Home Blog Page 348

#cuacaPKU Asap Tebal Selimuti Kota Pekanbaru

Cuaca di Kota Pekanbaru beberapa pekan terakhir memang tidak stabil. Panas menyengat. Beberapa kali diwarnai dengan petir menggelegar yang sempat menimbulkan korban jiwa. Ada juga angin puting beliung yang menumbangkan puluhan pohon, seperti yang terjadi Rabu malam (15/5). Kini, asap tebal pula yang menyelimuti seperti yang terjadi di sepanjang hari kemarin, Sabtu (18/5). Sejak pagi bahkan hingga petang, kabut asap masih terasa.

Meski kondisi seperti itu tidak berdampak terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru.

Seperti terlihat di papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terpampang di depan gedung kantor wali kota. ISPU menunjukan kualitas udara masih sehat.

‘’Alhamdulillah kualitas udara Pekanbaru tercatat masih dibawah ring 50. Artinya udaranya masih sehat,’’ kata Kepala Laboratorium Udara Badan Lingkungan Hidup (BLH), Syarial, melalui Staf Labor, Marni, Sabtu (19/5).

Menurut Marni, kualitas udara di Kota Pekanbaru masih sehat sejak beberapa hari sebelumnya. Jadi, kabut asap yang tidak disebabkan oleh partikel debu tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

Kualitas udara akan sangat berbahaya jika partikel debu yang tertangkap alat ISPU tersebut mencapai angka hingga ring 100 ke atas.

Artinya udara tidak sehat dan dianjurkan bagi yang ingin beraktifitas keluar rumah harus menggunakan masker. (Riau Pos)

Masjid Raya Senapelan, Masjid Tertua di Pekanbaru

0

Masjid Raya Senapelan merupakan masjid yang bersejarah di Kota Pekanbaru karena dibangun pada abad 18, tepatnya tahun 1762. Dengan demikian masjid yang berada di Jalan Senapelan ini menjadi masjid tertua yang ada di Pekanbaru.

Mengenal Masjid Raya Senapelan

Masjid ini juga merupakan bukti Kerajaan Siak Sri Indrapura pernah bertahta di Pekanbaru (Senapelan). Yaitu di masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah sebagai Sultan Siak ke-4. Kemudian diteruskan pada masa Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan Siak ke-5.

Di areal Masjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya.

Masih dalam areal kompleks mesjid kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru. Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun 1766-1780. Sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780.

Ringkasan Sejarah Pergantian Nama Mesjid Raya Pekanbaru

Masjid Alam (1762)

Diberi nama Masjid Alam yang diambil dari nama kecil Raja Alam ketika dibangun oleh Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Masjid Nur Alam (1775)

Sejalan dengan pembesaran Mesjid Alam yang melibatkan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, Datuk empat Suku, Sayid Osman, dan masyarakat Pekanbaru. Perpindahan secara keseluruhan Kerajaan Siak dari Senapelan (Pekanbaru) kembali ke Siak antara tahun 1784-1810 oleh Sultan Assyaidissarif Ali Abdul Jalil Syarif karena tekanan Belanda. Masjid Nur Alam tetap dibangunkan selasar-nya. Di tahun 1858 dilakukan perluasan selasar oleh Sultan Ismail II.

Masjid Sultan, Mesjid Besar, Mesjid Raya (1889-1908)

Oleh Sultan Hasyim (Assyaidissarif Hasyim Abdul Jalil Syafuddin), Masjid Nur Alam dipindahkan 40 langkah dari posisi semula ke arah matahari terbit. Penyebutan nama Masjid Sultan atau Masjid Besar atau Masjid Raya karena mesjid itu dipindahkan oleh Sultan, bentuknya lebih besar dari semula dan sehingga lebih ramai.

Masjid Raya (1935)

Pembangunan masjid dari bahan semen dan batu yang letaknya berdekatan dan masih dalam satu areal dengan mesjid lama pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II. Masjid ini menjadi aset sejarah sebagai bukti sejarah Kerajaan Siak yang berakhir pada tahun 1946 ketika bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

#wisataPKU Museum Sang Nila Utama: Museum Sejarah & Budaya Melayu Riau

0

Museum Sang Nila Utama adalah salah satu museum terbesar dan terlengkap di Pekanbaru. Museum ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, sebuah jalan utama yang menghubungkan antara Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan pusat kota.

Koleksi Museum Sang Nila Utama cukup lengkap, berjumlah 4.298 buah. Berupa koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik/heraldik, filologi, keramik, dan senirupa.

