Home Blog Page 4

Festival Pacu Jalur 2025, Cek Fakta Menariknya

0

Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi (Kuansing) 2025 baru saja usai digelar. Namun ada fakta-fakta unik yang terjadi dalam perayaan pesta rakyat Kuansing dan Riau ini umumnya.

Pacu Jalur menjadi daya tarik destinasi wisata tersendiri bagi masyarakat. Banyak pelancong berbondong-bondong untuk menyaksikan festival budaya yang diselenggarakan sekali setahun tersebut.

Tidak hanya pelancong dari dalam Provinsi Riau, namun juga dihadiri oleh berbagai wisatawan dari berbagai negara.

Fakta Menarik

Penasaran apa saja fakta unik dari Festival Pacu Jalur 2025 ini, berikut informasi lengkapnya.

Viralnya Bocah Penari Jalur

Bocah Penari Jalur

Tahun 2025 mungkin menjadi salah satu tahun bersejarah Pacu Jalur Kuansing. Karena viralnya Pacu Jalur di media sosial dengan sebutan Dhika Aura Farming.

Dhika Aura Farming atau bocah penari jalur ini viral karena aksinya menari di atas perahu atau jalur dengan lincah, hingga membuat banyak orang terkesan.

Banyak orang menarikan aksi Dhika tersebut dan menjadi salah satu trend gerakan populer di aplikasi Tiktok, yang diturunkan oleh banyak tokoh populer hingga internasional.

Tidak heran dengan viralnya Dhika Aura Farming menjadikan Pacu Jalur Kuansing semakin populer di dunia dan mengundang minat wisatawan untuk berkunjung ke Riau. Aksi viralnya Dika tersebut menjadi salah satu fakta unik Pacu Jalur Kuansing 2025 ini.

Dihadiri Wapres Hingga Berbagai Tokoh

Dihadiri Wapres Hingga Berbagai Tokoh

Fakta unik Pacu Jalur 2025 berikutnya adalah hadirnya Wakil Presiden Rakabuming Raka bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Pariwisata, Menteri Kebudayaan,  dalam pembukaan Pacu Jalur 2025.

Tentunya kehadiran langsung Wapres dalam agenda tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Riau yang telah lama melestarikan warisan budaya ini.

Tidak hanya Wapres dan menteri, tahun ini juga dihadiri langsung oleh Youtuber sekaligus influence asal Malaysia Aishar Khaled.

Aisar sendiri merupakan sosok inspiratif yang dibesarkan dalam keluarga dengan latar belakang multinasional. Di usianya yang masih muda, ia telah meraih banyak pencapaian yang menginspirasi banyak orang, tidak hanya di Malaysia dan Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Kehadirannya diharapkan dapat memperkenalkan Pacu Jalur kepada audiens global.

Menampilkan Rapper Melly Mike dari Amerika
@infopkucom Penampilan rapper Melly Mike dan Dhika, si bocah ‘aura farming’, menutup gelaran Festival Pacu Jalur 2025 dengan lagu ‘Young, Black and Rich’ di Taman Jalur, Teluk Kuantan, Minggu (24/8/2025). #infoPKU #pacujalur ♬ suara asli – infopku_

Fakta menarik Pacu Jalur 2025 ini adalah hadirnya langsung rapper Melly Mike. Rapper asal Amerika Serikat (AS) itu pun dinobatkan sebagai duta Pacu Jalur dunia.

Penampilan Melly Mike bersama Dika Aura Farming memukau ribuan masyarakat yang menyaksikan malam puncak Pacu Jalur 2025.

Lagu ‘Young, Black and Rich’ ini menjadi latar back sound tarian Dikha di Pacu Jalur yang kemudian mendunia.

Melly Mike tampil dalam even Pacu Jalur secara sukarela, sebagai bentuk terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia karena lagunya viral melalui trend Dikha Aura Farming.

Pembentangan Bendera Merah Putih 2 Meter

Bendera Merah Putih sepanjang dua kilometer dibentangkan dalam perayaan Pacu Jalur Kuansing 2025, ini menjadi simbol semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam festival rakyat tersebut.

Pembentangan Bendera Merah Putih ini sekaligus mempercantik arena pacu jalur yang menjadi pusat perhatian masyarakat dan tamu undangan.

Itulah tadi beberapa fakta unik Pacu Jalur 2025, jadi bagaimana kesan Encik dan Puan dalam perayaan Pacu Jalur tahun ini?

Pacu Jalur Kuansing: Antara Budaya, Wisata dan Ekonomi

0

Festival Pacu Jalur Kuansing (Kuantan Singingi) saat ini menyita perhatian publik. Tidak hanya masyarakat Riau dan Indonesia pada umumnya, namun juga menyita perhatian dunia.

Viralnya bocah penari Pacu Jalur menjadi daya tarik tersendiri. Terutama bagi pihak untuk turut meramaikan agenda tahunan sekaligus pesta rakyat Kuansing ini.

