarapan. Sarapan ini bermanfaat sekali supaya ketahanan tubuh selalu terjaga sepanjang hari.

  • Stop Begadang

Tinggalkan kebiasaan buruk seperti begadang merupakan salah satu cara menggemukan badan. Terlebih kebiasaan ini kerap dilakukan selama menjalankan ibadah puasa karena sering menunggu waktu sahur tiba tanpa tidur terlebih dahulu.

Begadang merupakan musuh, jika Ncik dan Puan berniat untuk menggemukan badan. Banyak dampak negatif dari begadang.  Tidak hanya menciptakan badan sebagai kurus, kebiasaan begadang ternyata dapat membuat seseorang terserang penyakit yang berbahaya.

Nah, itulah 6 cara menaikkan berat badan dengan cepat setelah berpuasa, semoga berhasil ya.

Info Angka Corona Riau Hari Ini: Tambah 665, Total 55.511

Info angka Corona Riau Hari Ini (Senin, 24/5/2021) bertambah sebanyak 665 kasus, 204 pasien yang telah sembuh, dan 24 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 54.846 kasus menjadi 55.511 kasus.

Dari info angka Corona Riau Hari Ini, sebanyak 49.654 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 846 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.561 orang isolasi mandiri, serta 1.450 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 89.858 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 158 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 85.746 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.674 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 280 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.730 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.506 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 312.858 sampel.

Jumlah Kasus COVID-19 Riau Meningkat, Banyak dari Klaster Keluarga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, kenaikan kasus positif COVID-19 di Riau, didominasi dari klaster keluarga yang semakin bertambah pasca 11 hari lebaran.

Untuk klaster keluarga, biasanya hanya 3 sampai 5 orang terkonfirmasi. Namun, kondisi saat ini bisa mencapai 5 sampai 10 orang terpapar COVID-19 dalam satu keluarga.

Mimi menjelaskan, sesuai dengan prediksi sebelumnya, kasus akan naik pasca lebaran. Karena sebelum lebaran kasus positif di Riau juga tinggi, dan hanya turun beberapa hari saat lebaran.

Kemudian, usai lebaran mulai naik lagi, setelah banyaknya orang yang datang ke Riau, banyaknya masyarakat yang abai terhadap prokes, dan masih meningkatnya mobilisasi, pada saat puasa, baik buka puasa bersama, kumpul-kumpul termasuk ada yang lolos mudik.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.

Pemko Pekanbaru Lanjutkan Vaksinasi Massal, Target 45.000 Orang

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal, yang menargetkan sekitar 45.000 orang. Vaksinasi masal ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan yang telah digelar mulai Sabtu (22/5/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Cara Membuat Strap Masker, Gampang dan Menyenangkan

Strap masker kini menjadi aksesoris yang sedang hits di masa pandemi ini. Bagi Encik dan Puan yang ingin tahu cara membuat strap masker, gampang dan menyenangkan kok.

Di kala pandemi ini, dunia fashion tak hentinya mengeluarkan inovasi, salah satunya Strap Masker. Aksesoris ini menjadi fashion item yang wajib punya di masa ini.

Tak hanya sekadar untuk menggantung masker saja, menggunakannya juga membuat Ncik dan Puan nampak stylish dan kekinian.

Bahan – bahan yang harus disiapkan antara lain:

  • Senar elastis
  • Lem serbaguna
  • Mutiara dan manik-manik berbagai ukuran
  • Stopper senar
  • Jump ring
  • Kait udang
  • Kodokan
  • Gunting
  • Tang
  • Meteran

Tutorial:

  1. Potong senar menjadi ukuran 70 cm, masukan kodokan ke dalam senar. Kemudian pada bagian ujung, ikat sebanyak tiga kali sampai membuat simpul. Lalu pada simpul tadi kita beri lem. Rapatkan kodokan dengan menggunakan tang. Buang sisa senar. Ikat salah satu ujung tali kawat pada gesper.
  2. Pada bagian ujung lainnya masukan mutiara dan manik-manik secara berselang-seling.
  3. Setelah senar terisi penuh, tutup bagian ujungnya lagi dengan kodokan seperti pada langkah pertama.
  4. Pada kait kodokan sambungkan jump ring dan kaitkan dengan kait udang, rapatkan menggunakan tang sampai sambungannya benar-benar terkunci.

Naaah Strap Masker siap digantung pada masker Ncik dan Puan. Selamat mencoba..

Cara Membuat Strap Masker, Gampang dan Menyenangkan:

Info Angka Covid Riau Hari Ini: Tambah 592, Total 54.846

Info angka Covid Riau Hari Ini (Minggu, 23/5/2021) bertambah sebanyak 592 kasus, 517 pasien yang telah sembuh, dan 12 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 54.254 kasus menjadi 54.846 kasus.

Dari info angka Covid Riau Hari Ini, sebanyak 49.452 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 830 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.138 orang isolasi mandiri, serta 1.426 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 89.709 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 158 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 85.611 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.661 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 279 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.980 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.695 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 311.128 sampel.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.

Pemko Pekanbaru Lanjutkan Vaksinasi Massal, Target 45.000 Orang

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal, yang menargetkan sekitar 45.000 orang. Vaksinasi masal ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan yang telah digelar mulai Sabtu (22/5/2021).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Informasi Pekanbaru Riau (@infopku_)

Info Angka Covid19 Riau Hari Ini: Tambah 639, Total 54.254

Info angka Covid19 Riau Hari Ini (Sabtu, 22/5/2021) bertambah sebanyak 639 kasus, 432 pasien yang telah sembuh, dan 6 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 53.615 kasus menjadi 54.254 kasus.

Dari info angka Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 48.939 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 790 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 3.111 orang isolasi mandiri, serta 1.414 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 89.703 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 168 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 885.597 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.661 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 277 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.999 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.704 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 309.148 sampel.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.

Riau Terima 100 Ribu Vaksin Kiriman Kemenkes

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa 100 ribu vaksin Covid-19 yang dikirimkan pusat telah sampai di Riau. Vaksin ini sendiri diperuntukkan bagi Kota Pekanbaru dan Dumai.

Kedua daerah ini memiliki jumlah penularan kasus terkonfirmasi Covid-19 paling tinggi di Riau. Selain itu permintaan ini sendiri langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dapat menekan penularan kasus Covid-19 di Riau.

Pemko Pekanbaru Lanjutkan Vaksinasi Massal, Target 45.000 Orang

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melanjutkan vaksinasi Covid-19 massal, yang menargetkan sekitar 45.000 orang. Vaksinasi masal ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan yang telah digelar mulai hari ini.