Kasus Positif Covid-19 Riau Capai 117.349

317
Kasus Positif Covid-19 Riau

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini (Kamis, 19/8/2021), kasus positif bertambah sebanyak 835 kasus, pasien sembuh bertambah 702 orang, dan 28 pasien yang meninggal dunia. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Riau menjadi 117.349 kasus.

Dari Kasus Positif Covid19 Riau Hari Ini, sebanyak 103.663 pasien positif Corona Riau yang telah sembuh dan pulang. 1.065 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 9.250 orang isolasi mandiri, serta 3.371 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 103.034 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 144 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 99.109 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.360 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 421 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara dari Kasus Positif Covid-19 Riau Hari Ini, spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 4.618 spesimen. Untuk jumlah orang yang telah diperiksa 4.191 orang, sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 544.066 sampel.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada, Varian Delta Sudah Ditemukan di Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meminta masyarakat agar lebih waspada. Pasalnya, saat ini COVID-19 varian Delta sudah ditemukan di Riau. Total ada enam orang yang terjangkit virus varian baru tersebut.

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Gubernur Riau terus mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada, patuh, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan melakukan 5 M. Hal ini untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19.

Gubri Ingin Pasien Dirawat di Fasilitas Milik Pemerintah 

Untuk mengurangi angka kematian, Gubri Syamsuar menginginkan pasien isolasi mandiri (isoman) dirawat di fasilitas milik pemerintah.

Hal ini agar masyarakat yang melakukan isolasi bisa dikontrol dengan baik oleh petugas kesehatan yang ada di tempat isolasi yang telah disediakan pemerintah, sehingga meningkatnya jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 bisa diantisipasi.

“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Pulau Jawa bahwa ada masyarakat meninggal di rumah karena melakukan isolasi mandiri di rumah, susah mengontrol, tenaga medis tidak ada,” kata Gubri saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PPKM Darurat dan Evaluasi PPKM Diperketat di Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (12/7/2021).

Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 di Riau Menurun

Gubri mengatakan bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien COVID-19 di Riau menurun, dari 98 persen menjadi 56 persen.

Menurunnya tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di Riau, seiring menurunnya kasus positif COVID-19 di Riau. Dimana penambahan kasus harian pasien Covid-19 di Riau biasanya di atas 1.000 kasus, saat ini sudah di bawah 1.000 kasus perhari.

Alami Gejala Ini, Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Harus Segera Dirawat di Rumah Sakit

Sementara itu Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengungkapkan, jika mengalami beberapa gejala di bawah ini untuk segera dirawat di rumah sakit.

Adapun beberapa gejalanya ialah, demam berkepanjangan meski sudah diberi obat. Kemudian batuk yang terus-menerus meski sudah minum obat.

Gejala selanjutnya yang membuat pasien COVID-19 tidak bisa isolasi mandiri di rumah yakni sesak nafas. Yang ditandai dengan dada terasa berat saat menarik dan melepas nafas.

“Kalau sudah ada beberapa gejala di atas, berarti harus segera melakukan perawatan di rumah sakit. Tidak bisa isolasi mandiri lagi,” ujarnya.