Sebelum menjadi tonton dunia, tahukah Encik dan Puan bagaimana sejarah dari Pacu Jalur Kuansing ini? Lalu seperti apa dampak Pacu Jalur bagi masyarakat? Berikut ulasannya.

Mengenal Pacu Jalur Kuansing

Sebagai informasi bagi Encik dan Puan, Jalur merupakan perahu kayu panjang yang dibuat dari satu batang pohon besar. Dulunya berfungsi sebagai alat transportasi utama untuk hasil bumi seperti pisang dan tebu di sepanjang Sungai Kuantan.

Jalur yang dulunya dimanfaatkan sebagai alat transportasi pengangkut hasil alam masyarakat sekitar, pada akhirnya digunakan untuk perlombaan.

Sebelum Jalur atau perahu kayu ini dibuat, biasanya akan ada proses mencari kayunya di hutan. Lalu sebelum menebang pohon untuk Jalur, akan ada ritual dan penghormatan kepada alam yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Sedangkan Pacu Jalur sendiri merupakan lomba adu cepat perahu hingga mencapai garis finish, dengan jumlah atlet 40-60 orang tiap perahu.

Tidak heran jika festival ini banyak dinantikan oleh masyarakat Kuansing, dan Riau pada umumnya. Sebab menjadi salah satu daya tarik sendiri bagi penontonnya.

Sejarah Jalur

Dikutip kotajalur.kuansing.go.id, Pacu Jalur Kuansing merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi Provinsi Riau berawal sejak abad ke-17.

Hingga saat ini, tradisi lomba perahu dayung atau jalur ini tetap dilestarikan oleh masyarakat Kuansing. Menariknya tidak hanya diikuti oleh masyarakat setempat, namun juga oleh beberapa kabupaten/kota tetangga.

Dulunya masyarakat Kuansing mulai dari Rantau Kuantan, yakni daerah di sepanjang Sungai Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti, Kecamatan Cerenti di hilir, menggunakan jalur atau perahu sebagai alat transportasi utamanya, baik untuk mengangkut hasil perkebunan ataupun untuk kegiatan lainnya.

Seiring berkembangnya waktu, jalur ini semakin menunjukkan keunikannya karena diberi ukiran indah. Seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya. Ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri).

Perubahan tersebut sekaligus menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut, namun juga menunjukkan identitas sosial. Sebab hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk kepala suku saja yang mengendarai jalur berhias itu.

Jadi Perlombaan

Hingga akhirnya pada 100 tahun kemudian, warga melihat sisi lain yang membuat keberadaan jalur itu menjadi semakin menarik. Yakni dengan digelarnya acara lomba adu kecepatan antar jalur yang hingga saat ini dikenal dengan nama Pacu Jalur.

Pada masa penjajahan Belanda pacu jalur diadakan untuk memeriahkan perayaan adat, kenduri rakyat dan untuk memperingati hari kelahiran Ratu Belanda wihelmina yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.

Kegiatan Pacu Jalur pada zaman Belanda di mulai pada tanggal 31 Agustus hingga 1 atau 2 September. Perayaan pacu jalur tersebut dilombakan selama 2-3 hari, tergantung pada jumlah jalur yang ikut pacu.

Saat ini Pacu Jalur Kuansing sendiri diadakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Perlombaan yang konon sudah ada sejak tahun 1903 ini menjadi agenda tetap Pemerintah Provinsi Riau untuk menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung ke Riau, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi.

Pendongkrak Ekonomi Masyarakat

Sudahkah Encik dan Puan menyaksikan bagaimana lautan manusia yang hadir pada Festival Pacu Jalur Kuansing yang diselenggarakan di Tapian Narosa Kabupaten Kuantan Singingi ini?

Jika belum, Encik dan Puan wajib luangkan waktu sekali seumur hidup untuk menjadi bagian dari pesta rakyat Kuansing ini, sebab akan banyak keseruan yang hadir ketika kita menyaksikan langsung bagaimana perlombaan ini dilaksanakan.

Meskipun sesak dan padat dengan banyaknya orang yang hadir, namun festival ini tentunya menjadi pendongkrak ekonomi bagi masyarakatnya. Baik itu dari sisi UMKM penjual souvenir, penyewaan hotel, dan lain sebagainya.

Biasanya setiap penonton rela menghabiskan uangnya untuk sekadar berwisata dan menyaksikan pertandingan adu cepat perahu tersebut. Makanya banyak masyarakat yang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan.

Nah, penasaran bagaimana keseruan menonton Pacu Jalur Kuansing? Encik dan Puan bisa hadir pada momen festival ini di tahun depan di Tapian Narosa Taluk Kuantan.

Children Festival 2025 Digelar Untuk Peringati Hari Anak

SD Darma Yudha menyelenggarakan Peringatan Hari Anak bertajuk Children Festival 2025, Sabtu (16/8/2025) lalu. Adapun festival ini merupakan hasil kolaborasi SD Darma Yudha dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.