Jadwal berkunjung di Museum Sang Nila Utama :

Selasa – Kamis: 08.00 – 15.30 WIB

Jumat: 08.00 – 11.00 & 14.00 – 16.00

Sabtu dan Minggu: 08.00 – 14.00

Senin & Hari libur nasional: Tutup

Karcis masuk  : Gratis

Bagian yang cukup menonjol di museum ini adalah beberapa koleksi yang berupa merupakan salah satu ciri khas Riau, yaitu pertambangan minyak bumi. Tidak bisa dipungkiri lagi, daerah Riau khususnya Dumai dan Duri merupakan penghasil minyak bumi yang dikelola oleh Chevron.

Koleksi peralatan dan barang-barang tambang seperti mata bor, replika pompa ayun, batuan pembentuk minyak bumi, dan crude oil atau minyak mentah menjadi koleksi paling unik yang jarang ditemukan di museum lainnya.

Selebihnya, koleksi Museum Sang Nila Utama berisi aneka koleksi hewan yang telah diawetkan, koleksi benda-benda bersejarah (replika Candi Muara Takus, senapan, pedang), dan koleksi hasil kebudayaan (pakaian dan rumah adat dari berbagai kabupaten, keris buatan Riau, batik, keramik dari China, kerajinan dari logam, dan lain-lain). Selain itu terdapat pula koleksi foto-foto gubernur yang pernah memimpin Riau.

Jika dilihat, Museum Sang Nila Utama di Pekanbaru cukup terawat, rapi, dan memiliki koleksi yang cukup lengkap. Hanya saja seperti halnya museum lain di Indonesia, pengunjung yang datang ke museum tidak banyak.

Yuk berkunjung ke Museum Sang Nila Utama, biar bisa mengenal lebih dekat kebudayaan di bumi Lancang Kuning ini.

#ISG_2013 Komisi C DPRD DKI : Mau Gelar ISG, Jakarta Punya Dana ?

0

Kesiapan Jakarta sebagai tuan rumah perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG) diragukan. Selain kondisi sarana dan prasarana, pendanaannya pun dipertanyakan. Apalagi anggaran ISG yang mencapai Rp200 miliar tak dianggarkan dalam APBD DKI 2013.

Tak heran banyak kalangan mendesak Pemprov DKI kembali berpikir ulang untuk menyelenggaran event olahraga tersebut. “Harus dipikirkan terutama soal pendanaan. Jangan sampai dipaksakan sehingga penyelenggaraannya tidak maksimal,” kata anggota Komisi C DPRD DKI, Ahmad Husin Alaydrus, di Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Dirinya mencontohkan, terkait sarana dan prasarana, seperti stadion. Di Jakarta, sarana olah raga yang memiliki standar internasional hanya dua, yaitu Senayan dan Stadion Lebak Bulus. Untuk Stadion Lebak Bulus sendiri rencananya akan dibongkar. Sehingga hanya akan menyisakan Istora Senayan.

Sementara soal pendanaan untuk membiayai event tersebut yang dinilai tidaklah sedikit. “Anggaran bisa mencapai Rp200 miliar, uangnya dari mana? Ini harus dipikirkan. Karena ketidaksiapan inilah, akhirnya ajang olah raga tersebut berantakan dan malah memberikan citra buruk bagi Jakarta di mata dunia internasional,” tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya ISG yang sedianya akan digelar di Pekanbaru, Riau, akhirnya digeser ke Jakarta. Pasalnya ada beberapa permasalahan di Pekanbaru yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Rencana pengalihan kegiatan itu pun disetujui Pemprov DKI Jakarta, dan menyatakan siap menggelar ISG 2013 ini.

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi), usai bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo, beberapa waktu lalu.

Acara tahunan ini, seharusnya digelar pada 6-17 Juni. Namun karena adanya perubahan lokasi, penyelenggaraannya diundur menjadi 22 September – 1 Oktober. Dalam perhelatan olahraga internasional ini, lebih dari 50 negara tercatat menjadi perserta ISG tahun 2013 ini. (Inilah.com)

PSPS U-21 Tambah Pemain

0

Hasil kurang memuaskan di putaran pertama kompeisi ISL U-21 membuat manajemen berencana menambah kekuatan menghadapi putaran kedua yang bergulir 9 Juni mendatang. Pemain tersebut akan mengisi posisi striker dan bek.

