Mengenal Bulan Bahasa

23
mengenal bulan bahasa

Bulan bahasa bukan lagi istilah baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan banyak siswa-siswi dan mahasiswa yang menantikan kehadiran bulan bahasa ini sebagai salah satu ajang kompetisi.

Lalu apakah sesungguhnya maksud dari bulan bahasa itu? Yuk Encik dan Puan melalui tulisan ini kita mengenal apa itu bulan bahasa.

Mengutip Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, saat ini terdapat total 442 bahasa daerah di Indonesia. Karena beragamnya bahasa tersebut, maka bahasalah menjadi salah satu alat untuk pemersatu bangsa yaitu Bahasa Indonesia.

Bulan Oktober selalu disebut sebagai bulan bahasa, akan ada banyak perlombaan yang diselenggarakan oleh sekolah dan kampus-kampus yang ada prodi bahasanya, seperti lomba syair, puisi, sajak, dongeng, prosa dan lain-lainnya.

Meskipun bulan bahasa menjadi salah satu hal yang tidak asing, namun masih banyak masyarakat tidak memahami makna apa itu bulan bahasa serta sejarahnya, berikut penjelasannya.

Sejarah Bulan Bahasa

Bulan bahasa diperingati sama dengan hari sumpah pemuda yakni saat mengikrarkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Dimana pada poin ketiga naskah sumpah pemuda tersebut berbunyi:

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENGDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Dilansir dalam kompasiana.com, bulan bahasa merupakan rasa kecintaan dan rasa hormat terhadap sebuah fenomena yang terjadi puluhan tahun yang lalu yaitu Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Yang mana hal ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”.

Maka dari itu kemendikbud dan lembaga-lembaga lainnya menetapkan Nama Bulan Bahasa yang diadakan setiap tahun nya pada tanggal 28 Oktober ini merupakan perwakilan kecintaan terhadap Bahasa dan sastra Indonesia yang terdapat di dalam ikrar sumpah pemuda yaitu 28 Oktober 1928.

Peringatan bulan bahasa ini sendiri sekiranya untuk mengingat bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bangsa bahasa nasional yang membanggakan bangsa Indonesia.

Sebagai putra putri bangsa Indonesia, Encik dan Puan harus mencintai bahasa Indonesia, menghargai bahasa dan merasa bangga terlahir di Indonesia dan wajib untuk melestarikan bahasa Indonesia.

Boleh saja Encik dan Puan mempelajari bahasa asing, namun alangkah baiknya Encik dan Puan harus menguasai bahasa Indonesia terlebih dahulu dan memperkenal kan bahasa Indonesia sampai negeri luar.

Memaknai Bulan Bahasa

Banyak cara yang bisa Encik dan Puan lakukan dalam memaknai bulan bahasa itu sendiri, tidak hanya sekedar ikut perayaan perlombaan yang diadakan sekolah atau kampus justru memahami makna bulan bahasa itu lebih dalam.

Banyak generasi muda Indonesia yang fasih berbahasa asing, justru terbata-bata dengan bahasa Indonesia atau bahkan merasa lebih keren ketika memakai bahasa asing.

Namun makna bulan bahasa tidak hanya sekedar itu Encik dan Puan, memaknai bulan bahasa lebih pada kesadaran masyarakat untuk melestarikan bahasa bukan malah menganggap bahasa Indonesia kaku dan kuno.

Berdasarkan pendapat dari Bams Wongsokarto yang dilansir di suaramerdeka.com, menyebutkan bahwa semua kembali ke kesadaran pengguna bahasa: apakah menganggap bahasa Indonesia sekadar alat berkomunikasi atau memahami bahasa Indonesia sebagai simbol dan ikrar nasionalisme yang harus kita junjung tinggi. Jika sekadar alat berkomunikasi, yang terjadi adalah penggunaan menurut sekehendak penutur.

Jika bahasa Indonesia kita pahami sebagai simbol dan ikrar nasionalisme (Sumpah Pemuda) yang harus kita junjung tinggi, penutur akan memartabatkan lewat kepedulian dan keberhati hatian, antara lain dengan tidak asal “salin tempel” bahasa lain untuk menaikkan gengsi berbahasa dan dianggap kekinian.

Untuk itu Encik dan Puan, marilah kita menjadi generasi yang bangga berbahasa Indonesia, menemukan makna bahasa itu lebih dalam bukan malah mencintai bahasa asing dan melupakan bahasa sendiri.

Boleh jadi Encik dan Puan merasa hebat ketika berbicara asing, justru Encik dan Puan akan jauh lebih hebat ketika memahami dan memperkenal kan bahasa Indonesia kepada dunia.

Itulah tadi beberapa penjelasan terkait mengenal bulan bahasa, semoga bermanfaat Encik dan Puan