Festival ini diselenggarakan juga sekaligus dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tumbuhkan Semangat Nasionalisme

Acara ini sendiri digelar dengan tujuan untuk menyediakan ruang untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme, kebersamaan, kerja keras, serta sportivitas. Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi momen untuk mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua dalam suasana penuh kegembiraan serta kebebasan dalam bermain dan berkompetisi.

Children Festival 2025 merupakan kegiatan tahunan SD Darma Yudha yang memang diperuntukkan sebagai wadah siswa siswi untuk bergembira dan bermain. Selain itu Children Festival ini juga untuk mengembangkan talenta melaui kompetisi yang diadakan.

“Kegembiraan dan kebahagian anak dan orang tua juga menjadi kebahagiaan sekolah,” ungkap Kepala Sekolah SD Darma Yudha Indriani.

Sementara itu Ketua LPAI Provinsi Riau, Esther menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai wadah bagi anak-anak. Terutama untuk belajar nilai kerja sama, kebersamaan, dan cinta tanah air melalui cara yang menyenangkan.

Menurutnya melalui Children Festival ini, anak-anak mampu belajar arti perjuangan dan nasionalisme lewat permainan tradisional yang sarat makna.

“Inilah cara kita menanamkan nilai kebangsaan sejak dini dengan cara yang riang gembira,” ujar Esther.

Berlangsung Meriah

Aneka stand makanan, penampilan dan perlombaan seni, serta permainan tradisional, sukses memeriahkan Children Festival. Seperti balap karung, estafet bakiak, dan tarik tambang, mulai dari anak sampai dengan orang tua.

Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Anak ini juga menjadi semakin istimewa dengan kehadiran dari jajaran LPAI, Polda Riau, serta beberapa Dinas terkait. Seperti dari Dinas Sosial Provinsi Riau, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Riau, dan Abiseka Rumbai.

Dengan melibatkan lebih dari 1.000 siswa yang hadir di lingkungan SD Darma Yudha, mereka terlihat sangat bergembira dan memancarkan semangat kerja sama serta kebersamaan yang kuat. Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa SD Darma Yudha dapat terus belajar tentang nilai-nilai kebersamaan, semangat, dan cinta akan tanah air.

RSIA di Pekanbaru, Berikut Daftar Alamatnya

0

Sebagai ibu kota Provinsi Riau, keberadaan Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak (RSIA) di Pekanbaru memudahkan para ibu dan anak. Mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan anak-anak.

RSIA di Pekanbaru ini tersebar di beberapa lokasi, mulai dari jantung kota, bahkan di sudut kota juga ada. Jika ingin berkunjung bisa disesuaikan dengan alamat masing-masing.

Untuk pelayanan maupun fasilitas yang tersedia, Encik dan Puan bisa melihat ulasan Google ataupun melihat media sosial masing-masing RSIA di bawah ini.

Karena biasanya masing-masing rumah sakit menawarkan keunggulan dan program yang berbeda, jadi tidak heran kalau masing-masing orang juga punya pilihan mau berobat ke mana.

Referensi RSIA di Pekanbaru

Pentingnya memilih RSIA menjadi pekerjaan yang mendebarkan, terutama bagi para calon orang tua. Hal itu karena RSIA yang akan dipilih harus menjadi tempat yang terbaik saat ibu melahirkan sang anak.

Dengan berbagai pertimbangan, rekomendasi RSIA Pekanbaru ini bisa menjadi rujukan untuk memilih salah satu yang terbaik. Berikut ini beberapa Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak yang ada di Kota Bertuah, yakni:

  • RSIA Annisa
    Alamat: Jalan Garuda No.66, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai
    Telepon: 0852-6459-6519
    Website: annisapekanbaru.com
    Rating Google: 4,9
  • RSIA Zainab
    Alamat: Jalan Ronggo Warsito No. 1, Suka Maju, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Riau 28132
    Telepon: (0761) 24000
    Website: rsiazainab.co.id
    Rating Google: 4,5
  • RSIA Budhi Mulia
    Alamat: Jalan Soekarno Hatta No. 226-228 Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai
    Telepon: (0761) 8417200
    Instagram: @rsia_budhimulia
    Rating: Google 4,2
  • Rumah Sakit Murni Teguh Eria
    Alamat: Jalan KH. Ahmad Dahlan No.163, Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi
    Telepon: 0823-8454-6368
    Website: rsmurniteguh.com
    Rating: Google 4,2
  • RSIA Andini
    Alamat: Jalan Tuanku Tambusai No.55, Tengkerang Bar., Kecamatan Marpoyan Damai
    Telepon: 0852-7400-5400
    Website: rsiaandini.com
    Rating: Google 4

Itulah tadi beberapa rekomendasi RSIA di Pekanbaru. Barangkali saudara, ibu, istri atau anak Encik dan Puan pernah berobat di sini? Semoga informasi ini dapat membantu bagi Encik dan Puan yang membutuhkan.

Mengenal Mahkota Sultan Siak yang Kembali ke Riau

0

Mahkota Sultan Siak akhirnya kembali ke Provinsi Riau, sudahkah Encik dan Puan mengenal benda pusaka tersebut?

