UKM BAND
POLITEKNIK CALTEX RIAU
PROUDLY PRESENT
FEMIC4
| Waktu | : | 6 Desember 2014 |
| Tempat | : | Politeknik Caltex Riau |
| Agenda Acara | : | Band, B-Boy, Graffiti |
| Special Performance | : | DJ Ari Sugandi |
| CP | : | 089699418667/081267220215 |
| : | @femicpcr | |
| : | @femicpcr |
Pada tulisan sebelumnya kita membahas Perpustakaan Soeman HS secara keseluruhan, kali ini kita akan mengulas secara khusus sebuah ruangan di Perpustakaan Soeman Hs yang bernama Bilik Melayu.
Ruangan khusus ini terletak di lantai 3, di sebelah ruang bedah buku. Bilik berasal dari bahasa melayu yang berarti kamar. Bilik Melayu ini terbagi menjadi 2 ruangan, ruangan pertama memuat kliping koran.
Di sini juga terdapat koleksi-koleksi buku dan naskah kuno terkait dengan sejarah dan budaya melayu Riau seperti sastra-sastra melayu (pantun, sajak, tulisan-tulisan arab melayu), masakan melayu, obat-obatan, arsitek melayu dan masih banyak lagi.
Selain itu banyak buku-buku hibah dari pejabat atau orang penting. Bahkan buku hibahan mereka ini diletakkan di lemari khusus. Kemudian ada juga buku hibahan dari Kabupaten dan Dinas-dinas yang ada di Provinsi Riau.
Lalu di ruangan kedua terdapat kumpulan skripsi, thesis dari berbagai jurusan dan Universitas. Tak heran jika Bilik Melayu ini menjadi salah satu ruangan yang menjadi tempat favorit mahasiswa, karena banyak literatur yang dibutuhkan oleh mahasiswa.
Pengunjung Bilik Melayu juga berasal dari mancanegara, beberapa diantaranya merupakan peneliti asal Eropa dan Jepang. Bahkan pada September 2014 yang lalu Guruh Soekarnoputra juga bekunjung ke sini.
Nah buat Encik dan Puan yang ingin mencari tahu tentang kebudayaan melayu, silakan kunjungi bilik melayu ini. Ruangannya yang nyaman dan tenang membuat Encik dan Puan betah berlama-lama di sini.
Kunjungan kerja Walikota di Jakarta dimanfaatkan Walikota untuk menawarkan konsep Aero City kepada Angkasa Pura II. Aero City adalah sebuah kawasan bandara Perkotaan terpadu yang akan menjadi pusat terminal, kargo, pelabuhan udara, pusat bisnis, dan pusat ekonomi serta dilengkapi sarana kesehatan dan sebagainya
Didampingi oleh Kadis Perhubungan Riau, Alizar, serta Kadis Perhubungan Pekanbaru, Syafril, Kamis (20/11), Walikota menemui Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunnoko di Kantor Pusat Angkasa Pura II di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
Konsep Aero City yang ditawarkan oleh Walikota Pekanbaru mendapat respon positif dari Dirut dan jajaran PT Angkasa Pura. Dirut PT Angkasa Pura II Tri S Sunnoko menyebutkan bahwa pihaknya sangat mendukung rencana pembangunan kawasan Kota Bandar Udara yang ditawarkan Walikota itu.
Bahkan ia mengatakan bahwa ide dari Walikota Pekanbaru tersebut merupakan pemikiran yang sudah sangat nasional bahkan belum terpikirkan oleh jajaran nasional.
Seperti yang telah kami kutip dari mediacenter.riau.go.id, Walikota menawarkan kepada PT Angkasa Pura, Pemprov Riau serta pemerintah pusat untuk membangun kawasan Aero city.
Walikota menjelaskan, rencana pembangunan kawasan Bandar udara itu di kawasan Pekansikawan yakni akan berada di kawasan perbatasan mungkin dengan Siak, Kampar, maupun Pelalawan.
Kenaikan tarif angkot membuat para angkot sepi penumpang serta ditambah pula dengan tarif bus Trans Metro Pekanbaru yang tidak mengalami kenaikan, sehingga membuat sejumlah sopir angkot melakukan aksi mogok.
Salah seorang sopir angkot jurusan Jalan Jenderal Sudirman – Kubang, Aris yang diwawancarai oleh Gagasan Riau, Rabu (19/11) mengeluhkan sepinya penumpang yang lebih memilih naik bus TMP yang masih menerapkan tarif lama.
Sebelumnya, pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pekanbaru telah memutuskan untuk menaikkan tarif angkot sebesar 20 persen menjadi Rp 4.000, namun untuk tarif angkutan massal Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) hingga saat ini masih menerapkan harga lama Rp3.000. Oleh karena itu banyak penumpang yang memilih menggunakan TMP dibanding angkot.
Beberapa pihak sopir mengancam akan melakukan aksi mogok hingga malam hari jika permintaan mereka tidak segera ditanggapi oleh pemerintah.
Sementara itu, Saiful Alam, Ketua Organda Pekanbaru berjanji akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan walikota untuk meminta tarif yang seimbang antara Bus TMP dengan tarif angkot saat ini.
Ia berujar, bahwa sopir angkot sudah sepatutnya mendapatkan subsidi karena selama ini angkot banyak mengangkut pelajar di Pekanbaru.

