PSPS Pekanbaru Berupaya Hindari Degradasi

17

Pelatih PSPS Pekanbaru, Riau, berupaya agar timnya terhindar dari jurang degradasi karena saat ini berada pada peringkat sementara 17 dari 18 tim yang mengikuti kompetisi putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2012/2013.

“Masih banyak lagi pertandingan yang harus dilakoni tim PSPS dan kedepannya kita akan berusaha keras agar mampu mencuri poin baik dipartai tandang maupun kandang,” kata pelatih PSPS Pekanbaru, Afrizal, Kamis.

Dia mengatakan, upaya yang dilakukan yakni dengan memaksimalkan para pemain muda untuk dapat tampil pada kompetisi kandang maupun tandang.

Meski manajemen PSPS saat ini mengalami kendala keuangan, namun pihaknya memaklumi karena belum ada sponsor yang bersedia mendanai tim.

Saat ini PSPS Pekanbaru telah mengantongi 14 poin dari 19 kali bertanding, tiga kali memang, lima kali imbang dan 11 kali tumbang.

Namun PSPS berada diatas Persidafon, Sorong, Papua Barat dan dibawah Persita Tangerang, Banten terpaut satu poin. (Antara Riau)

PSPS juga sempat pindah markas dari Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, ke Stadion Tuanku Tambusai di Bangkinang, Kabupaten Kampar, sekitar 60 km arah Barat Pekanbaru.

Bahkan Bupati Kampar, Jefry Noer sempat memberikan suntikan dana sekitar Rp900 juta, tapi tidak mampu membangkitkan gairah tim untuk menapak ke tangga papan tengah klassemen.

Dalam putaran kedua ISL, maka PSPS harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah ditumbangkan Persiba, Balikpapan dengan skor 1-2 dan Barito Putra dengan skor 1-3.

Sebelumnya, PSPS kembali kehilangan dua pemain pilar yakni Ambrizal dan Ade Suhendra, yang hengkang ke klub lain menjelang putaran kedua ISL 2012/2013.

Bahkan Ambrizal mengikuti jejak tujuh pemain PSPS yang hengkang ke tim lain seperti Glen Paloakan, M. Ilham, Slamet Riyadi, Trias Budi dan Amin Syarifudin, setelah pelatih Mundari Karya juga mundur dari jabatannya sebagai pelatih.