Mahkota ini pulang bersama pedang dan pin pusaka setelah tersimpan di Museum Nasional selama 80 tahun yang lalu. Tentunya kedatangannya disambut secara adat di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, Rabu (7/8/2025) lalu.

Awal Mula Dibawa ke Jakarta

Sebelum akhirnya kembali ke Riau setelah 80 tahun tersimpan di Museum Nasional, ternyata mahkota ini dibawa ke Jakarta pada tahun 1945 lalu.

Mahkota Sultan Siak sekaligus simbol kebesaran kerajaan Siak ini diserahkan oleh Sultan Syarif Kasim II kepada pemerintah Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan.

Tidak hanya mahkota, Sultan Siak juga menyumbangkan dana sebesar satu juta gulden untuk perjuangan negara yang baru merdeka pada saat itu.

Mengenal Mahkota Asli Sultan Siak

Sebagaimana diketahui, Mahkota Kesultanan Siak ini menjadi salah satu artefak kerajaan Melayu yang paling megah di Indonesia.

Mahkota Sultan Siak ini dibuat pada abad ke-19 lalu, mahkota tersebut terbuat dari emas, berlian, rubi, zamrud, dan mutiara. Adapun berat Mahkota Asli Sultan Siak ini yaitu 1.803,3 gram, diameter 33 sentimeter, dan tinggi 27 sentimeter.

@infopkucom Melihat lebih dekat Mahkota Emas yang melambangkan kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura di masanya. Mahkota ini terbuat dari emas, memiliki lebar 33 cm, tinggi 27 cm, dan berat 1,803,3 gram. #infoPKU ♬ suara asli – infopku_

Dibuat Pengrajin Jawa

Mahkota Asli Sultan Siak ini ternyata dibuat sekitar akhir abad ke-19 di sekitar Istana Siak. Pembuatannya dengan mendatangkan seorang ahli perhiasan dari Jawa bernama Raden Mas Singo Sarwali, atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Ali.

Pangeran Ali merupakan golongan Hamba Raja Dalam yang diberi kepercayaan tinggi oleh Sultan. Dalam proses pembuatan mahkota, dia dibantu anak-anaknya seperti Karto dan Saribun.

Diketahui, Mahkota Kerajaan Siak menempati posisi pertama dalam daftar 17 harta utama kerajaan berdasarkan naskah kuno Ingatan Jabatan yang ditemukan oleh peneliti Universitas Nasional Singapura, Timothy P. Barnard.

Makna Tulisan Arab dan Bunga Teratai

Mahkota Sultan Siak ini memiliki tulisan kecil yang terletak di bagian depan mahkota, dan hiasan tiga bunga teratai di atasnya. Adapun makna hiasan Mahkota Sultan Siak ini yaitu:

  • Makna Tulisan Arab
    Tulisan Arab di bagian depan mahkota tersebut merupakan tulisan Arab, Bala Ruh Tajalli. Tidak hanya sekedar hiasan, ternyata tulisan tersebut sangat serat akan maknanya dan merupakan simbol kuat dari dimensi spiritual seorang pemimpin dalam tradisi kerajaan Melayu.
    Bala Ruh sendiri berasal dari konsep pengakuan ruh terhadap keesaan Allah sejak zaman azali. Sedangkan Tajalli merujuk pada penampakan sifat-sifat Ilahi kepada makhluk-Nya, khususnya mereka yang bersih hatinya.
    Dalam konteks mahkota, tulisan ini menunjukkan bahwa seorang raja bukan hanya memegang kekuasaan duniawi, tetapi juga membawa amanah ruhani.
  • Makna Bunga Teratai
    Sedangkan makna dari hiasan tiga bunga teratai (seroja) di bagian puncak Mahkota Sultan Siak ini melambangkan kesucian hati dan jiwa.
    Dengan demikian meskipun seroja tumbuh di air berlumpur, bunganya tetap mekar dengan indah. Ini adalah simbol manusia luhur yang tidak terpengaruh oleh keburukan lingkungan.
    Sehingga makna dari Mahkota Siak bukan hanya sebagai simbol kekuasaan kerajaan, namun sekaligus sebagai lambang kebijaksanaan, kesucian rohani, dan tanggung jawab spiritual seorang pemimpin.
Dipamerkan Perdana di Riau

Kembalinya Mahkota Asli Sultan Siak ke Tanah Melayu Riau bersempena dengan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau. Kehadiran benda pusaka kerajaan Siak ini tak pelak menyita perhatian publik.

Di mana ketiga benda pusaka tersebut sekaligus dipamerkan kepada masyarakat Riau mulai 7-10 Agustus 2025 lalu dalam helat Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025 di Jalan Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

Bahkan Pameran Mahkota Sultan Siak mencatat jumlah pengunjung yang sangat mengesankan selama kegiatan berlangsung. Dengan total pengunjung mencapai 15.555 orang.