“Kami tak melakukan pencoretan pemain, tapi kami akan menambah pemain baru untuk memperkuat sektor depan dan belakang. Kami punya kuota mendaftarkan 30 pemain, sekarang baru 25 pemain yang didaftarkan,” ujar asisten manajer PSPS U-21, Aidil Amri, Jumat (17/5).

Pria yang menjabat Ketua PAC Partai Demokrat Rumbai Pesisir ini menambahkan PSPS juga sedang berupaya menjadi tuan rumah putaran kedua. “Awalnya putaran kedua tetap di Palembang, tapi kami mengajukan diri dan sedang diproses. Sekitar 70 persen peluang kami ada,” tambahnya.

Di putaran pertama yang dipusatkan di Stadion Jakabaring Palembang, PSPS meraih satu kemenangan dari tiga laga yang dijalani, yakni mengalahkan Persisko Tanjabar 1-0. (Riau Pos)

PSPS Tingkatkan Kerja Sama Lawan U-21

0

Jelang tur ke Papua menghadapi Persidafon Dafonsoro, 22 Mei mendatang, PSPS terus berbenah.

Untuk meningkatkan kekompakan dan kerja sama antar pemain maka tim pelatih menjalankan program uji coba melawan tim junior yakni PSPS U-21. Rencananya, uji coba ini digelar di Stadion Rumbai, Sabtu (17/5) sore ini.

“Permainan anak-anak memang menunjukkan peningkatan. Tapi kekompakan tim dan koordinasi antar pemain harus terus ditingkatkan. Salah satu caranya melakukan uji coba dengan tim yang di bawah,” ujar caretaker pelatih PSPS, Afrizal usai latihan di Stadion Rumbai, Jumat (17/5).

Maklum, PSPS saat ini dihuni banyak pemain baru karena sebagian besar pemain putaran pertama hengkang.

Bahkan, jelang putaran kedua bergulir, PSPS belum pernah melakukan uji coba karena mepetnya persiapan.

Ditambahkan Afrizal kekalahan dua laga kandang tersebut diakibatkan masih lemah dan tidak jalannya koordinasi lini pertahanan. “Latihan hari ini (kemarin) kami banyak mengevaluasi lini pertahanan yang lemah koordinasi saat menghadapi Persiba Balikpapan,” ujarnya.

Untuk menghadapi Persidafon, manajemen berencana memboyong sebanyak 16 pemain. “Namum siapa saja pemain yang diberangkatkan belum bisa dipastikan karena kami akan melakukan latihan lagi. Senin (20/5) pagi ditentukan dan sorenya baru kami berangkat menuju Papua,” tutur Afrizal. (Riau Pos)

Terkait rencana manajemen akan mendatangkan bek asing asal Bulgaria, Stanislav Zhelev Zhekov, pelatih yang akrab dipanggil Ajo Ijal ini menyebutkan mantan pemain Pelita tersebut belum juga muncul.

“Belum ada pemain asing yang datang. Saya juga minta kepada manajemen untuk menambah striker asing menggantikan Pape,” tuturnya. (Riau Pos)

#ISG_2013 Gubri Kirim Surat ke Presiden

0

Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo soal tempat pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 sudah pasti dipindah dari Riau ke Jakarta, tidak diterima begitu saja oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan Panitia Daerah (Panda) Indonesia Islamic Solidarity Games Organizing Committe (Inaisgoc) akan mengirimkan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah. Apapun keputusan Presiden nantinya, Riau akan menerimanya.

Hal ini ditegaskkan Wakil Ketua II Panda Inaisgoc, Emrizal Pakis saat berbincang dengan Riau Pos di Kantor Gubernur Riau, Kamis (16/5).

Gubernur Riau dan Panda Inaisgoc, ujar Emrizal, tidak akan mundur selangkahpun menjadi tuan rumah, meskipun pelaksanaannya dimundurkan lagi setelah Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri).

‘’Apapun nanti SK yang dikeluarkan, memang kita harus menerima. Sebelum keluar keputusan baru, Gubri mengajak semua pihak terutama pusat untuk melihat secara jernih dan lebih realistis dalam penetapan tuan rumah. Dalam waktu dekat kita akan kirim surat kepada Presiden. Drafnya saya sudah lihat dan tinggal merampungkan,’’ ujarnya.

Menurutnya, Gubri sudah jelas mengatakan agar panitia nasional dan panitia pusat tidak melihat Riau hanya seorang Rusli Zainal semata saja. Sehingga statusnya sebagai tersangka bukanlah hal yang menjadi pertimbangan untuk dipindahkannya tuan rumah.

