Angka Covid19 di Riau Hari Ini: Tambah 523, Total 50.533

56

Angka Covid19 di Riau Hari Ini (Rabu, 12/5/2021) bertambah sebanyak 523 kasus, 780 pasien yang telah sembuh, dan 12 pasien yang meninggal. Sehingga jumlah kasus terkonfirmasi Covid dari 50.010 kasus menjadi 50.533 kasus.

Dari angka Covid19 di Riau Hari Ini, sebanyak 43.724 pasien positif Covid-19 Riau yang telah sembuh dan pulang. 861 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit, 4.672 orang isolasi mandiri, serta 1.276 pasien yang telah meninggal.

corona riau

Jumlah Suspek

Untuk jumlah suspek di Riau sebanyak 87.793 orang. Suspek yang isolasi di rumah sakit berjumlah 168 pasien, suspek yang telah selesai isolasi berjumlah 83.812 orang, dan suspek yang isolasi mandiri sebanyak 3.543 orang. Sedangkan suspek yang meninggal dunia berjumlah 270 orang.

Jumlah Spesimen

Sementara spesimen di Riau yang diperiksa sebanyak 1.920 spesimen, serta jumlah orang yang telah diperiksa 1.707 orang. Sehingga saat ini total spesimen swab yang telah diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad mencapai 295.309 sampel.

Hindari Kerumunan Tidak Penting

Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Riau dr Yovi mengajak masyarakat untuk tidak nongkrong, berkerumun di cafe, atau bepergian ke tempat yang tidak perlu terlebih dahulu pada masa pandemi ini.

Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah yang lebih berguna daripada nongkrong di restoran atau di kafe yang tidak perlu, seperti lebih baik beribadah di rumah pada bulan Ramadan ini.

Masyarakat Diminta Belajar dari Kasus India

dr Indra Yovi juga mengingatkan, persoalan COVID-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius. Jangan sampai semua ruang pelayanan perawatan COVID-19 di Riau penuh semua. Masyarakat pun diminta belajar dari apa yang terjadi di negara India.

Dimana, tidak ada lagi tempat menampung pasien positif COVID-19. Yang bermula karena ketidakdisplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.

Disiplin Prokes

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Terutama bagi masyarakat yang berusia 18-40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang beresiko orangtua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18-40 tahun, menularkan ke orangtua resikonya nyawa,” tegasnya.