Setelah sebelumnya pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PTLG) Tenayan Raya, kini pimpinan dan manajemen PLN yang menyatakan akan membangun tower Transmisi PLN di Pekanbaru.
Hal ini seolah menjadi titik terang dalam mengatasi krisis listrik yang selama ini dialami oleh kota Pekanbaru.
Seperti yang telah dilansir GoRiau, Direktur Pengembangan PT PLN Persero Pusat, Murtaqi Syamsuddinn, menyebutkan bahwa saat ini Kementerian ESDM dan PT PLN telah diintruksikan oleh Presiden RI Jokowi untuk melakukan percepatan penyediaan listrik sebanyak 35.000 MW, termasuk Riau tentunya.
PLN sendiri juga turut serta menggesa dalam penyelesaian Pembangunan PLTU Teluk Lembu yang nantinya akan mampu menghasilkan listrik sebesar 210 MW dan ditambah lagi dengan PLTG di Tenayan Raya Pekanbaru.
Ia telah merencanakan pembangunan tower transmisi listrik di wilayah Rumbai dan interkoneksi hingga ke Malaysia, diharapkan pada tahun 2015 sebagian besar kebutuhan listrik di Pekanbaru sudah bisa teratasi secara bertahap.

Intensitas hujan yang melanda kawasan Riau akan mengalami puncaknya pada bulan Desember nanti. Demikian yang telah disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Saqlul Amri, seperti yang kami kutip dari mediacenter.riau.go.id.
Ia mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai puncak musim hujan pada Desember nanti, khususnya terhadap ancaman banjir dan angin kencang.
Menurut penjelasannya, pihak BPBD telah berkordinasi dengan Kabupaten dan Kota di Riau serta melaporkan persoalan banjir yang saat ini terjadi di Riau kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.
Sehingga kedepannya jika ada kebutuhan yang tidak bisa ditangani Provinsi maupun Kabupten/Kota, Pusat dapat langsung memberikan bantuan ke Riau.
Untuk cowok / cewek
Usia maksimal 30 tahun.
Minimal D3 segala Jurusan.
Dapat menjadi MC / pemandu acara dalam Birthday Party anak-anak atau event lomba anak-anak
Dapat bekerja dalam sistem shift.
Dapat bekerja di hari libur nasional.
Kirim lamaran ke:
baskarasurya@yahoo.co.id
Atau bertemu langsung dengan Bpk. Baskara Surya
085363263149
Marrybrown Restaurant
Jl. Jenderal Sudirman sebelah RRI Pekanbaru.

Pemko Pekanbaru memiliki visi besar untuk mewujudkan Kota Pekanbaru sebagai city gas, untuk mewujudkannya Pemko bersama PGN kembali siap bekerja sama.
Diharapkan dengan terwujudnya Pekanbaru sebagai city gas, masyarakat mampu memanfaatkan gas untuk berbagai kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan transportasi. Sehingga dapat mengurangi dampak kenaikan BBM.
Saat ini pihak PGN sudah mulai menerapkan penggunaan gas sebagai pengganti bahan bakar bagi kendaraan operasional milik PGN.
Berdasarkan informasi yang kami rangkum dari GoRiau, Walikota menyebutkan bahwa Pemko Pekanbaru akan menjadi pilot project dalam upaya penggunaan gas sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak untuk kendaraan dinas.

Untuk mengatasi krisis listrik, Pemko Pekanbaru mengadakan pertemuan dengan direksi Perusahaan Gas Negara (PGN) pusat, Selasa (18/11) di kantor PGN pusat Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas tentang rencana pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas (PLTG) sebagai upaya mengatasi kekurangan listrik di Pekanbaru saat ini.
Dalam pertemuan tersebut Walikota menyapaikan keinginannya serta berkomitmen untuk bekerjasama dengan PGN dalam penyedian bahan bakar gas untuk pembangkit listrik tenaga gas di Pekanbaru.
Seperti yang kami kutip dari GoRiau, Commercial Director & COO PGN Pusat Jobi Triananda menyatakan dukungan terhadap keinginan Walikota tersebut. Bahkan ia mengagumi dengan visi Walikota yang ingin mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani.
Saat ini Riau mengalami defisit daya listrik sebesar 520 MW, diharapkan dengan dibangunnya PLTG tersebut mampu menghasilkan daya listrik 200 hingga 300 MW yang mana akan membantu PLTG Teluk lembu yang saat ini memiliki kapasitas 200 MW.
Masih ingat dengan wacana Walikota Pekanbaru yang ingin menjadikan pasar Agus Salim sebagai “Malioboro” nya Pekanbaru?
Saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru, terus melakukan pembenahan terhadap Pasar Agus Salim.
Setelah memindahkan sejumlah pedagang ke lokasi lain, saat ini pengaspalan dan pembuatan trotoar sedang dilakukan ditargetkan akan selesai akhir Desember 2014 mendatang.
Berdasarkan informasi yang telah kami rangkum dari mediacenter.riau.go.id, Pasar Agus Salim ini nantinya akan multi fungsi.
Saat pagi hari akan dijadikan sebagai tempat pedagang sayur dan di malam harinya menjadi kawasan wisata dan bersantai karena disini dijual berbagai kuliner dan souvenir.
Para pedagang sayur akan ditempatkan ke dalam bekas ruko yang diputihkan, bukan lagi di badan jalan. Sehingga tidak menganggu lalu lintas di Jalan Agus Salim.
Di kawasan ini akan dibangun pedestrian, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana malam dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Agus Salim. Pedestrian ini nantinya akan tembus ke Jalan Achmad Yani.