Komplek Makam Marhum Pekan, Makam Pendiri Kota Pekanbaru - InfoPKU
Home » Melayu » Komplek Makam Marhum Pekan, Makam Pendiri Kota Pekanbaru

Komplek Makam Marhum Pekan, Makam Pendiri Kota Pekanbaru


Komplek Makam Marhum Pekan merupakan komplek pemakaman dari pendiri Kota Pekanbaru bersama keluarga dan kerabat dekatnya. Mereka yang dimakamkan di kawasan ini berasal dari keluarga Kerajaan Siak Sri Indrapura yang memerintah di Pekanbaru pada abad ke-18.

Sebagaimana yang kita ketahui, sejarah Kota Pekanbaru tak bisa lepas dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Hal tersebut bermula saat Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan. Kemudian, ia membangun istananya di Kampung Bukit yang berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Diperkirakan istana tersebut terletak di sekitar Mesjid Raya Senapelan saat ini.

Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah memiliki inisiatif untuk membuat Pekan (pasar) di Senapelan, namun sayangnya tidak berkembang. Kemudian, usaha yang telah dirintisnya tersebut dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang.

Komplek Makam Marhum Pekan saat ini telah menjadi salah satu dari 42 situs cagar budaya di Kota Pekanbaru. Melalui UU No.11 tahun 2010, komplek pemakaman ini ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang harus dilindungi keberadaannya.

Dulu, kawasan cagar budaya ini lebih dikenal dengan sebutan perkuburan Mesjid Raya atau Kuburan Raja. Namun sejak tahun 2004 yang lalu, namanya diubah menjadi Komplek Makam Marhum Pekan.

Saat ini kawasan cagar budaya ini telah menjadi salah satu objek wisata budaya dan sejarah di Kota Pekanbaru yang banyak dikunjungi orang karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi atas keberadaan Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau.

Ada beberapa makam yang ada di Komplek Makam Marhum Pekan, diantaranya adalah:

  1. Makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (Marhum Pekan)
    Marhum Pekan merupakan sultan ke-5 Kerajaan Siak, dikenal sebagai pendiri Kota Pekanbaru yang sebelumnya telah dirintis oleh ayah beliau. Ia kemudian membangun sebuah pekan atau pasar yang ramai dan kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru.
  2. Makam Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit)
    Dikenal juga dengan nama Sultan Alam, atau Tengku Alam atau Raja Alam yang merupakan sultan ke-4 Kerajaan Siak. Ia merupakan ayahanda dari Marhum Pekan. Ia memindahkan Kerajaan Siak dari Mempura ke Bukit Senapelan (Kampung Bukit) yakni pada tahun 1762.
  3. Makam Sayid Osman Sahabuddin (Marhum Barat)
    Merupakan menantu dari Raja Alam, ia dikenal sebagai salah seorang panglima Kerajaan Siak sekaligus ulama terkemuka kerajaan. Istrinya bernama Tengku Embong Badariah. Keturunan dari Marhum Barat inilah yang banyak menjadi Sultan di Siak dan Raja di Pelalawan. Keturunan Arab Marhum Barat langsung bernasab dengan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah puteri Rasulullah.
  4. Makam Sultanah Khodijah atau Daeng Tijah (Istri Marhum Bukit)
    Sultanah Khodijah merupakan keturunan Opu-Opu Bugis yang berkuasa di Kerajaan Riau Lingga. Sebagai seorang istri sultan, beliau aktif menggantikan Sultan apabila Sultan sedang tidak di tempat. Atas dasar itulah ia mendapatkan gelar Sultanah yang berlaku di Kerajaan Siak. Dalam sejarah Kerajaan Siak, tercatat hanya ada dua permaisuri saja yang mendapatkan gelar sultanah tersebut.
  5. Makam Tengku Embong Badariah (Istri Marhum Barat)
    Tengku Embong Badariah yang merupakan istri dari Sayyid Osman juga dimakamkan bersama di tempat tersebut.
  6. Makam Sayid Zen Al Jufri/ Tengku Pangeran Kesuma Dilaga
    Sayid Zen Al Jufri dikenal sebagai salah seorang panglima perang Kerajaan Siak pada masa pemerintahan Raja Siak ke 7 dan 8. Ia sekaligus juga merupakan cucu dari Sultan Alam dari anak yang bernama Tengku Hawi/Hawa yang menikahi Sayid Sech AL Jufri.

About Said Zaki

hanya orang waras yang ngaku gila, karena tidak ada orang gila yang ngaku gila. yang ada orang gila ngaku waras, makanya jika ada orang ngaku waras, maka ia sudah gila