Sesuai arahan Gubri pula, lanjut Emrizal, surat yang akan dikirimkan ke Presiden terkait keinginan untuk tetap menjadi tuan rumah kapanpun waktunya sesuai keinginan Presiden.

Apakah tetap pada 22 September-1 Oktober atau setelah pelantikan gubernur baru hasil Pilgubri pada 21 November mendatang.

‘’Gubernur baru atau tidak, Riau tetap siap. Karena intinya adalah bukan personal, tapi instruksi secara struktural. Kalau hal tersebut berlaku, tentu semua akan berjalan dengan maksimal,’’ paparnya.

Berkali-kali dalam pertemuan dengan Menpora saat kunjungan ke Pekanbaru, Senin (13/5) lalu, Gubri menegaskan agar jangan semata-mata karena dirinya dijadikan sebagai tersangka, maka Riau gagal menjadi tuan rumah.

Katanya, melalui ISG seharusnya daerah bisa lebih maju dan Riau ingin melakukan terobosan dan mungkin kesempatan ini baru akan datang puluhan tahun lagi.

‘’Kenapa tidak diberikan kesempatan, karena ini semua demi Riau yang lebih besar. Seharusnya pusat tidak melakukan sentralisasi lagi dengan mengambil pelaksanaan ISG di Jakarta,’’ tegas Gubri di hadapan Menpora di VIP Lancang Kuning Bandara SSK II, Pekanbaru, awal pekan lalu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al azhar merasa perlu menjelaskan, bahwa LAM Riau baik Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Al azhar maupun Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Dr H Tenas Efendy tidak pernah sama sekali mengirimkan surat ke pusat baik isinya menolak pelaksanaan ISG di Riau maupun mendukung Riau sebagai tuan rumah.

‘’Penjelasan ini perlu kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam masyarakat Riau. LAM Riau meminta kepada Menpora Roy Suryo untuk tidak membuat pernyataan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman masyarakat terhadap LAM Riau,’’ tegas Al azhar.

Ketidakpastian tuan rumah penyelenggara ISG III 2013 juga membuat terhambat kerja panitia pusat. Ketua Panitia Pusat Inaisgoc Anthony Sunarjo mengatakan, pentingnya diberi kepastian tempat penyelenggaraan mengingat waktu pelaksanaan sudah semakin dekat.

‘’Kita minta pemerintah segera mengambil keputusan, apakah tetap di Riau atau dipindah ke Jakarta. Kita sebagai panitia ingin melakukan persiapan dengan baik, sehingga ISG berjalan dengan lancar dan sukses,’’ ujar Anthony di Jakarta, Kamis (16/5). (Riau Pos)

#beritaPKU Jalan Tuanku Tambusai Dihiasi Puluhan Lubang

Kondisi Jalan Tuanku Tambusai hingga kini masih belum mendapatkan perbaikan, sehingga lubang-lubang yang jumlahnya puluhan tersebut masih mengganggu para pengendara.

Jumat (17/5) di jalan yang sudah dikeluhkan para pengendara sejak beberapa bulan lalu tersebut, hingga kini kondisinya masih seperti dulu dan malah beberapa lubang bertambah lebar.

Kondisi terparah berada di depan Bank BNI. Beberapa lubang berjejer berdekatan, pengendara yang ingin melaluinya terpaksa memperlambat laju kendaraan.

Salah seorang pengendara roda dua, Sandi (28) mengeluhkan, kondisi jalan masih belum mendapat perhatian tersebut. ‘’Padahal jalan ini sudah sangat lama kondisinya hancur dan dipenuhi lubang-lubang. Namun, herannnya tidak ada perbaikan dari dinas terkait,’’ ujarnya.

Senada dengan Sandi, Rozi (24) warga Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Marpoyan Damai, juga mengaku khawatir melewati jalan nasional tersebut.

‘’Ya cukup hati-hati, karena kondisinya masih berlubang, apalagi saya sering lewat dimalam hari. Kalau tak hati-hati bisa terperosok masuk ke dalam lubang,’’ tuturnya. (Riau Pos)

#beritaPKU Bekas Kantor PU Jadi Ruang Terbuka Hijau

Eks Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau akan disulap menjadi ruang terbuka hijau. Ini dilakukan sebagai komitmen menciptakan kenyamanan dan keasrian di pusat kota yang terus bersolek dengan pembangunannya.