@infopkucom Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025 resmi ditutup, Minggu (10/8/2025) malam. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau ini menampilkan kekayaan budaya Melayu, mulai dari hiburan rakyat hingga pameran benda-benda pusaka bersejarah. #infoPKU #PekanBudayaMelayuSerumpun ♬ suara asli – infopku_

Survei Indeks Optimisme 2025: Kelompok Muda Lebih Pesimis

0

GoodNews From Indonesia (GNFI) bersama GoodStats resmi merilis hasil survei Indeks Optimisme 2025. Ternyata dari survei tersebut dihasilkan bahwa kelompok muda kalah optimis dibandingkan dengan generasi lebih tua.

Optimisme Menurun

Hasil survei Indeks Optimisme 2025 menunjukkan penurunan indeks optimisme. Dari 7,77 yang merupakan kategori “optimis” pada 2023 menjadi 5,51 atau kategori “netral” di 2025.

Diketahui, kondisi netral merupakan situasi di mana adanya keinginan untuk tetap optimisme atau merawat harapan dalam menatap masa depan. Namun di saat yang sama dibayangi oleh kekhawatiran dan ketidakyakinan.

Temuan Penting

Adapun beberapa temuan dalam Indeks Optimisme 2025 di antaranya:

  • Penurunan Tingkat Optimisme
    Dari skor indeks optimisme 2025 (5,51) turun dari 2023 (7,77). Dengan demikian hasil tersebut menandai pergeseran dari “optimis” ke kategori “netral”.
    Adapun penurunan ini dipicu oleh gejolak ekonomi (PHK, inflasi), dinamika politik, dan dampak konflik global.
    Beberapa temuan kunci yang memengaruhi penurunan ini, seperti 67,6% responden menyaksikan atau mengalami PHK dalam 6 bulan terakhir. Lalu 55,8% merasakan kenaikan harga kebutuhan pokok “sangat signifikan”, dan 33,8% mengaku pendapatan rumah tangga mereka menurun.
  • Politik dan Pemerintahan: Dimensi Paling Pesimis
    Dimensi ini mencatat skor terendah yaitu 3,87, yang merupakan kategori pemisis. Sebanyak 67,4% responden pesimis perilaku korupsi akan turun, 60,1% ragu akan transparansi pemerintahan, dan 53,3% pesimis akan tersedianya ruang suara masyarakat dalam kebijakan publik.
    Temuan ini bukan fenomena baru, sejak survei pertama, politik selalu menjadi titik lemah optimisme publik. Kondisi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi elite politik untuk bisa menjadi teladan integritas dan kembali dapat membangun kepercayaan publik.
  • Generasi Muda Kalah Optimis
    Kelompok usia 17-25 tahun paling pesimis (skor 5,45), semakin bertambah usia semakin lebih optimis. Dengan kelompok 46-55 tahun mencapai skor 6,21.
    Hal ini menjadi seperti anomali, di mana umumnya generasi yang lebih tua yang diasosiasikan realistis dan sudah lelah dalam menghadapi kenyataan ternyata justru lebih optimis.
  • Harapan pada Budaya & Inovasi
    Meski banyak tantangan, dua dimensi tetap mencatat skor tinggi: Budaya dan Kreativitas (6,75) serta Teknologi dan Inovasi (6,69). Keduanya masuk dalam kategori “optimis”.
    Sebanyak 70,2% responden optimis budaya Indonesia akan semakin mampu dikenal di kancah global, dan 66,8% yakin anak muda mampu memimpin inovasi digital.
    Dari hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa publik melihat kekuatan budaya dan inovasi sebagai modal untuk bertahan di tengah ketidakpastian. Ini adalah sinyal positif bagi sektor kreatif dan teknologi Indonesia.
Pengambilan Data

Diketahui, Survei Indeks Optimisme 2025 dilakukan pada periode 3 Juni – 3 Juli 2025, melibatkan 1.020 responden yang tersebar secara nasional di seluruh wilayah Indonesia.

Termasuk Sumatera (21,2%), Jawa (61,5%), Kalimantan (5,8%), Sulawesi-Papua (7,3%), dan Bali-Nusa Tenggara (4,2%).

Respondennya berasal dari berbagai latar belakang demografis, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,1%) dan didominasi oleh kelompok usia 17-35 tahun (76,8%).

Pengumpulan data dilakukan melalui dua metode utama, yakni survei online dan Forum Group Discussion (FGD).

Skala pengukuran menggunakan Likert 1-10 dengan interpretasi skor dibagi ke dalam kategori “Sangat Pesimis” (1-2), “Pesimis” (3-4), “Netral” (5-6), “Optimis” (7-8), dan “Sangat Optimis” (9-10).

Nikahan Outdoor di Pekanbaru, Berikut Rekomendasi Lokasinya

0

Mau konsep nikahan outdoor di Pekanbaru yang menyatu dengan alam? Konsep di ruang terbuka tapi tetap menarik? Atau Encik dan Puan ingin pernikahan intimate wedding? Barang kali rekomendasi tempat nikahan outdoor ini bisa menjadi referensi.

Nikahan outdoor bisa dilakukan di taman, di pantai, ataupun ruang terbuka. Terlebih lagi saat ini, nikahan outdoor menjadi pilihan banyak calon pengantin, terutama dengan konsep intimate wedding.

