Terjadi Perkembangan Digital Economy di Masa Pandemi

45
Digital Economy

Pandemi Covid 19 menyisakan banyak kisah yang tidak terlupakan, salah satunya perkembangan Digital Economy.

Sebagaimana diketahui, di masa pandemi ini berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari seolah berubah secara signifikan. Hingga cara masyarakat untuk melakukan transaksi saat berbelanja.

Dalam situasi dimana kontak fisik merupakan hal yang harus dihindari seperti saat ini, kegiatan pemenuhan kebutuhan berbelanja dilakukan dengan cara online.

“Memang di masa pandemi ini, perkembangan digital economy mengalami kenaikan. Ada indikator yang mengatakan hal tersebut,” ungkap Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) Bank Indonesia Perwakilan Riau, Asral Mashuri.

Kenaikan transaksi melalui E-Commerce terlihat sangat signifikan. E-Commerce menjadi pilihan setelah himbauan stay at home.

“Walaupun stay at home atau work form, kebutuhan pokok juga harus dipenuhi kan. Nah e-commerce jadi pilihan,” ungkapnya.

Selain dari pola berbelanja yang dilakukan melalui e commerce, cara pembayaran dengan uang tunai juga mulai berkurang.

Covid-19 yang belum diketahui secara pasti cara penularannya dinilai juga bisa bertahan pada uang tunai.

Terlebih selembar uang tunai akan terus berpindah dari tangan ke tangan, uang elektronik atau non tunai menjadi pilihan bagi alat pembayaran.

“Pembayaran non tunai juga dianggap menjadi cara yang paling higienis. Baik yang lewat kartu atau dari alat bayar elektronik yang ada di smartphone pada saat ini,” ungkap Asral.

Metode pembayaran dari tunai ke nontunai yang biasa dikenal dengan sebutan elektronifikasi mulai menjadi pilihan yang paling aman untuk melakukan transaksi di tengah pandemi.