Langkah itu merupakan dukungan untuk mewujudkan green city sebagai salah satu indikator daerah maju yang ramah lingkungan. Progres tersebut direalisasikan, setelah gedung baru di Jalan SM Amin dioperasionalkan.

Informasi itu diutarakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau SF Hariyanto, Jumat (17/5). Dia menilai, kantor yang sudah berumur 40 tahun lebih itu sudah dikonsep sedemikian rupa untuk menjadi ruang terbuka hijau dan tempat bersantai masyarakat.

‘’Berbagai tawaran datang, namun kami tetap komit untuk menjadikan kantor PU lama ini menjadi kawasan ruang terbuka hijau. Karena, di Pekanbaru, kawasan itu masih sangat terbatas,’’ tuturnya.

Saat ditanyakan mengenai konsep ruang terbuka hijau yang dimaksud, dia mengatakan nantinya eks kantor PU akan ditanami pepohonan yang rindang. Selain itu, akan dilengkapi dengan pertamanan dan tempat peristirahatan sederhana menyerupai taman kota.

‘’Kami akan membuat senyaman mungkin. Yang pasti, suasana asri tetap prioritas. Masyarakat dapat berolahraga dan bersantai dikawasan tersebut,’’ ulas Hariyanto.

Tidak hanya itu, dia juga menambahkan, bahwa kawasan ruang terbuka hijau akan didukung dengan sarana transportasi terbaik. Jalan Ahmad Yani dan Jalan Riau di sekitar kawasan ruang terbuka hijau akan diperlebar. Ini diperlukan untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

Sementara saat disinggung mengenai progres gedung PU, dia mengatakan progres pengerjaan gedung delapan lantai itu sudah 95 persen.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan finalisasi untuk beberapa aspek penunjang, seperti halaman parkir dan penyempurnaan dari beberapa asepk fisik lainnya.

Gedung yang berwarna biru dengan dilengkapi balai wartawan dan auditorium itu akan dioperasionalkan pertengahan Juni mendatang. Sehingga, implementasi ruang terbuka hijau untuk eks kantor PU dapat segera terealisasi. (Riau Pos)

#beritaPKU BSM Naik, Disdik Verifikasi Data Siswa Penerima

Kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menaikkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) bagi siswa keluarga kurang mampu disambut antusias Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau.

‘’Ini kan hanya untuk pegawai sekretariat saja. Jumlahnya tidak banyak. Selain itu, honorer dan PTT juga dinilai perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu.

Salah satunya adalah menyesuaikan data penerima BSM dari seluruh jenjang pendidikan kabupaten/kota se-Riau.  Sebab, memang BSM yang selama ini disalurkan berasal dari pos anggaran APBN dan Disdik Provinsi hanya bertugas sebagai instansi yang melakukan verifikasi data saja.

“Kami pelajari dulu, karena dalam penyaluran BSM ini semuanya urusan pusat langsung ke siswa. Kami berperan mengumpulkan berdasarkan data Lembar Informasi Data Individual (LIDI) siswa yang kami himpun dari kabupaten/kota dan dikirimkan ke pusat,” kata Kepala Disdik Provinsi Riau HM Wardan, Jumat (17/5).

Sehingga, lanjut Wardan jika memang akan ada kenaikan maka semuanya diserahkan kepada pusat. Sebab juga berpengaruh dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan kebijaka pemerintah. Karena dana langsung dari APBN maka Provinsi dalam hal ini menerima selama kuota penerima tidak berkurang.

Memang, setiap tahunnya, pelajar SD, SMP dan SMA yang menerima BSM di Riau mencapai total puluhan ribu. Dengan tempo penerimaan setiap tahun di mana rencana kenaikan Kemendikbud dari Rp350 ribu ke Rp450 ribu pada tingkat SD setiap tahun.

Sementara tingkat SMP naik Rp190 ribu dari sebelumnya Rp560 ribu menjadi Rp750 ribu. dan untuk tingkat SMA tetap menerima Rp1 juta setiap tahun.

“Kalau memang akan ada kenaikan, tentu itu akan sangat membantu para siswa kurang mampu untuk mengenyam pendidikan lebih baik di setiap tingkatan,” singkatnya menambahkan.

Berdasarkan data sementara untuk tingkat SMA, Pekanbaru terdapat sebanyak 1.052 penerima BSM. Dumai 413 siswa, Bengkalis 1.482, Kampar 1.331, Siak 746, Pelalawan 646, Kuansing 1.042, Rohul 1.373, Rohil 692, Inhil 1.411, Inhu 854, dan Meranti 1.650. (Riau Pos)