Nah jika Encik dan Puan berkeinginan mewujudkan wedding dream nikahan outdoor tapi di Pekanbaru, boleh coba konsep pernikahan di beberapa tempat berikut ini.

Disclaimer

Referensi nikahan outdoor dari penulis ini dirangkum dari media sosial beberapa orang yang menggunakan konsep tersebut. Barangkali untuk alamat ataupun kontaknya bisa langsung dicek di media sosialnya.

Tips Nikahan Outdoor

Nikahan outdoor memang konsepnya unik, tapi harus dipikirkan apakah tanggal pernikahannya masuk musim hujan. Karena sangat disayangkan jika konsep outdoor tapi musim hujan, sudah pasti akan mengganggu proses acara.

Kemudian pilihlah vendor pernikahan yang memang siap untuk menyelenggarakan pernikahan outdoor, pilih vendor yang pernah mengerjakan itu. Pernikahan hanya sekali, jangan sampai konsep yang diinginkan tidak bisa direalisasikan oleh vendor wedding yang tidak bertanggung jawab.

Konsep dan tema pernikahan outdoor juga mesti Encik dan Puan pikirkan, sehingga apa yang ada diimpikan sejalan dengan yang dilakukan para vendor.

Referensi Lokasi Nikahan Outdoor

Adapun beberapa rekomendasi tempat nikahan outdoor di Pekanbaru, di antaranya:

  • Hotel Arya Duta
    Selain di ballroomnya, ternyata di sini juga bisa menggunakan konsep nikahan outdoor. Taman dan kolamnya yang indah menjadi daya tarik tersendiri untuk wedding di sini.
  • D’vine cafe and Resto
    Sepertinya konsep cafe yang sekaligus bisa membuat pernikahan outdoor sangat jarang di Pekanbaru, dan salah satu yang memiliki ide cemerlang yang D’vine cafe and Resto ini.
  • Untuk alamat cafenya ada di Simpang Tiga, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau, untuk informasi lebih lanjut bisa cek Instagram nya di @dvinecafe.
  • Labersa Hotel
    Selain Hotel Arya Duta, ternyata di Labersa Hotel juga bisa konsep outdoor. Jadi Encik dan Puan boleh menyesuaikan mana lokasi yang cocok dengan tema maupun budget yang dimiliki.
  • Resto Bumbu Uwo
    Terkahir rekomendasi tempat nikahan outdoor di Pekanbaru adalah Resto Bumbu Uwo. Kepo dengan lokasinya, bisa langsung intip alamat dan kontaknya di Instagram-nya @restobumbuuwo.

Itulah tadi beberapa rekomendasi tempat nikahan outdoor di Pekanbaru, semoga bisa menjadi referensi bagi Encik dan Puan yang hendak menikah.

Gedung Pernikahan di Pekanbaru, Cek Referensi Berikut Ini

0

Encik dan Puan yang sedang merencanakan pernikahan di Pekanbaru tapi bingung mau ngadain di gedung mana? Yuk cek referensi berikut ini.

Beberapa referensi gedung pernikahan ini bisa menampung tamu mulai dari ratusan hingga ribuan orang. Untuk masalah harga sewa itu bervariasi, bisa jutaan hingga puluhan juta, semuanya bisa disesuaikan dengan budget ataupun konsep pernikahan yang Encik dan Puan inginkan.

Terkait masalah akses ke lokasi gedung pernikahan ini, rata-rata berada di tengah kota. Jadi sudah pasti memudahkan tamu yang akan hadir.

Tren Gedung untuk Pernikahan

Makin ke sini, makin banyak orang yang mencari referensi gedung untuk pernikahan. Selain keterbatasan lahan di rumah, biasanya nikah di gedung juga memiliki kesan mewah. Apalagi dibantu dengan dekorasi dan pelaminan yang mewah, tentunya menjadi kepuasan tersendiri bagi si calon pengantin.

Dengan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan nikah di hotel, tentu nikah di gedung pernikahan bisa jadi pilihan menarik. Biasanya, gedung pernikahan harus di-booking jauh hari sebelum melangsungkan pernikahan. Karena dikhawatirkan bentrok atau sudah diisi oleh calon pengantin lain.

Referensi Gedung Pernikahan di Pekanbaru

Bagi Encik dan Puan yang tertarik nikah di gedung, berikut referensinya:

  • Gedung Widya Maharany (GWM)
    Alamat: Jalan Makmur, Labuh Baru Baru, Kecamatan Payung Sekaki
    Kontak: 0813-7179-9858
    Rating Google: 4,6
  • Susiana Tabrani Convention Hall
    Alamat: Komplek At Tabrani Islamic Center, Jalan Bakti No. 32, Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai
    Kontak: 0811-763-566
    Rating Google: 4,6
  • Balai TriWijaya
    Alamat: Jalan Kapau Sari IX, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya
    Kontak: 0813-7874-3349
    Rating Google: 4,5
  • Gedung Serbaguna TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru
    Alamat: Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai
    Rating Google: 4,5
  • Balai Sudirman
    Alamat: Jalan Jenderal Sudirman, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai
    Kontak: 0812-6972-6900
    Rating Google: 4,4
  • Graha Pena Riau Pos
    Alamat Jalan HR. Soebrantas Panam KM. 10,5 Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Karya
    Kontak: (0761) 64635
    Rating Google: 4,4
  • Gedung Wanita Citra Sekar Kirana Riau
    Alamat: Jalan Diponegoro No.36 A, Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota
    Kontak: 0812-7708-2400
    Rating: Google 4,4
  • Gedung Serbaguna Sri Munajib
    Alamat: Jalan Suka Mulia, Kecamatan Sail
    Kontak: 0823-8745-2827
    Rating: Google 4,3
  • Gedung Guru
    Alamat: Jalan Rambutan, Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai
    Rating: Google 4,2
  • Gedung Guru Riau
    Alamat: Jalan Jenderal Sudirman, Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya
    Kontak: (0761) 36955
    Rating: Google 4,1

Nah itulah tadi beberapa rekomendasi gedung pernikahan di Pekanbaru, referensi dari gedung di atas dikutip dari Google. Jadi untuk alamat dan kontak juga ditulis berdasarkan alamat Google.

Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Encik dan Puan yang membutuhkan, untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kontak yang tertera.

Kunker Gibran ke Pekanbaru, Ini Agendanya

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pekanbaru, Riau, Senin (28/7/2025). Adapun rangkaian kunker Gibran dimulai dari memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Satgas Karhutla, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Apresiasi Penanganan Karhutla Riau

Dalam kunker ke Pekanbaru ini, Wapres Gibran juga menyampaikan apresiasi terhadap penanganan karhutla di Provinsi Riau. Menurutnya, kondisi karhutla saat ini sudah jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Terima kasih kepada Gubernur Riau, beserta jajaran atas kerja keras dalam menangani karhutla di wilayah Riau,” ujarnya.

Pantau BSU

Agenda berikutnya dilanjutkan dengan peninjauan proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Kantor Pos Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Hal ini bertujuan untuk memastikan agar BSU tersebut dapat tersalurkan dengan tepat Sasaran kepada masyarakat.

Tinjau Sekolah Rakyat

Selanjutnya Wapres Gibran juga mengunjungi Sekolah Rakyat Sentra Abiseka yang berada di Jalan Sekolah, Rumbai. Untuk diketahui, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam agenda ini ia tak hanya meninjau proses belajar mengajar saja, melainkan juga mengecek kondisi ruang kelas dan ruang makan.

Nikmati Kuliner Khas

Usia meninjau Sekolah Rakyat, agenda dilanjutkan dengan makan siang bersama di salah satu restoran yang menyajikan menu-menu khas Melayu. Lokasinya sendiri tepat di tepi sungai siak, yaitu Rumah Makan Planto Tepi Sungai Siak.

Aneka menu khas Melayu tersaji seperti udang galah, asam pedas ikan tapah, gulai ayam kampung, ikan salai, dan lain-lain. Makan siang pun bertambah nikmat sambil diiringi lantunan musik dan lagu Melayu dari musisi lokal Pekanbaru, Pakcik Hafiz dengan lagu hitsnya gadis Melayu.

Bagikan Buku & Alat Tulis
Bagikan Buku & Alat Tulis
Kunker Gibran ke Pekanbaru

Selesai makan siang, rombongan singgah kemudian singgah ke Masjid dekat Rumbai Pesisir untuk melaksanakan Salat Zuhur berjamaah.

Setelah Salat, Wapres menyempatkan menyapa anak-anak sekolah dan warga sekitar. Dalam kesempatan itu, ia membagikan buku dan alat tulis untuk anak-anak sekolah yang ada di sekitar Masjid.

Hadiri Muktamar HIMA PERSIS
Hadiri Muktamar HIMA PERSIS
Kunker Gibran ke Pekanbaru

Lalu rombongan melanjutkan perjalanan menuju agenda selanjutnya yaitu penutupan Muktamar XI HIMA PERSIS yang diadakan di SKA Co Ex Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Gibran mengapresiasi terselenggaranya acara muktamar ini secara baik dan lancar. Ia juga menyampaikan pesan bahwa transformasi dan adaptasi menjadi kunci bagi masa depan bangsa.

Acara muktamar ini menjadi agenda terakhir dari rangkaian kunjungan kerja hari ini. Selanjutnya Wakil Presiden langsung berangkat pulang kembali ke ibu kota.

@infopkucom Yang tadi bertanya-tanya, Mas Wapres ngapain aja ke Pekanbaru, berikut rangkaian agenda kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke Riau. Semoga semua program pemerintah yang ada di Pekanbaru bisa berjalan lancar dan tepat sasaran. Mari kita dukung program-program positif dari pemerintah, jika ingin menyampaikan kritik dan saran mohon sampaikan dengan bijak ya 😊 #infoPKU #wapres #gibranrakabuming #pekanbaru #riau #gibrankepekanbaru ♬ Walking Around – Instrumental Version – Eldar Kedem

SMA Sederajat di Riau Masuk 50 Terbaik di Indonesia

0

Tahukah Encik dan Puan, ada dua SMA sederajat di Provinsi Riau yang masuk dalam sekolah terbaik di Indonesia lho. Hal ini setelah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis 50 peringkat terbaik SMA sederajat di Indonesia.

Bukti Mutu Pendidikan di Riau

Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah di Riau, sebab hal tersebut menjadi salah satu bukti nyata mutu pendidikan di Provinsi Riau yang terus maju dan berkembang.

Tidak hanya sekolah negeri, akan tetapi 50 sekolah terbaik di Indonesia tersebut juga termasuk di dalamnya sekolah swasta.

Begitu pula untuk sekolah SMA sederajat di Provinsi Riau yang berhasil masuk dalam daftar sekolah terbaik di Indonesia. Satu di antaranya merupakan sekolah swasta dan satunya lagi dari Madrasah Aliyah Negeri.

Diketahui, 50 SMA terbaik di Indonesia tersebut dirangkum berdasarkan jumlah prestasi yang diraih oleh sekolah. Yakni mampu meraih medali, baik di bidang akademik, olahraga, seni, maupun kompetisi lainnya.

Dua Sekolah di Riau Masuk Dalam

Adapun dua SMA sederajat di Provinsi Riau yang berhasil masuk dalam sekolah terbaik di Indonesia, yaitu MAN 2 Pekanbaru dan SMAS Darma Yudha Pekanbaru.

MAN 2 Pekanbaru menempati posisi ke 15 dari 50 sekolah terbaik di Indonesia dengan perolehan medali sebanyak 340 medali.

Sedangkan SMAS Darma Yudha Pekanbaru berhasil menempati posisi ke 26 dari 50 sekolah terbaik di Indonesia, dengan perolehan medali sebanyak 299 medali.

Peringkat Sekolah Terbaik

Berikut ini 50 sekolah terbaik di Indonesia, di antaranya:

  1. SMA Trensains Muhammadiyah Sragen – 1.105 medali.
  2. SMA Pradita Dirgantara – 928 medali.
  3. SMAN Unggulan M.H. Thamrin – 710 medali.
  4. SMA Negeri 03 – 680 medali.
  5. SMA Negeri 01 – 616 medali.
  6. SMAS Unggul DEL – 545 medali.
  7. SMA Negeri 02 – 520 medali.
  8. SMAN 8 Jakarta – 500 medali.
  9. SMAN 3 Denpasar – 477 medali.
  10. MAN 2 Kota Malang – 454 medali.
  11. SMAN 4 Denpasar – 453 medali.
  12. MAN Insan Cendekia Serpong – 447 medali.
  13. SMAN 2 Kota Tangerang Selatan – 425 medali.
  14. SMA Negeri Unggulan Subulussalam – 376 medali.
  15. MAN 2 Pekanbaru – 340 medali.
  16. SMA Semesta – 338 medali.
  17. SMAS Kristen Immanuel – 335 medali.
  18. SMAN 1 Yogyakarta – 328 medali.
  19. MAN 2 Kudus – 324 medali.
  20. SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta – 324 medali.
  21. SMAN 1 Singaraja – 320 medali.
  22. SMAS Al-Azhar Mandiri Palu – 320 medali.
  23. SMAN 3 Yogyakarta – 319 medali.
  24. SMAN 28 Jakarta – 316 medali.
  25. MAN Insan Cendekia Gorontalo – 305 medali.
  26. SMAS Darma Yudha – 299 medali.
  27. SMAN 1 Bangli – 297 medali.
  28. SMAS Taruna Nusantara – 285 medali.
  29. SMA Labschool Kebayoran – 283 medali.
  30. SMA Kesatuan Bangsa – 282 medali.
  31. SMAN 34 Jakarta – 282 medali.
  32. MAN Insan Cendekia OKI – 281 medali.
  33. SMAN 1 Kaliwungu – 280 medali.
  34. SMA Negeri Modal Bangsa – 275 medali.
  35. MAN Insan Cendekia Padang Pariaman – 274 medali.
  36. MAN 4 Jakarta – 271 medali.
  37. SMAN 1 Denpasar – 267 medali.
  38. SMAN CMBBS – 263 medali.
  39. SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong – 263 medali.
  40. SMAS 1 Kristen BPK Penabur – 262 medali.
  41. SMAS Sutomo 1 – 261 medali.
  42. SMA Negeri 1 Maos – 255 medali.
  43. SMAN 5 Surabaya – 255 medali.
  44. SMA S Al Kautsar – 253 medali.
  45. SMA Ignatius Global School (IGS) Palembang – 251 medali.
  46. SMAS Kharisma Bangsa – 249 medali.
  47. SMA Negeri 10 Samarinda – 237 medali.
  48. SMAN 1 Matauli Pandan – 234 medali.
  49. MAN Insan Cendekia Kota Batam – 230 medali.
  50. Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Tingkat SMA – 223 medali.